Dipinang CEO

Dipinang CEO
Aku percaya padamu


__ADS_3

Ternyata orang yang berdiri dipintu adalah Catrine. Catrine berjalan mendekati Mila yang terbaring sendirian.


"Aku heran, bagaiamana bisa seorang dokter ternama sepertimu yang katanya gadis baik-baik, tapi bisa mengalami kecelakaan dengan suami orang lain." Kata Catrine, seperti biasa, kata-katanya pedas dan setajam silet.


Deg.


Dokter Mila kaget dengan ucapan Catrine yang sangat melukai perasaanya.


"Jangan salah paham, aku tidak melakukan apapun dengan suamimu. Dia mengajakku bertemu dan setelah itu, kami mengalami kecelakaan," kata Mila menjelaskan jika dia tidak punya hubungan apapun dengan Regan.


"Apa yang kalian bicarakan hingga harus pergi ke pantai?"


Darimana dia tahu? gumam Mila.


"Itu bukanlah hal yang penting."


"Aku tahu apa yang kau dan Regan inginkan. Dan aku tidak akan membiarkan Regan mewujudkannya. Apalagi terus terang, sejak pertama kali bertemu denganmu. Aku sudah tidak menyukaimu. Aku sangat membenci sifat sok polosmu itu." Kata Catrine lalu pergi dan membiarkan Mila sendirian.


Airmata Mila jatuh membasahi pipinya begitu deras.


Apa yang Catrine sangkakan padanya sangat menyinggung perasaannya. Hati dan harga dirinya terluka.


Apakah semua orang berfikir yang sama?


***


Dikantor, dokter Irwan malu karena semua orang berbisik-bisik tentang sebuah artikel dikoran tentang dugaan perselingkuhan hingga menyebabkan kecelakaan.


"Dokter, apakah orang yang ada didalam mobil itu adalah calon istri anda? Katanya dia baru saja dari pantai dan bertemu dengan pria yang sudah beristri? Maaf dokter, kami menanyakan ini. Kami sangat prihatin jika memang itu benar adanya." Kata seorang sesama teman dokter yang julid.


"Itu tidak benar. Mereka adalah teman dan sudah seperti keluarga."


"Tapi, katanya pria itu saat ini sedang mengajukan gugatan perceraian. Apakah itu karena dia mencintai wanita lain?"


"Itu urusan mereka. Sebaiknya kau bekerja dan tidak usah hiraukan gosib murahan seperti ini. Tinggalkan aku, aku sedang sibuk." Kata Dokter Irwan.


Tanganya mengepal menahan amarah dan rasa kesal.


"Maaf dokter, sebaiknya calon istri anda memberikan klarifikasi, supaya nama anda juga tidak buruk akibat gosip ini. Saya permisi! Saya mengatakan ini, karena saya peduli pada anda." Kata dokter itu lalu pergi.


Dokter Irwan berdiri menatap jendela dan menarik udara sebanyak-banyaknya. Dadanya terasa sesak dan sempit saat ini.


"Mila, apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa ada gosip seperti ini disaat kita akan menikah?" Dokter Irwan berbicara sendirian didalam kantornya.

__ADS_1


***


Nadiya sedang memegang surat kabar dan dia menunjukan pada Regan.


"Regan, kenapa ada berita tentang dirimu seperti ini? Dan perceraian?? Apakah kau mengajukan gugatan perceraian?" Tanya Nadiya kaget saat dia membaca sebuah artikel tentang putranya.


"Itu tidak benar mi. Pasti itu kerjaan orang yang tidak bertanggung jawab." Kata Regan sambil mengalihkan pandanganya pada sudut ruangan yang kosong.


"Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api. Dan berita perselingkuhan ini, membuat telinga mami panas. Kenapa kau seceroboh ini?"


"Sudahlah mi. Regan sedang tidak mau membahas artikel itu. Biarkan saja. Nanti juga lewat begitu saja."


"Tidak! Ini tidak benar Regan. Mami akan menemui Catrine dan menanyakan padanya secara langsung."


