Dipinang CEO

Dipinang CEO
Jebakan


__ADS_3

"Selamat ulang tahun Mila....." Kata Dokter Irwan lalu memeluknya. Hanya saja sampai sekarang dia belum melakukan tugasnya sebagai seorang suami, untuk memberikan nafkah batin pada istrinya.


"Terimakasih, sayang...." Kata Mila lalu memeluk Irwan dengan sangat erat.


"Hadiah ini bagus sekali." Kata Mila.


"Apakah kau menyukainya?" Tanya dokter Irwan.


"Ya...aku sangat menyukainya."


Mila akhirnya tertidur diperlukan dokter Irwan karena kecapean dan malam berlalu begitu saja, dan mereka melewatkannya.


Keesokan paginya, Dokter Irwan mengajak Mila untuk bersiap-siap. Mereka akan jalan-jalan di suatu tempat dibatas kota itu.


Dokter Irwan mengingatkan Mila untuk membawa bekal. Disana tidak ada yang jual makanan dan juga minuman.


"Kita akan kemana?"


"Kita akan menghabiskan waktu ditempat yang sering aku kunjungi saat aku masih kecil. Tiba-tiba aku ingin kesana. Maukah kau menemaniku? Tapi tempatnya seperti bukit, sehingga baju itu mungkin tidak cocok untuk pergi kesana." Kata Dokter Irwan saat Mila memakai baju seakan dia akan jalan dimall.


"Baiklah aku akan menggantinya." Mila lalu mengganti dengan kaos ketat warna putih, jaket jeans pendek, dan celana jeans tanggung.

__ADS_1


"Seperti ini?" Tanya Mila.


"Ya, seperti itu lebih baik."


Mereka lalu pergi ke atas kota dan setelah memarkir mobilnya mereka lalu pergi ke bukit kecil itu dengan berjalan kaki.


Diatas bukit banyak penginapan dengan ukuran mini dan setiap penginapan hanya muat untuk dua orang dan paling banyak empat orang.


Mereka bisa melihat indahnya kota saat malam hari dari atas gedung yang ada diatas bukit.


"Kau lelah?" Tanya dokter Irwan.


"Saat kecil aku setiap Sabtu Minggu kesini dan menginap disini bersama keluargaku." Kata dokter Irwan.


"Sampai sebuah peristiwa terjadi dan sejak saat itu aku tidak pernah datang kemari." Kata Dokter Irwan.


"Pasti peristiwa itu sangat membuatmu trauma hingga kau tidak pernah kemari." Tebak Mila.


"Bukan hanya trauma. Aku terus mengingatnya sepanjang hidupku dan aku tidak akan melupakannya. Namun, setelah bertemu denganmu, aku jadi berfikir untuk datang kemari dan berusaha melupakan trauma saat itu."


Mereka lalu berjalan hingga tengah hari. Sepertinya Mila sangat kelelahan dan kehausan. Dokter Irwan meliriknya dan tersenyum padanya.

__ADS_1


"Jika kau lelah kita akan beristirahat dulu. Tapi ini kita berada didekat jurang. Kau harus hati-hati." Kata Dokter Irwan dan berfikir untuk mendorong Mila ditempat yang sama, dimana dulu ayahnya didorong oleh ibunya Mila hingga tiada.


"Aku akan duduk disini." Kata Mila sementara dokter Irwan berjalan mondar-mandir didekatnya dan berfikir untuk mencelakainya dan mengakhiri pernikahan ini.


Dia lelah, setiap kali harus membuat alasan demi menghindari malam pengantin baru.


Dokter Irwan lalu mengirim pesan pada mamanya.


~Ma, aku sedang ada dihutan, dimana papa terbunuh~ Kata Irwan.


~Apakah kau juga akan melakukan hal yang sama padanya? Tapi kematian seperti itu terlalu mudah untuknya. Aku ingin setiap hari dia merasakan sakit, dan kematian yang selalu menghantuinya~


~Tapi ma, Irwan lelah setiap kali harus menghindarinya. Membuat banyak alasan yang tidak masuk akal, dan suatu saat dia akan curiga pada Irwan~


~Jebak dia, dan hancurkan karirnya, setelah itu baru kau bisa membiarkannya hidup dengan rasa malu dan kehilangan masa depannya~ Kata Mamanya.


~Ok. Irwan akan mencobanya....~


Irwan lalu mengirim pesan pada Weni dan agar Weni menghubungi Regan dan mengatakan jika Mila ada di bukit batas kota sedang sakit.


Irwan sedang mencari pertolongan kebawah dan saat itulah, Irwan akan menjebak mereka berdua, dan menghancurkan harga dirinya.

__ADS_1


__ADS_2