
Hari ini tiba saatnya hari yang paling di nantikan. Seluruh keluarga sibuk dengan baju masing-masing. Mereka semua sudah terlihat rapi dan Prasetyo mambantu Nadiya mengancing baju bagian belakang.
"Kau terlihat cantik dengan gaun ini Nadiya. Aku jadi teringat saat kita menikah dulu. Tidak kusangka Regan seperti diriku." Prasetyo memeluk pinggang Nadiya yang ramping dan melihat wajahnya dari cermin didepanya.
"Maksudmu, karena dulu kau menikah dengan janda beranak satu? Itukah yang akan kau katakan?"
"Ahh, kau sensitif sekali."
"Katakan saja, aku tidak akan tersinggung."
"Tidak, bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin mengatakan mereka adalah pasangan yang cocok. Aku harap mereka bahagia dengan pilihannya sendiri, seperti kita."
"Hemm..."
Nadiya lalu berbalik dan menatap suaminya dengan penuh cinta.
Sementara diruang sebelah, Regan juga sedang membantu Mila untuk bersiap.
"Kau seperti bidadari tanpa sayap."
"Kau sangat berlebihan, tapi ya, terimakasih pujiannya, kau membuatku menjadi wanita paling bahagia hari ini."
"Tidak hanya hari ini, aku akan membuatmu bahagia setiap hari dan sampai maut memisahkan kita."
"Terimakasih....semoga kau tidak lupa apa yang baru saja kau ucapkan."
"Dan apa janjimu untukku?"
"Janji?" Mila kaget dan tersenyum. Mila lalu berbalik dan mereka saling berhadapan.
Semua orang lalu keluar dan membiarkan sepasang pengantin ini berdua dan berbicara.
"Ya, aku sudah berjanji padamu, untuk mencintaimu dalam suka dan duka, hingga rambut kita memutih dan fisik kita menjadi keriput."
"Aku juga akan mencintaimu sebesar dunia."
"Masih kurang...."
"Kurang?"
"Iya, berjanjilah padaku untuk tidak dekat dengan pria selain suamimu."
"Ya, aku berjanji padamu."
"Hanya itu yang aku inginkan darimu." Kata Regan lalu memeluk Mila.
"Aku tidak suka melihatmu bersama pria itu?"
"Pria itu? Siapa? Ehm, maksudmu CEO Handoko?"
"Hanya dia yang paling aku benci saat ini. Meskipun dia tahu kita akan menikah, dia tetap saja mendekatimu."
"Kau sangat cemburu padanya. Dia padahal tidak bermaksud apa-apa, dia orang yang baik."
"Jangan memujinya didepanku. Aku tidak suka."
"Oke, ternyata banyak sekali yang tidak kau suka darinya.... pantas saja kau sangat marah tadi malam "
"Bahkan aku juga membenci bayanganya...."
__ADS_1
"Regan, kau berlebihan....."
Regan dan Mila lalu keluar dan mereka berdiri diatas panggung yang sudah dihias dengan sangat mewah dan cantik.
Semua tamu sudah hadir dan Mila menatap satu persatu di antar para tamu yang hadir. Tanpa sengaja, dia melihat ibunya berdiri di antara para tamu.
Mila lalu menatap ibunya dan ibunya memberikan kode untuk tidak mendekat. Atas jaminan dari Prasetyo dan Nadiya polisi memberikan ijin kepada Bella untuk menghadiri pernikahan putrinya.
Bella menggunakan penutup kepala dan juga kacamata dan memakai masker saat hadir. Tidak ada yang tahu jika dia ada diantara para tamu.
Mila lalu menatap Regan dan berbisik.
"Ibu juga ada disini...." bisik Mila pada Regan.
Regan menoleh ke arah Mila dan tersenyum, "Om Pras dan mami datang mengunjunginya dan memberikan jaminan pada polisi."
Mila meneteskan airmata karena terharu, "Ternyata aku salah menilai Tante Nadiya selama ini. Dia ternyata orang yang baik dan bijaksana."
"Ya, mami ingin ibu Bella juga hadir dengan syarat tidak diketahui publik. Ini adalah hari istimewa, dan hanya kabar gembira yang akan orang dengar."
"Ternyata om Pras sangat perhatian," Mila mengagumi Prasetyo ayah mertuanya.
"Itulah yang membuat mami jatuh hati dan menikah denganya, Om Pras lebih muda dari mami, tapi dia sangat dewasa dan bijaksana."
