Dipinang CEO

Dipinang CEO
8 Eps Terakhir


__ADS_3

Regan pagi-pagi sudah bangun, dan Nadiya juga sudah mulai baikan. Nadiya juga bangun dan sudah duduk di meja makan untuk sarapan bersama yang lainya.


Saat mereka sedang makan, tiba-tiba bibi datang dan menaruh koran ditempat biasa didekat meja makan.


Regan tidak sengaja menoleh dan melihat judul yang sangat mencolok. Ada namanya disana.


Regan lalu bangkit dari duduknya dan mengambil koran itu.


"Selesaikan dulu makananmu." kata Nadiya.


"Tunggu mami. Ini kok nama Regan bisa ada disini....."


"Apa? Coba mami lihat."


"Siapa yang sudah melakukan ini?"


"Astaga....yang aku takutkan akhirnya terjadi juga." Kata Nadiya dan langsung memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Mami....." Regan menaruh koran itu dan mengajak maminya ke kamarnya untuk istirahat.


"Regan akan ke redaksi dan akan memperbaiki semuanya."


"Cepat lakukan Regan, mami tidak tahan dengan berita dan gosip tentang keluarga kita."


"Baiklah." Regan lalu pergi dan menyuruh maminya istirahat.


Regan pergi ke sebuah redaksi dan mencari siapa yang sudah menjual berita itu.


Dan dia bertemu dengan managernya langsung.


Regan lalu minta agar berita itu di hentikan dan dia akan membayar berapapun yang diminta.


Akhirnya ada kesepakatan dan berita itu tidak akan diterbitkan lagi.


Setelah itu Regan pulang dan dia melewati rumah Mila. Dia lihat Mila juga akan berangkat kerja. Regan dengan cepat menjalankan mobilnya. Sementara Mila menoleh dan sekilas nalurinya mengatakan jika ada Regan disana.


Tapi saat Mila berlari untuk melihatnya, tidak ada siapapun disana. Regan sudah pergi. Regan hanya ingin memastikan Mila baik-baik saja.


"Regan.....sepertinya tadi aku melihat mobilnya. Tapi kenapa dia lewat tanpa mampir?"


Mila baru saja membaca berita tentang putranya dan dia juga akan mendatangi redaksi untuk menghentikan berita yang tersebar.


Dia juga terganggu karena akan menjadi perbincangan publik dan orang akan kembali menatap sinis pada dirinya.


Tapi sebelum itu Mila akan menemui dokter Irwan. Itu percakapan antara dirinya dan ibunya.


Mila pergi kerumah sakit dimana Irwan bekerja. Tapi asistenya mengatakan jika Dokter Irwan sedang tidak berada ditempat saat ini.


"Kapan dokter Irwan akan kembali?" tanya Mila pada asistenya tersebut.


"Hari ini kemungkinan tidak datang."


"Baiklah, kalau begitu, saya permisi." kata Mila dan segera pergi ke redaksi yang menerbitkan berita tentang dirinya dan akan meminta untuk menghentikan berita itu.


Saat dia menemui manager dan berbicara dengannya, ternyata orang lain sudah datang, dan dua adalah Regan.


"CEO Regan sudah datang tadi pagi." kata Manager tersebut.


"Jadi, CEO Regan sudah kemari?" tanya Mila.


"Benar Bu. Beliau sudah berbicara pada kami, dan kami minta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi." kata manager itu.


Setelah itu Mila berpamitan pergi dan manager memanggil anak buahnya yang terlibat dengan berita yang bersangkutan. Dan akan memberikan sanksi pada mereka yang melanggar aturan kantor tempat mereka bekerja.


***


Mila lalu pergi kerumah sakit dan mulai bekerja. Beberapa Dokter dan suster yang sudah membaca berita itu melihatnya dengan aneh. Mereka mulai berbisik-bisik membicarakan tentang gosip yang tidak sedap tentang dirinya.


