Dipinang CEO

Dipinang CEO
Hatiku ambyar


__ADS_3

Pulang sekolah aku langsung berkemas, Tuan Regan akan menjemputku jam tiga sore. Dan sekarang sudah jam 02.30 menit. Setengah jam lagi aku akan kerumah Mpok Ijah untuk menitipkan kunci rumah. Hari ini adalah hari terakhirku dirumah ini.


Oooo ya aku belum kepenjara untuk melihat kedua orang tuaku. Terlalu banyak yang harus aku urus sehingga waktuku selalu saja habis. Segalanya diurus sendirian dan itu tidaklah mudah.


Bangun tidur harus masak dan bersih-bersih rumah. Setelah itu berlari keagen penjual koran. Mengambil koran dan menjualnya. Pulang sekolah harus menyerahkan hasil penjualan koran, makan siang dan mencuci baju. Uang pas-pasan! Jika satu hari saja tidak berjualan koran maka aku tidak bisa makan atau aku terpaksa harus puasa.


Jika aku bolos sekolah maka aku akan mendapat ultimatum dari kepala sekolah. Jika kukatakan alasanku bahwa aku akan kepenjara untuk melihat kedua orang tuaku maka aku terlalu malu untuk menerima penghinaan dari beberapa teman-teman ku yang tidak menyukaiku.


Ya Tuhan.....rumit sekali hidupku ini. 24 jam rasanya seperti roda sepeda yang berputar begitu cepat. Dan sepeda itu tidak membawamu kemana-mana meskipun rodanya berputar. Aku tetap seperti ini sepanjang hari dan tidak ada perubahan hingga saat ini. Jika tidak berjuang maka jangan harap perutmu akan kenyang.


Jika ditangisi yang ada hanya kesedihan tiada akhir. Jika disemangati maka badan yang lelah pun terasa baru diganti batere baru. Dan aku berharap dengan ku perjuangkan nasibku ini maka suatu saat takdirku akan berubah.


Dan suatu saat bisa ku katakan dengan penuh kebanggaan It's Me.


Okay....waktunya hampir tiba. Berhentilah melamun dan mulai lah hidup yang baru dengan semangat yang lebih banyak.


Sepuluh menit lagi. Aku akan mengunci pintu dan menaruh tasku didepan pintu. Saat Tuan Regan datang maka dia akan langsung tahu jika aku sudah siap. Sebaiknya aku memberikan kunci ini sekarang.


Aku berlari kecil sepanjang jalan. Lagian rumahnya kan ngga terlalu jauh.


"Mpok..."


Ngga ada sahutan. Sebaiknya aku panggil sekali lagi.


"Mpoookkk"


"Iya neng. Mpok sudah dengar." Nah kan sekarang baru dengar.


"Mpok, Mila bisa titip ini? Ini adalah kunci rumah Bu Yayuk, jadi karena Mila mulai besok akan tinggal dirumah majikan Mila yang baru, tolong titip kunci ini ya Mpok. Soalnya Bu Yayuk lagi pulang kampung. Dan... terimakasih buat kebaikan Mpok selama ini, yang sudah banyak membantu Mila."


"Iya sama-sama nak. Mpok jadi sedih dan merasa kehilangan, kita mungkin tidak bertemu lagi setelah ini." Kata Mpok Mila sambil memeluku.


"Jangan bilang gitu dong Mpok. Sekali-kali Mila akan main kesini dan belanja di warungnya Mpok Ijah." Kataku sambil tersenyum.


"Benarkah?" Kata Mpok Ijah melepaskan pelukanya dan menatapku. "Jangan lupa ajak temanmu yang naik mobil merah itu. Ajak kewarungnya Mpok ya neng. Biar mpok bisa Selfi disini, diwarung Mpok. Biar warungnya terkenal dan viral."


"Hahaha Mpok ini ada-ada saja. Ya deh! Nanti Mila ajak Tuan Regan kewarungnya Mpok Ijah. Tapi jangan lupa komisi buat Mila ya Mpok!" Kataku bercanda.


"Dasar anak mata duitan. Tapi ngga papa deh....nanti Mpok kasih komisi kalau Mpok viral dan dagangannya habis ye?"


"Ya Mpok. Ya sudah ya Mpok, Mila pamit dulu."


"Ya... hati-hati nak Mila, jaga diri baik-baik."


"Ya Mpok, terimakasih..." Aku kemudian berlari kecil karena kulihat dari jauh mobil Tuan Regan mendekat.


"Mila...sudah siap?" Kata Tuan Regan turun dari mobilnya.


"Sudah Tuan." Aku kemudian menenteng tasku dan memasukannya kebagasi yang sudah dibuka oleh Tuan Regan.


"Baiklah ayo kita masuk." Kata Tuan Regan membukakan pintu untukku. Aku semakin berdebar-debar dan canggung karena perasaanku sendiri.


"Oya Mila sebelum kerumah kita mampir ke toko baju dulu." Kata Tuan Regan.


"Baik Tuan." Mungkin Tuan Regan akan membeli baju atau kemeja untuk dirinya sendiri.