Regan tersenyum pada para tamu yang melihat Mila dan mengagumi kecantikannya.
Regan mendengar mereka berbisik tentang betapa cantiknya Mila. Regan merasa bangga sebagai suaminya. Sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri.
***
Malam pertama atau malam kedua bagi pasangan Mila dan Regan. Kenyataan nya mereka sudah punya Matthew sebelum resmi menikah.
Regan memeluk Mila yang baru saja selesai mandi dengan rambut yang basah terurai.
Regan langsung mendekapnya dan menggendongnya ketempat tidur.
"Mila, kau benar-benar membuat aku tergila-gila. cup!" Regan mengecup kening Mila dan turun ke pipinya.
Setelah itu, Regan membuka gaun tidur dan melihat dua buah yang sangat menantang.
"Jangan..." Kata Mila karena dia sedang menyusui.
"Pinggirnya saja."
"Ohh, tapi sangat geli." Kata Mila saat Regan mencium buah yang sedang penuh itu.
"Pantas saja, Matthew sangat menikmatinya, empuk sekali."
"Kau ini, sangat nakal!"
Mila mengubah posisinya, kini dia tiduran miring berhadapan dengan Regan.
Regan memeluknya sangat erat dan mencium bibirnya dengan lembut.
Salah satu tanganya turun ke bokong Mila dan meremas dengan kuat.
"Ini sangat kencang dan indah."
Puji Regan dan Mila lalu memegang dan mengelus dada suaminya.
__ADS_1
"Aku akan rajin berolahraga setelah ini. Kau suka tubuh atletis bukan?" Kata Regan yang tiba-tiba membayangkan tubuh CEO Handoko yang sangat atletis.
"Tidak. Aku menyukai apa adanya dirimu. Jika kau tidak suka jangan memaksa. Tapi, berolahraga memang akan membuat badan lebih sehat."
Hemmm, Regan lalu membenamkan wajahnya pada kedua kaki Mila.
"Regan...."
"Diamlah Mila, dan nikmati saja."
"Ahhh....."
Semakin mila mengerang, Regan semakin senang dan intens dibawah sana.
Dan malam ini mereka lalui dengan hasrat malam pertama yang sangat indah.
Mereka bangun dipagi hari dengan masih berpelukan tanpa sehelai bajupun. Anaknya dititipkan pada Nadiya dan keluarganya. Tidak akan ada tangisan bayi yang mengganggu. Mereka bisa melanjutkan lagi sekarang, pagi ini.
"Aku akan membuka tirainya...." kata Mila dan akan bangun dari tempat tidurnya.
"Jangan....biarkan saja. Tidurlah lagi. Kita sedang berbulan madu. Biarkan malam lebih panjang dari biasanya."
Regan lalu mendekap Mila dan mencium bibirnya dengan lebih kuat.
Tanganya memegang dan menyentuh setiap tempat sensitif milik istrinya.
"Aku ingin ini lagi." Kata Regan sambil meremas sesuatu di bawah sana.
"Lakukanlah, aku adalah istrimu..."
Regan tidak membuang waktu lagi dan langsung tancap gas pol dengan rasa yang begitu nikmat.
Dan hanya mereka yang menikah dengan sah sebagai suami istri yang bisa merasakan nikmatnya malam pertama.
Mereka tersenyum setelah menuntaskan semuanya dan terbaring sambil menatap langit-langit kamar.
Mila terpejam dan Regan mencium keningnya dan membelai rambutnya yang berantakan.
"Maafkan aku, tadi aku agak keras saat bermain."
"Tidak apa. Aku maklum dan apakah kau senang?"
"Ya, aku sangat senang. Sekarang kau boleh bangun...." Kata Regan dan setelah mengatakan itu matanya terpejam dan dia tertidur pulas.
Tamat
Terimakasih teman-teman semua yang sudah mendukung karya ini dari awal hingga akhir 🥰
Terimakasih juga bagi yang sudah memberikan dukungan, komentar dan meninggalkan jejak 🥰
Semoga kalian selalu dimudahkan rizkinya dan Allah akan membalas semua kebaikan kalian karena sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mendukung karya ini.
Sekali lagi, terima kasih sebanyak-banyaknya, semoga kalian selalu berbahagia 😘
Salam hangat dan sayang dari saya 🥰😍 untuk kalian semua 🤗🥰🥰🥰
Pengumuman karya baru :
"**Pewaris Yang Tersesat**"
__ADS_1