
Keesokan harinya, tersebar kabar jika Mila makan malam romantis dengan CEO nya. Dan berita itu langsung menjadi buah bibir diantara para dokter dan juga suster dirumah sakit itu.
Disaat yang sama, CEO menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengumpulkan kesalahan dokter Irwan selama menjadi direktur.
CEO sudah mengatur semuanya dan memberikan tekanan pada dokter Irwan.
Dokter Irwan dipanggil dan dimintai pertanggung jawaban akan beberapa peralatan rumah sakit yang dia pesan tidak sesuai dan membuat rumah sakit merugi.
Dokter Irwan pulang dengan langkah gontai. Dia masuk dan disambut oleh Weni saat itu.
"Kau pulang lebih awal? Apakah kau sakit? Wajahmu terlihat pucat." kata Weni.
"Ada masalah dirumah sakit " kata Irwan.
Weni yang sudah membaca berita tentang Mila dan CEO yang semakin dekat tidak jadi mengatakan pada suaminya karena dia lihat jika suaminya sedang tidak baik kondisinya.
"Aku akan membuatkan minuman untukmu." kata Weni dan tidak lama kemudian keluar dengan minuman untuk suaminya.
Irwan meminumnya dan duduk dengan wajah lesu.
"Gajiku akan dipotong." kata Irwan pada Weni. Dan sontak saja membuat Weni kaget dan syok. Bagaimana akan dipotong padahal dia akan punya anak dan biayanya tidak sedikit.
"Aku membuat kesalahan besar dan membuat kerugian untuk rumah sakit. Entahlah, aku juga tidak mengerti bagaimana aku bisa ceroboh menandatangani pesanan." kata Irwan.
Weni menatap Irwan dan tiba-tiba saja Irwan menatap tajam kearahnya.
"Ini semua karena dirimu? Kau tidak sepintar Mila kau juga terus membuat ku pusing dengan permintaanmu. Akhirnya aku menjadi tidak fokus bekerja." kata Irwan.
"Kenapa kau bandingkan aku denganya?"
"Karena dia berpendidikan dan kau tidak? Kau hanya membuatku bertambah lelah setiap kali pulang bekerja. Kau tidak bisa membantuku sama sekali." Kata Irwan berteriak dan melampiaskan kekecewaannya pada Weni.
"Kau keterlaluan!"
__ADS_1
"Itu kenyataanya! Kenapa kau hamil dan membuatku harus menikahimu?"
"Apa! Aku hamil dan ini adalah anakmu!"
"Kau ceroboh dan sengaja agar aku menikahimu bukan?"
"Kau benar-benar keterlaluan!"
Weni lalu pergi kekamarnya dan Irwan berteriak padanya.
"Kau memang pembawa sial! Aku bersusah payah mencapai ini dan kau membuat aku terlihat bodoh didepannya."
Irwan lalu mengambil minuman yang disimpan Weni.
Sementara Weni menangis dikamarnya dan sedih karena suaminya sering membandingkan ya dengan Mila yang berpendidikan.
Tapi kenapa dia harus dibandingkan dengan Mila? Padahal dia tahu jika Irwan tidak suka padanya, Irwan membencinya karena dia adalah anak dari pembunuh ayahnya.
***
Mila berpapasan dan menyapanya.
"Dokter Irwan, anda terlambat hari ini?" Sapa Mila saat melihat Irwan datang terlambat satu jam dari biasanya.
"Ya. Weni sedang tidak enak badan, jadi aku mengurusnya lebih dulu. Dia sedang hamil, jadi aku harus memperhatikanya." kata Irwan pada Mila.
Mila menatapnya hingga dokter Irwan berlalu.
CEO juga baru saja datang dan dia berhenti saat melihat Mila.
"Mila, apa yang kau lakukan disini?"
"Ehm, tidak ada. Saya akan kembali ke ruangan."
__ADS_1
CEO lalu pergi kearah yang berbeda dan Mila masuk keruanganya.
***
Regan terkejut dipagi hari karena berita yang menyebutkan jika CEO Handoko dan Mila kembali dekat.
Mereka bahkan sudah makan malam romantis dan sepertinya akan segera bertunangan.
Darah Regan langsung mendidih dan dia menelpon Mila.
Mila mengangkatnya dan terkejut karena Regan menelponya sepagi ini.
"Kau makan malam denganya?" tanya Regan langsung pada Mila dengan dada yang bergemuruh karena marah.
"Iya, tadi malam kami pergi bersama." kata Mila terus terang.
"Aku sudah bilang agar kau menjauhinya? Kenapa kau suka sekali membuat gosip hah?" Kata Regan dan Mila tersinggung dengan ucapannya.
"Apa kau bilang? Aku membuat gosip? Kau kelewatan. Lalu kenapa kau harus marah hah?" tanya Mila kesal pada Regan yang menuduhnya seperti itu.
"Sudah aku bilang jika jangan dekat-dekat dengannya? Dia hanya memanfaatkanmu saja!Atau kau memang ingin dimanfaatkan olehnya?"
"Regan, jaga ucapanmu? Kali ini kau sudah kelewatan! Kau menuduhku yang tidak-tidak!" kata Mila lalu menutup teleponnya.
Regan kesal dan marah, dia juga cemburu pada CEO Handoko. Apalagi setiap hari Mila bekerja denganya. Dan setiap saat mereka bisa bertemu.
Padahal Regan sudah memberitahu keluarganya untuk membawa Mila dan mengenalkanya pada keluarganya.
Tapi dengan berita yang tersebar tentang Dokter Mila dan CEO Handoko, Regan tidak yakin keluarganya akan menyukainya. Keluarganya paling anti dengan gosip dan skandal.
Mila benar-benar tidak mengerti kenapa Regan harus marah padanya?
Dia hanya ingin membalas dokter Irwan dan membuatnya jera. Dia dan keluarganya sudah mempermainkan hidupnya dan pernikahan nya. Bagaimana dia bisa tinggal diam dan tidak melakukan apa-apa?
__ADS_1