Dipinang CEO

Dipinang CEO
Undangan


__ADS_3

Dokter Mila sedang duduk di ruang kantornya, tiba-tiba dia mendapat undangan dari orang tua Regan untuk menghadiri acara wedding anniversary.


Dokter Mila membuka undangan itu dan membaca tanggal yang tertera di dalamnya.


Tidak lama kemudian dokter Irwan masuk ke dalam ruangan dokter Mila.


"Apa yang kau pegang?" Tanya Dokter Irwan.


"oh, ini aku dapat undangan dari ibu Nadia dan Tuan Prasetyo mereka sebentar lagi akan mengadakan acara wedding anniversary." jawab Dokter Mila sambil meletakkan kartu itu diatas meja.


"Aku juga mendapatkan undangannya."


"Tentu saja, mereka tidak akan melewatkan mu, ha ha." Dokter Mila tertawa kecil.


"Apakah kau juga dapat?"


"Iya, aku juga dapat."


"Siapa yang mengirimkan nya?"


"Itu seorang perawat mengirimkannya kepadaku."


"Oh begitu, ya sudah nanti kita akan datang ke sana bersama-sama."


"Baiklah, oh ya, dokter Mila, apakah siang ini kau ada acara?"


"Tidak! Hari ini tidak ada pasien, maksudku, siang ini."


"Baiklah kalau begitu mari kita makan siang di luar saja."


"Baiklah, aku akan mengambil tasku dulu."


Lalu dokter Mila mengambil tasnya dan mereka keluar untuk makan siang.


Mereka makan ditempat yang tidak biasa mereka kunjungi.


Ada restoran yang baru satu Minggu buka disana, dokter Irwan, berniat mencoba makan disana.


"Kau sudah pernah mencobanya?" Tanya dokter Irwan.


"Belum!" Jawab dokter Mila.


"Mari kita mencobanya!" Kata Dokter Irwan dan mengajak dokter Mila makan didalam.

__ADS_1


Rupanya didalam begitu rame dan banyak juga sesama rekan dokter yang makan ditempat yang baru ini.


Tidak lama kemudian, setelah selesai makan siang, mereka pun kembali ke kantor sore harinya.


Seperti biasa dokter Irwan menjemput dokter Mila ke ruangannya dan akan mengantarkannya hingga sampai di rumahnya.


"Sepertinya hari ini aku tidak bisa pulang denganmu."


"Kenapa?"


"Aku akan mengambil gaun yang yang belum lama aku percayakan pada temanku seorang desainer, mungkin hari ini sudah jadi. Aku tadi mendapat pesan untuk mengambil baju itu."


"Apakah kau akan mengenakan baju itu di acara Tante Nadia?"


"Mungkin iya, aku akan memakainya." Kata dokter Mila setelah berfikir jika dia tidak sempat berbelanja beberapa Minggu ini.


"Baiklah, aku akan menemanimu mengambilnya."


"Oke, baiklah. Ayo kita naik mobil."


Tidak lama kemudian mereka sampai di butik di mana Mila memberikan kepercayaan kepada desainer itu untuk merancang bajunya agar menjadi gaun yang indah.


"Hai, kalian sudah datang!?" Kata desainer itu saat melihat Mila dan dokter Irwan masuk.


"Terimakasih."


"Mari dokter Mila, aku akan menunjukan gaunya padamu."


"Oke." Dokter Mila lalu mengikuti temannya itu


"Tapi kalau kamu merasa tidak nyaman aku akan memperbaikinya."


Kata temanya saat dokter Mila mencoba gaun itu.


"Baiklah, Dokter Irwan, eh, bisa minta tolong tasku, aku akan masuk untuk fitting baju ini."


"Oke, silakan." Kemudian Dokter Mila masuk ke dalam ruangan itu dan mencoba gaun yang akan dipakai ke acara wedding anniversary tante dan om Prasetyo.


Kemudian setelah memakai baju itu, dia pun mematut dirinya di dalam kaca, dan ternyata baju itu sangat pas sekali dengan dirinya.


Desainnya juga sederhana tapi terlihat menarik dan indah.


Dokter Mila keluar dengan memakai gaun itu untuk dia perlihatkan kepada desainer, apakah pas atau ada yang perlu dimodif lagi.

__ADS_1


"Wooowww, pas sekali dan kau sangat cantik dengan gaun ini." kata desainer dan diikuti tatapan kagum oleh dokter Irwan.


"Sepertinya tidak ada yang perlu diubah. Seperti ini justru membuatmu terlihat sangat menarik."


"Terimakasih."


Dokter Irwan mengangguk dan tersenyum pada dokter Mila.


"Saya akan berganti baju dulu." Kata dokter Mila lalu masuk kedalam lagi.


Tidak lama kemudian dokter Mila sudah keluar dengan baju dinasnya.


Temanya lalu melipat gaun itu dengan sangat hati-hati dan memberikannya pada dokter Mila.


Mereka keluar dari ruangan itu dan masuk kedalam mobil.


Dokter Irwan mengantar Dokter Mila pulang dan akan bersiap-siap untuk pergi ke acara hari.


"Sebaiknya kita bertemu di sana saja."


Dokter Irwan menatap dokter Mila dengan bingung.


"Kau tidak perlu menjemputku."


"Kenapa?"


"Karena hotelnya sangat dekat. Kita akan bertemu disana saja." Kata dokter Mila sambil tersenyum manis.


Dia akui jika dokter Irwan memang sangat baik.


Tapi entah kenapa hati ini belum mau luluh juga dengan ketulusannya.


Dokter Mila memandang gaun itu dan teringat pada mama dari dokter Irwan yang tadinya begitu ingin memilikinya, tapi begitu dapat, dia justru memberikanya pada dirinya.


Dokter Mila lalu tersenyum saat mengingat kejadian itu.


Mengingat ibu dari dokter Irwan, tiba-tiba membuatnya teringat pada ibunya sendiri.


Deg.


Tapi entah kenapa ibunya sepertinya tidak mau menemuinya.


Ibunya sengaja bersembunyi dan Mila sangat tahu apa tujuannya.

__ADS_1


Ibunya selalu berkata jika ini demi kebaikannya.


__ADS_2