Dipinang CEO

Dipinang CEO
Kompak


__ADS_3

Saat ini Mila sudah bisa diajak berbicara. Dia juga sudah boleh berbicara namun hanya sedikit saja. masih dilarang untuk berbicara keras dan tertawa terbahak.


Karena saraf dibagian belakang kepalanya akan berkerja terlalu aktif jika dia bereaksi berlebihan saat berbicara.


Perban dibagian belakang kepalanya masih belum dilepas. Regan membantu Mila menambahkan bantal dipunggungnya untuk sandaran.


"Dimana Matthew?" Tanya Mila yang melihat Regan datang sendirian.


"Aku menitipkanya pada Handoko."


"Bibi?" Mila terkejut baru mengetahui sekarang.


"Bibi pulang kampung saat hari pertama kau dirawat. Anaknya sakit dan sepertinya cukup serius." kata Regan saat melihat reaksi Mila yang khawatir.


"Siapa yang menjaga Matthew saat aku disini?" Menoleh pada Regan dan berfikir mungkinkah Matthew bersama dengan Regan?


"aku yang menjaganya." Mila tersentak dan menatap Regan seolah tidak percaya dengan ucapannya.


"Kau membawanya kerumahmu?" Tanya Mila agak khawatir dan berfikir jika Regan membawa Matthew kerumahnya.


"Tidak. Apakah kau khawatir aku akan membawanya pulang kerumah?" Mila terlihat menatap Regan dan mengangguk pelan.


Tentu saja dia khawatir jika sampai Regan melakukan semua itu. Wajah Matthew mirip sekali dengan Regan. Dan bagaimana jika keluarganya tahu jika itu adalah cucu mereka dan anak dari Regan?


"Aku menjaganya dirumahmu. Jangan khawatir soal itu." Kata Regan seakan bisa membaca apa yang sedang dipikirkan Mila.


Mila tersenyum sedikit dan memejamkan matanya.


"Apakah kau mau istirahat?"


Mila mengangguk dan Regan pergi membiarkanya istirahat.

__ADS_1


"Istirahatlah, aku akan menjaga Matthew."


Mila membuka matanya dan memanggil Regan.


"Regan, terimakasih..."


Regan mengangguk dan tersenyum pada Mila.


***


Regan menemui CEO Handoko yang sedang menghibur Matthew karena menangis dan sepertinya dia kewalahan.


Regan berlari setelah turun dari mobil dan mendengat Matthew menangis sangat keras.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa dia menangis sekeras ini?"


"Apa maksudmu? Kau pikir aku yang membuatnya menangis?" Tanya CEO yang memang tidak sepandai Regan dalam hal mengasuh anak-anak.


CEO tinggal sendirian sejak kecil, dan dia tidak punya saudara sehingga tidak tahu bagaimana cara menghibur anak kecil atau bayi yang menangis.


"Hhhhaaaasssiiittt. Dia berhenti menangis setelah kau gendong?"


"Dia mungkin bosan tiduran, dan dia akan merasa nyaman saat kau menggendongnya."


"Dia juga menangis saat aku menggendongnya." Kata CEO masih terpana dengan apa yang baru saja dia lihat.


"Tadi aku juga sudah menggendongnya dan dia tetap menangis."


Regan menatap Handoko dan tersenyum.


"Kenapa kau menatap wajahku seperti itu?"

__ADS_1


"Dia menangis karena wajahmu?"


Kata Regan sambil tersenyum. Handoko lalu memegang pipinya dan tidak ada yang aneh dengan wajahnya.


"Wajah panikmu terlihat aneh. Itu yang membuat dia ketakutan." Kata Regan dan mentertawakan Handoko.


"Sial!" umpat CEO Handoko.


"Jika kau panik seperti itu, wajahmu menakutkan, Matthew mungkin takut karena kau terus tegang." Regan mengangkat matanya dan melihat CEO Handoko.


"Aku tidak punya saudara. Aku tidak tahu bagaimana mendiamkan anak kecil yang menangis." Kata Handoko dan duduk didepan Regan.


"Aku punya dua adik kembar. Dan mereka kadang menjengkelkan kadang juga membuatku rindu."


"Kau melihat bagaimana ibumu merawat mereka." pikir CEO Handoko yang melihat jika Regan cukup piawai menjaga Matthew. Matthew juga nyaman bersama Regan dan jarang menangis.


"Saat tidak tidak ada bibi, maka aku membantu menjaga keduanya." Aku Regan pada CEO Handoko dan entah bagaimana awalnya tiba-tiba mereka terlihat kompak menjaga Matthew.


"Lihatlah, dia tertidur mendengar kita berbicara." Kata CEO Handoko dan tersenyum pada Matthew yang sedang tertidur pulas.


"Kau sudah makan?" tanya Regan pada CEO Handoko.


"Belum."


"Mari pesan makanan dan kita makan bersama." Kata Regan karena dia sendiri juga lapar.


CEO mengangguk dan Regan memesan makanan untuk mereka berdua.


Selesai makan Regan bertanya pada CEO Handoko dan berbagi tugas dalam menjaga Matthew selama bibi belum kembali.


"Kau mau bertemu Mila?" tanya Regan.

__ADS_1


"Iya, aku ingin melihat keadaanya."


Regan mengangguk dan membiarkan dia pergi tanpa saling cemburu. Dalam hati Regan, dia sudah tahu jika CEO Handoko sudah mundur sejak dia tahu jika Regan adalah ayah yang sebenarnya dari anak Mila. Padahal kenyataannya, CEO Handoko masih berharap Mila mau memberikan kesempatan baginya meskipun dia tahu jika Regan adalah ayahnya.


__ADS_2