Nadiya lalu menemui Catrine dan mereka makan disebuah Cafe didekat rumah sakit.


"Kenapa ada berita seperti ini? Dan bagaimana publik bisa berfikir seperti itu tentang kalian?" Tanya Nadiya yang duduk berhadapan dengan Catrine.


"Catrine juga tidak tahu mi. Tapi sepertinya hubungan kami tidak bisa kami lanjutkan lagi. Dan itu semua sejak gadis itu datang."


"Gadis? Siapa? Apakah ada yang tidak mami ketahui?"


"Regan ingin bercerai karena dokter Mila. Dokter Mila sering bertemu dengan Regan secara diam-diam. Dan mulai merusak hubungan kami." Kata Catrine sengaja agar Nadiya membenci Mila.


"Iya mi."


"Tapi....mereka berteman sejak dulu. Dan Dokter Mila juga tahu jika Regan sudah berkeluarga. Dia juga akan menikah sebentar lagi. Sepertinya itu tidak mungkin." Nadiya berfikir secara rasional.


"Regan sudah mengajukan perceraian kami. Dan tidak ada yang tahu jika nanti, dokter Mila juga akan menggagalkan pernikahanya. Lalu Regan dan dokter Mila akan menikah."


"Itu tidak benar. Dan itu tidak boleh terjadi. Mami yakin, Regan tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu."


Catrine lalu pura-pura menangis dan mencari simpati dari mami mertuanya.


***


Nadiya datang keruangan dokter Mila dan ingin agar Mila mengklarifikasi semuanya.


"Tante..." Kata Mila dan berusaha untuk bangun.


"Sudah, tidak usah bangun. Bagaimana keadaanmu?"


"Sudah lebih baik Tante."

__ADS_1


"Oh ya, Tante datang kesini karena ada yang ingin Tante tanyakan, dan ini agak pribadi."


Deg.


Mila berdebar dengan pertanyaan yang akan diajukan Nadiya.


"Apakah putraku Regan sering menemuimu?"


"Tidak Tante. Kami hanya bertemu kemarin sebelum kecelakaan." Jawab Mila jujur.


"Apakah kau tahu jika Regan mengajukan cerai dan akan mengakhiri rumah tangganya denga. Catrine?"


Mila menggelengkan kepalanya.


"Tante mendengar kabar tidak sedap tentang kalian. Dan sebaiknya mulai sekarang, kalian menjaga jarak. Karena Jiak pernikahan mereka kandas, hubungan bisnis dan keluarga kami akan menjadi bermasalah. Semoga kamu paham apa yang Tante ucapkan, dokter Mila."


"Baik Tante, saya mengerti. Kami berjanji tidak akan bertemu lagi " Kata Mila menahan airmata yang menggenang dimatanya.


"Kalau begitu, Tante permisi. Kamu semoga lekas sembuh."


Dipintu Nadiya bertemu dengan Dokter Irwan.


Nadiya lalu tersenyum padanya dan melihat Mila yang mengusap airmatanya.


Dokter Irwan berjalan mendekati Mila.


"Itu Tante Nadiya. Dan kenapa kamu menangis? Apakah dia mengatakan hal yang buruk padamu?" Tanya Dokter Irwan yang menebak jika Nadiya datang karena berita yang beredar.


"Em, tidak, aku tidak papa...."


Dokter Mila berusaha tersenyum didepan calon suaminya.


"Aku membawakan ini untukmu, apakah kau sudah makan?"


Mila menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan menyuapimu makan. Mari makan bersama."


"Irwan, maafkan aku, karena aku ceroboh, namamu menjadi terseret digosip yang beredar." Kata Mila merasa khawatir dengan apa yang dokter Irwan pikirkan tentang dirinya.


"Aku percaya padamu Mila. Kau tidak mungkin seperti yang mereka katakan."


Setelah lama merenung, akhirnya dokter Irwan memilih untuk percaya pada kekasihnya daripada berita yang beredar.

__ADS_1


Aku percaya padamu, genggamlah kepercayaanku, jangan kau lepaskan ditengah jalan


__ADS_2