"Kenapa dia mendekati CEO kita jika ternyata ayah yang sebenarnya dari anak yang dia lahirkan adalah CEO PT Alexander. Sungguh aneh...." beberapa berbisik dan terdengar oleh Mila.


Dan sebagian yang berbisik itu adalah teman sesama teman kerja yang memang tidak menyukai dirinya sejak awal.

__ADS_1


Mereka senang jika ada gosip miring tentang dirinya.


"Iya, ternyata di balik sikapnya yang anggun, sungguh mengherankan jika dia bisa melakukanya dan mengkhianati Dokter Irwan. Pantas saja dia diceraikan." Gumam yang lainya.


Mila dengar apa yang mereka bicarakan biarpun lamat-lamat. Mila memilih untuk tidak mengindahkanya dan masuk ke dalam ruanganya.


Mila lalu menelpon CEO Handoko.


"Halo Mila, ada apa?"


"Apakah bapak sudah mendengar kabar tentang saya?"


"Ohh itu, iya itu yang akan aku bicarakan kemarin padamu."


"Jadi kabar itu sudah ada sejak kemarin?"


"Benar Mila. Kau sangat sibuk dan lagi Matthew sedang sakit. Jadi aku tahu jika kau mungkin tidak tahu soal ini." kata CEO Handoko.


"Benar. Saya baru mengetahui hari ini. Dan...karena berita itu, saya harap bapak tidak menemui saya."


"Kenapa Mila?"


"Karena saya tidak ingin orang semakin berfikir buruk tentang saya jika kita sering terlihat bersama. Sebelumnya, maafkan saya...dan terimakasih, karena sudah banyak membantu saya."


"Tapi Mila...."


"Saya mohon pak...."


"Baiklah....jika itu yang terbaik menurutmu." kata CEO Handoko.


***


Mila duduk sendirian didalam kantornya saat makan siang. Dia memilih untuk memesan makanan online karena untuk keluar ke kantin, dia masih takut.


Dia sedang tidak ingin mendengar apapun yang dikatakan dan difikirkan orang tentang dirinya. Akhirnya dia memilih untuk untuk diam di ruanganya.


Mila makan sesuap demi sesuap. Dia memikirkan apa yang sedang dilakukan Regan saat ini. Dan kenapa sikapnya berubah dan menjauhinya.


Dia baru saja mengatakan akan berjuang dan sekarang dia malah menghilang tanpa jejak.


Mila berfikir untuk menelponya dan mengucapkan terimakasih karena sudah membuat berita itu berhenti beredar.


Tapi akhirnya Mila meletakkan handphonenya lagi dan memilih untuk menyimpannya.


***


Haru ini rumah Regan dipenuhi wartawan karena berita tentang dirinya yang ternyata adalah ayah dari anak dokter Mila.


Dan yang lebih menyakitkan lagi banyak yang menulis ulang di media elektronik jika mereka sudah berselingkuh.


Dan ini disinyalir sebagai alasan dari berakhirnya pernikahan Dokter Mila dan Dokter Irwan.


Saat itu Regan hendak masuk kerumahnya dan saat pintu gerbangnya akan terbuka, mobilnya terhalang oleh para wartawan buang berdiri didepannya.


Nadiya dari lantai tiga melihat kejadian itu, dan dia menelpon anak buahnya untuk datang dan menyelamatkan Regan.


Setelah beberapa anak buahnya datang, akhirnya mobil Regan bisa masuk kedalam. Dan para wartawan itu terlihat sangat kecewa karena Regan tidak mau memberikan klarifikasi.


Regan langsung turun dan akan pergi ke kamarnya. Sebelum dia masuk kekamarnya, Nadiya memanggilnya.


"Regan, apakah kau sudah menyelesaikan masalah ini?"


"Regan sudah menyuruh redaksi untuk menghentikan berita tentang Mila dan anaknya."


"Bagus. Jika kau sudah kesana. Aku harap besok mereka sudah melupakan apa yang mereka dengar dan baca hari ini," kata Nadiya.