Kemudian Tuan Regan memutar musik dan aku melihatnya bersenandung lirih sambil matanya menatap lurus kedepan.


Aku terus memperhatikannya dengan ujung mataku, oh Tuhan....hatiku berdebar kencang sekali, seperti pacuan kuda."


Padahal aku ini hanya seperti onggokan sampah yang tidak berguna dan jika ada yang memungutnya maka itu karena akan didaur ulang.


Tapi aku bermimpi terlalu tinggi seperti pungguk merindukan bulan. Dan kata kasarnya aku ini tidak tahu diri.


Siapakah diriku ini bagaikan bumi untuk pijakan dan dia bagaikan langit yang tinggi menjulang.


Ahk semua peribahasa ini memang terlalu hiperbola, tapi ini kenyataanya. Aku terlalu dramatis dan dia terlalu romantis, hiks hiks....hatiku menangis karena sebab yang tidak jelas.


Lagu Ed sheeran ini membuatku semakin baper aja.


found a love for me Darling, just dive right in and follow my lead


Saya menemukan cinta untuk saya Darling, hanya menyelam masuk dan mengikuti jejak saya


Well, I found a girl, beautiful and sweet


 Nah, saya menemukan seorang gadis cantik dan manis


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


 Oh, saya tidak pernah tahu Anda adalah seseorang yang menungguku


 


‘Cause we were just kids when we fell in love

__ADS_1


 Karena kita hanya anak kecil saat kita jatuh cinta


Not knowing what it was


 Tidak tahu apa itu


I will not give you up this time


 Aku tidak akan memberimu waktu ini


But darling, just kiss me slow


 Tapi sayang, cium saja aku pelan


Your heart is all I own


 Hatimu hanya milikku sendiri


And in your eyes you’re holding mine


 Dan di matamu kau memegang mataku


 


Baby, I’m dancing in the dark


 Sayang, aku menari dalam kegelapan


With you between my arms


 Denganmu di antara kedua lenganku


Barefoot on the grass


 Bertelanjang kaki di rumput


Listening to our favourite song


 Mendengarkan lagu favorit kami


When you said you looked a mess


 Bila Anda bilang Anda terlihat berantakan


I whispered underneath my breath


But you heard it,


 Tapi Anda pernah mendengarnya,


Darling, you look perfect tonight


 Sayang, kamu terlihat sempurna malam ini


 


Well, I found a woman, stronger than anyone I know


 Nah, saya menemukan seorang wanita, lebih kuat dari siapapun yang saya kenal


She shares my dreams, I hope that someday I’ll share her home


 Dia berbagi mimpiku, kuharap suatu hari nanti aku akan berbagi rumahnya


I found a love to carry more than just my secrets


 Saya menemukan cinta untuk membawa lebih dari sekadar rahasia saya


To carry love, to carry children of our own


 Untuk membawa cinta, untuk membawa anak-anak kita sendiri


 


We are still kids but we’re so in love


 Kami masih anak-anak tapi kami sangat cinta


Fighting against all odds


 Berjuang melawan segala rintangan


I know we’ll be alright this time


 Aku tahu kita akan baik-baik saja kali ini

__ADS_1


Darling, just hold my hand


 Sayang, pegang tanganku saja


Be my girl, I’ll be your man


 Jadilah gadisku, aku akan menjadi laki-laki Anda


I see my future in your eyes


 Aku melihat masa depanku di matamu


Baby, I’m dancing in the dark


 Sayang, aku menari dalam kegelapan


With you between my arms


 Denganmu di antara kedua lenganku


Barefoot on the grass


 Bertelanjang kaki di rumput


Listening to our favourite song


 Mendengarkan lagu favorit kami


When I saw you in that dress


 Saat aku melihatmu di gaun itu


Looking so beautiful


 Terlihat sangat cantik


I don’t deserve this


 Saya tidak pantas menerima ini


Darling, you look perfect tonight


 Sayang, kamu terlihat sempurna malam ini


 


Baby, I’m dancing in the dark


 Sayang, aku menari dalam kegelapan


With you between my arms


 Denganmu di antara kedua lenganku


Barefoot on the grass


 Bertelanjang kaki di rumput


Listening to our favourite song


 Mendengarkan lagu favorit kami


I have faith in what I see


 Saya memiliki keyakinan akan apa yang saya lihat


Now I know I have met an angel in person


 Sekarang saya tahu saya telah bertemu dengan seorang malaikat secara pribadi


And she looks perfect


 Dan dia terlihat sempurna


I don’t deserve this


 Saya tidak pantas menerima ini


You look perfect tonight


 Kamu terlihat sempurna malam ini


Oouhhh melihatnya bernyanyi dan mendengarkannya bersenandung membuat hatiku ambyar.


Lagunya sudah berakhir dan kami berpandangan. Dengan cepat kutundukkan pandanganku sebelum aku hanyut dan tenggelam dalam matanya.

__ADS_1


Dan akhirnya kami sampai disebuah toko baju.


__ADS_2