Dipinang CEO

Dipinang CEO
Mila disalahkan


__ADS_3

Irwan mengendarai mobilnya dan langsung pergi ke apartemen Weni. Weni sedang duduk didepan cermin dan terlihat mengeringkan rambutnya yang basah.


"Irwan....kau sudah pulang?" tanya Weni dan wajahnya terlihat sumringah. Jelas Weni sangat bahagia melihat Irwan.


Irwan duduk diranjang dan menatap Weni yang berdiri didekatnya.


"Aku dari rumah Mila. Entah kenapa dia tiba-tiba berubah. Dia juga ingin berpisah. Tapi,...."


Irwan sedang berpikir, jika dia berpisah, maka dia akan kehilangan kesempatan untuk balas dendam dan juga dia sudah membeli asuransi untuknya.


"Tapi apa Irwan? Sebaiknya kau lepaskan Mila saja. Kalian menikah tapi kau juga tidak bahagia, begitu juga Mila. Aku tidak mengerti kenapa kau masih mempertahankan pernikahan seperti ini. Kau sendiri tahu jika itu bukan anakmu."


"Kau tidak tahu apa-apa Wen. Kenapa kita menikah dan apa tujuannya. Kau tidak tahu..."


"Maksudmu?" Weni terlihat bingung dengan ucapan dokter Irwan.


"Sudahlah. Aku lelah. Aku akan tidur disini sebentar."


***


Regan lewat depan rumah dokter Irwan dan dia melihat rumah itu sepi. Sepertinya tidak ada orang didalamnya.


Regan juga tidak bisa menemui Mila dirumah sakit, karena Mila sedang cuti melahirkan. Regan akhirnya duduk direstoran tidak jauh dari rumah sakit.


Dia memegang ponselnya dan menelpon Mila.


"Mila, kau dimana sekarang?"


"Dirumah." kata Mila. "Ada apa?"


"Tadi aku lewat didepan rumahmu dan sepertinya sepi. Mobil Irwan juga tidak ada disana."


"Ohh, aku sudah tidak tinggal disana lagi." kata Mila.


"Maksudmu?" tanya Regan bingung atau dia mungkin salah dengar.


"Aku kembali kerumahku. Aku tidak tinggal disana lagi." kata Mila.


"Apakah aku boleh kerumahmu?" tanya Regan sambil menghabiskan minumannya


"Datang saja." kata Mila lalu menutup teleponnya.


Mila sedang berpikir keras. Dan dia berfikir haruskah dia katakan jika anak yang dia lahirlah adalah anaknya Regan?


Atau lebih baik dia pendam saja? Tapi kalau tidak dikatakan, maka siapakah ayahnya jika suatu saat anaknya ini sudah besar?


Dan jika Regan tahu, aku tidak mengatakanya maka, Regan pasti akan sangat marah suatu saat nanti.

__ADS_1


Aku benar-benar dilema.


Mila menunggu kedatangan Regan dan sekarang kebenciannya perlahan mulai sirna sejak dia tahu jika Irwan mengkhianati dirinya dirumahnya. Bahkan dia menyimpan Weni dan mengenalkanya sebagai sepupunya.


Sejak tahu kebenaran tentang sikap Irwan, Mila mulai membenci Irwan. Tadinya dia berfikir jika Irwan adalah suami yang sangat baik karena berbesar hati menerima kehamilannya.


Tapi ternyata dia menyimpan Weni dalam pernikahanya dan yang lebih menyakitkan mereka tinggal satu rumah.


Mila tidak ingin menghabiskan energi dengan marah pada Irwan. Baginya itu sesuatu yang sia-sia, dan bukan sifatnya untuk marah pada sesuatu yang sudah tidak berarti dalam hidupnya lagi.


Bahkan terhadap Weni, dia juga tidak melampiaskan kemarahan padanya, atau menjambak rambutnya karena setiap malam mereka tidur bersama, sedangkan dirumahnya ada istrinya.


Baginya, pernikahanya memang sudah menjadi sebuah kesalahan dan dia baru menyadari sekarang jika semuanya tidak berjalan dengan baik.


Bulan madu yang penuh dengan masalah, dan sekarang dia sadar, jika ada yang disembunyikan dokter Irwan darinya.


Mana mungkin satu malam pun tidak bisa dilewati bersama jika sudah sah menjadi suami istri. Mila berpikir, pernikahan hanyalah sebuah sandiwara bagi dokter Irwan. Entah motifnya apa, Mila tidak tahu.