Mereka di kejutkan oleh kedatangan Cathrine yang tiba-tiba.


Nadiya dan Regan lalu turun kebawah untuk menemuinya.


"Halo Tante...."

__ADS_1


"Cathrine....!"


"Hai Regan. Tadi aku kebetulan lewat dan aku lihat banyak wartawan dirumahmu. Aku juga membaca berita tentang dirimu."


"Kenapa kau datang kemari? Jika tidak ada yang penting, maka aku akan istirahat." kata Regan.


"Oh ya, aku dengar kau adalah ayah dari anak dokter Mila. Apakah itu benar?"


Nadiya dan Regan saling berpandangan.


"Maaf Tante...hanya saja...aku tidak menduga kau bisa melakukanya...."


"Tutup mulutmu Cathrine...jika tidak ada yang penting. Pergilah dari sini."


"Kau mengusirku?" Catrine melihat sekeliling rumah mewah itu.


"Apakah artinya dokter Mila dan anaknya akan tinggal disini?"


Nadiya menatap Regan dengan kaget.


"Ayo keluar! Sepertinya tidak ada yang penting dan kau bisa datang lagi besok!" Kata Regan dan menyeret Catrine keluar.


Catrine masih sakit hati dengan Regan karena dia telah dicampakkan.


Catrine lalu menemui wartawan dan menyuruh mereka untuk pergi kerumah dokter Mila.


Catrine memberikan alamatnya dan merekapun langsung pergi kesana.


"Aku tahu kelemahanmu. Jika aku tidak bisa membalas padamu, maka aku akan membuat Mila tidak bisa tenang. Dan jika dia menderita, maka kau juga akan merasakan penderitaannya," kata Catrine lalu pergi dari rumah Regan setelah dia menoleh sekali dan melihat kelantai tiga.


Dia lihat Regan dan Tante Nadiya sedang berdiri dilantai tiga melihat para wartawan itu.


"Mereka sepertinya sudah pergi."


"Iya." Kata Regan.


***


Sore harinya saat Mila pulang dari rumah sakit, dia kaget saat melihat rumahnya penuh dengan wartawan dan membuat bibi dirumah ketakutan.


Mila bahkan terjebak diantara mereka.


Dan karena itu di siarkan secara langsung, maka Regan yang lagi istirahat dirumah tanpa sengaja memencet tombol televisi dan televisinya menyala.


Dan ada Mila disana yang terjebak diantar para awak media yang mengerubunginya.


"Mila?"


"Aku harus kesana!"


Regan langsung turun dari lantai tiga dan menyalakan mobilnya.


Regan mengendarai mobilnya dengan mengebut dan laju kecepatan tinggi. Dia tidak peduli pada keselamatannya.


Dia harus segera sampai disana dan menyelamatkan Mila dari para wartawan itu.


Regan menerobos para wartawan yang mengerubungi Mila dan sekarang mereka berdua terjebak disana.


"CEO Regan, akhirnya anda datang juga. Bisakah anda menjelaskan kepada kami apa hubungan kalian? Apakah kalian akan segera menikah? Mengingat ternyata ayah dari anak yang di kandung dokter Mila ternyata buka CEO Handoko. Kami sangat terkejut karena itu anda.


Apakah anda bisa menjelaskan kepada kami?"


Karena terjebak, akhirnya Regan tidak punya pilihan lain selain menyelamatkan harga diri Mila.


"Ya. Kami akan segera menikah." Kata Regan dan Mila shock mendengar apa yang baru saja di ucapkan Regan.


Mila hanya bisa menatap Regan tanpa berkedip.


Setelah dia menghilang dan menjauhinya, tiba-tiba dia mengatakan akan menikahinya? Apakah dia tidak salah dengar?


Sementara Nadiya yang sedang melihat berita juga langsung shock dan mematikan acara televisi itu.

__ADS_1


__ADS_2