Dipinang CEO

Dipinang CEO
Irwan mulai goyah


__ADS_3

Dokter Irwan mulai frustasi dengan kehidupan yang dia jalani. Sebenarnya dia hanya memanfaatkan Weni saja saat itu. Dan dia tidak habis pikir jika Weni malah menjadi istrinya?


Dan jika ibunya tahu siapa Weni yang sebenarnya maka dia pasti akan syok.


Malam ini dokter Irwan tidak pulang kerumahnya, sedangkan Weni sudah menyiapkan makan malam untuknya. Dia pulang kerumah mamanya.


Mamanya terkejut melihat anaknya yang seorang dokter tapi bau minuman keras.


"Irwan! Kau sadar apa yang kau lakukan? Kau tidak boleh menyentuh minuman itu. Kau seorang dokter! Bagaimana jika ada yang melihatmu seperti ini?"


"Sudahlah Ma. Karir Irwan memang sudah berantakan!"


"Berantakan bagaimana maksudmu! Duduklah kemari!" kata ibunya memapah putra kesayanganya.


"Mila akan menjadi direktur! Aku tidak pecus bekerja. Aku membuat kesalahan dalam memesan peralatan rumah sakit."


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Wandah kaget baru mengetahui semua ini.


"Irwan juga tidak tahu ma...." kata Irwan lemah dan matanya setengah terbuka dan kadang terpejam.


Semangat hidupnya menjadi redup dan memudar karena karirnya sedang dipertaruhkan.


"Ini semua gara-gara mama....mama ingin balas dendam sama Mila. Dan terpaksa Irwan terjebak dan menikah dengan Weni. Gadis bodoh, boros dan murahan!"


"Apa maksudmu! Jaga ucapanmu Irwan! Istrimu sedang hamil dan kau tidak boleh berkata sembarangan seperti itu."


"Aku muak dengan semua ini ma. Aku tidak mencintainya, tapi dia hamil anakku..."


Mamanya menatap Irwan dan kesal dengan ocehannya.

__ADS_1


"Kau juga bersalah! Kau tidak menggunakan kesempatan dengan baik. Harusnya Mila kau lenyapkan saat itu juga."


"Aku akan kehilangan segalanya. Nama baik, jabatan, dan hidupku hancur."


"Hentikan kicaunmu Irwan! Sekarang pergi kekamarmu!"


"Mama akan menelpon Weni."


Ibu Wandah lalu memapah Irwan kekamarnya dan menelpon Weni.


"Apakah kau sudah tidur?" tanya ibu mertuanya.


"Belum, ada apa ma?"


"Irwan menginap disini. Jika kau belum tidur, aku akan kerumahmu. Ada yang perlu kita bicarakan." kata Ibu mertuanya dan setelah dia lihat Irwan tidur, dia lalu keluar dan pergi menemui Weni.


Seperti biasanya, dia bersikap tenang dan masuk kerumah Irwan dan saat itu, Weni sedang duduk diruang tamu. Hari memang sudah malam, tapi rumah mereka sebenarnya dekat karena Wandah sudah punya rumah berbeda blok dengan Irwan, putranya.


Weni menunggu ibu mertuanya dengan cemas. Pasti sesuatu akan terjadi, pikir Weni.


"Siapa kau sebenarnya? Kau tiba-tiba menikah dengan putraku dan aku tidak mencari asal usulmu, karena kau sudah hamil." kata ibu mertuanya dengan tenang.


"Saya adalah temanya."


"Aku tahu, kau memang temannya, tapi tadi Irwan mengatakan jika kau bekerja dihiburan malam sebelum menjadi istrinya. Maaf aku mengatakan ini. Tapi apakah ini benar?"


Weni kaget dan menatap ibu mertuanya dengan syok dan jantung yang berdebar-debar.


Weni mengangguk pelan.

__ADS_1


"Sayang sekali, aku tidak bisa menerimamu sebagai menantuku. Irwan terpelajar dan dia adalah dokter yang terkenal. Kau berasal dari tempat yang tidak baik. Jadi, maaf aku mengatakan ini. Tinggalkan Irwan setelah anakmu lahir. Aku akan mengasuhnya. Aku tidak mau nama kami tercemar setelah mereka tahu siapa kau sebenarnya."


Weni tertunduk dan airmatanya berjatuhan dilantai tak terbendung lagi.


Sekarang lengkap sudah penderitaannya? Apakah ini karma karena dia sudah jahat pada Mila?


"Aku permisi...." kata Wandah dan Weni tidak menjawabnya.


Weni masih terduduk ditempatnya semula. Dia menangis meratapi pernikahanya yang ternyata juga akan berakhir begitu anaknya lahir.


***


Mila hari ini akan dilantik menjadi direktur dan menggantikan Irwan. Semua berjalan dengan cepat dan Irwanlah yang mengundurkan diri dari jabatannya. Irwan terlalu malu untuk dipecat, jadi dia mengundurkan diri sebelum dipecat.


Irwan berbicara pada seseorang melalui telepon, dan mengatur beberapa berkas yang akan dia serahkan pada Mila.


Mila saat ini sedang keluar dari salon. Dia akan menerima jabatan sebagai direktur menggantikan Irwan.


Mila berjalan keluar dari salon dan menyeberang jalan, dia akan menuju mobilnya yang terparkir diseberang jalan, karena parkir disalon itu telah penuh.


Tiba-tiba, sebuah mobil menabraknya dengan keras dan dia terpental ke bahu jalan. Mobil itu terus melaju dan tidak menghiraukanya.


Entah siapa yang menabraknya, tapi dia menabrak dengan sangat keras hingga Mila terpental sangat jauh.


Sementara dirumah sakit semua sudah siap menyambut Mila sebagai direktur yang baru dan mereka sudah menghias ruanganya dan beberapa bunga ada didepan ruanganya.


Sampai CEO Handoko mendapat laporan dari kepolisian jika ada kecelakaan dan yang tertabrak adalah dokter Mila yang bekerja dirumah sakit miliknya.


Seketika itu juga CEO langsung berlari keluar dan pergi kerumah sakit dimana Mila saat ini dirawat.

__ADS_1


__ADS_2