Yang jelas, semua seperti terjadi karena kesengajaan, dan Mila mulai menyadarinya setelah mengingat kejadian demi kejadian yang terjadi selama berbulan madu.


"Mila...." kata Regan saat dia lihat pintu rumahnya terbuka dan Mila duduk disana.


"Akhirnya kau datang juga." kata Mila tersenyum.


Regan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Tidak usah. Aku tadi baru aja minum."


"Sudahlah, tidak usah sungkan." Mila lalu bangun dan memberikan minuman untuk Regan.


"Kau tinggal disini?" Kata Regan sambil melihat sekeliling rumah itu. Dia sebenarnya mencari dokter Irwan, dan berpikir dia tinggal bersama Mila.


"Ya, mulai sekarang aku tinggal disini."


"Dan suamimu?"


"Dokter Irwan maksudmu?"


"Ya...dokter Irwan juga tinggal disini?" tanya Regan.


Mila lalu menatap Regan agak lama dan memikirkan apa yang tadi terbesit dalam perasaanya.


"Kami akan bercerai."


"Hhh, bercerai? Serius? Kau baru saja melahirkan dan kau bicara tentang perceraian?"


Mila mengangguk mantap.

__ADS_1


"Iya. Aku serius dan tidak sedang bercanda." kata Mila.


"Akhirnya," kata Regan keceplosan. Kabar itu begitu membuatnya bahagia, dia jadi punya kesempatan untuk bersama Mila.


"Kau sepertinya orang pertama yang aku lihat senang mendengar kabar ini." Kata Mila melirik pada Regan.


"Bukan begitu, maksudku, apapun keputusanmu, yang terpenting semua demi kebahagiaanmu." kata Regan menjadi salah tingkah.


***


Mila mendaftarkan perceraiannya dengan Irwan. Ada beberapa kali mediasi dan saat mereka sudah tidak bisa disatukan lagi maka akhirnya mereka resmi berpisah.


Dokter Irwan terpaksa tidak mempersulit perpisahannya karena Weni ingin agar mereka segera menikah.


Tidak lama setelah mereka bercerai, Weni akhirnya menikah dengan dokter Irwan.


Mila diundang ke acara pernikahannya tapi dia tidak mau datang.


Irwan adalah dokter yang disegani dan Mila adalah dokter uang sangat populer. Kabar perceraian mereka sudah cukup menggemparkan publik. Bahkan kabar jika Mila mengandung anak orang lain sempat menjadi gosip panas.


Siapa lagi yang menyebarkan berita itu jika bukan Wandah. Wandah mengatakan Mila berselingkuh dan mengandung anak orang lain.


Wandah sengaja membisikan ke salah satu teman didalam acara sosialitanya dan dengan cepat kabar itu sampai dari mulut ke mulut hingga kemasyarakat luas.


Bahkan Nadiya yang hadir di acara itu juga mendengar berita tidak sedap itu.


Nadiya lalu berbicara pada keluarganya saat makan malam. Ada Regan juga disana.


"Mami dengar dokter Mila bercerai karena mengandung anak orang lain. Kata mertuanya dia berselingkuh." kata Nadiya pada Oma saat mereka makan malam dan disampingnya ada surat kabar dengan judul perceraian antara Mila dan Irwan.


Oma sempat melirik koran yang tadi dia baca tapi belum selesai.


Uhuk!


Regan langsung terbatuk dan kaget. Jika benar apa yang mertuanya katakan. Artinya Regan adalah ayah dari bayi Mila. Dan Regan ingat bagaimana dia menghabiskan satu malam dengan Mila akibat jebakan Weni saat itu.


"Regan! Kau mau kemana?" tanya Nadiya.


"Makananmu belum selesai!" kata Nadiya yang melihat Regan berdiri dan meninggalkan meja makan.


"Aku ada urusan penting mi!"


"Kenapa dengannya? Tiba-tiba ada urusan penting?"


"Sudahlah Nadiya, biarkan saja. Dia sudah dewasa, kau selalu ingin tahu semua urusannya." kata Oma.


"Tentu saja Oma, dia itu CEO. Dia tidak boleh selalu membuat citra buruk tentang dirinya. Pertama dengan Catrine. Pernikahan sandiwara. Dan aku tidak mau ada gosip lagi tentang keluarga besar kita karena dirinya." kata Nadiya.

__ADS_1


__ADS_2