Dipinang CEO

Dipinang CEO
Suami tak berakhlak


__ADS_3

Ternyata yang bertamu adalah Arya, pemilik berbagai tempat hiburan di beberapa kota besar. Rupanya Arya ingin bertemu dengan Tuan Bonar karena suatu urusan.


"Kau datang diwaktu yang tidak tepat kawan!" Kata Tuan Bonar.


"Oh, Sorry bos! Aku ada tugas penting untukmu."


"Apakah bisa kita bicarakan nanti besok saja. Aku sedang ingin bersenang-senang didalam."


"Baiklah jika begitu." Kata Arya.


"Datanglah besok malam. Kau adalah tamu penting, namun saat ini aku sedang ada tamu istimewa dikamarku. Aku tidak ingin bidadariku terlalu lama menungguku."


"Aku akan datang besok malam. Dan selamat bersenang-senang..." Kata Arya yang sangat mengerti tentang kebiasaan Tuan Bonar yang suka dengan wanita cantik.


Akhirnya Arya pulang dan Tuan Bonar berpesan kepada anak buahnya.


"Jika aku belum keluar tidak ada yang boleh menggangguku! Mengerti! Aku tidak peduli meskipun Presiden yang datang kemari, jika bukan aku yang keluar sendiri maka tidak ada seorangpun yang boleh mengetuk pintu kamarku!" Pesan Tuan Bonar kepada beberapa anak buahnya.


Kata Tuan Bonar kemudian masuk kedalam kamarnya kembali.


"Kau sangat beruntung kawan. Istrimu mampu membuat Tuan Bonar mabuk kepayang! Jika tidak mungkin saat ini kau sudah menjadi arwah!" Kata salah seorang anak buah Tuan Bonar kepada Johan.


"Ahk kau banyak omong!" Katanya sambil menenggak minuman.


"Darimana kau mendapatkan istri yang secantik itu? Dan bagaimana orang payah sepertimu bisa mendapatkan istri yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Aku bahkan tidak keberatan untuk bersenang-senang dengan istrimu jika Tuan Bonar sudah tidak membutuhkannya lagi."


"Tutup mulutmu!" Kata Johan sambil melemparkan gelas kearah orang itu.


Pyaaarrr!


Semua orang menoleh dan berkerumun mendekat.


"Ada keributan apa? Kau cari mati ya!" Kata salah seorang penjaga berbadan tegap dan besar.


"Bawa dia keluar! Orang tidak berguna!" Kata orang yang tadi dilempar dengan gelas dan untuk dia cepat menghindar.

__ADS_1


Akhirnya orang berbadan tegap itu menarik kerah Johan keluar dari tempat hiburan itu.


"Lepaskan!" Kata Johan sambil menarik tangan orang itu. "Aku bisa jalan sendiri."


"Jangan perlihatkan wajahmu lagi kemari! Dasar orang payah!" Kata orang tadi kesal karena dilempar gelas berisi minuman.


"Sudah! Sudah! Bubar jangan ganggu ketenangan bos didalam! Bos kita sedang menikmati malam yang indah dengan wanita itu. Dan jika ada yang berani mengganggunya maka kepalanya pasti sudah lepas dari badan!"


Merekapun kembali dengan ketempat duduknya masing-masing. Tidak ada yang berkerumun dan membuat onar.


Sementara Bella begidik ketakutan saat melihat Johan masuk kembali dan berjalan mendekatinya. Badannya yang besar kini hanya tinggal memakai celana kolor saja. Perutnya yang besar nampak terlihat jelas dan ada kalung emas yang melingkar dibawah perutnya.


Bella tak bergeming dan hanya memegangi kedua lututnya dan keluar keringat dingin dari sela-sela pori-porinya.


"Jangan mendekat!" Kata Bella saat Tuan Bonar berusaha merengkuhnya kedalam pelukanya.


"Aku suka perlawanan. Teruslah melawan, karena permainan ini semakin terasa nikmat jika kau terus melakukan perlawanan!" Kata Tuan Bonar sambil tersenyum menyeringai.


"Kurang ajar! Dasar lelaki biadab! Menjauhlah dari diriku!"


"Lepaskan! Lepaskan aku!" Teriak Bella saat Tuan Bonar menggendongnya dan menggenggam kedua tangannya. Sementara kaki Bella terus meronta-ronta hingga dia kebajikan tenaga.


"Lepas kan Tuan.... saya akan bekerja dan akan membayar hutang suami saya." Kata Bella sambil berurai air mata.


"Tentu saja kau saat ini sedang bekerja untuk membayar hutang suamimu! Bekerjalah dengan baik dan puaskan aku!" Kata Tuan Bonar!


"Saya akan bekerja menjadi apa saja namun tidak untuk menjual diri saya." Kata Bella saat dia sama sekali tidak bisa bergerak karena kedua tangannya dipegang oleh Tuan Bonar dan kedua kakinya diapit oleh kaki besarnya.


"Ini adalah pekerjaan yang paling mudah dan cepat menghasilkan uang!"


"Jangan lakukan ini Tuan, saya mohon." Kata Bella terus mengiba dan memohon.


"Namun kemudian Tuan Bonar merobek baju atasanya sehingga terlihat apa yang ada didalamnya begitu kencang dan menantang.


"Ini sangat lezat. Aku suka yang seperti ini. Sangat terawat!" Kata Tuan Bonar sambil membelalakkan manik matanya.

__ADS_1


Airmata Bella jatuh diatas dadanya yang menantang. Dan Bella memalingkan wajahnya saat dilihatnya Tuan Bonar mulai menghisap sesuatu itu dan mempermainkanya.


Menjijikan sekali. Bella bahkan tidak mau menatap dan mengeluarkan satu suarapun meskipun dia ingin mengeluarkannya dan tidak kuat menahannya.


"Bersuaralah! Mendesahlah! Keluarkan suaramu dengan keras, tidak akan ada yang mendengarnya dari luar. Ayo nikmatilah permainan ini. Kerjakan pekerjaanmu dengan baik. Bukankah kau ingin bekerja."


Cup! cup! cup!


Suara Tuan Bonar yang terus mengecup apa saja yang dia inginkan tanpa henti. Bella kehabisan nafas karena terus menahan setiap kelakuan bejat dari Tuan Bonar.


Akhirnya berulang kali Tuan Bonar melakukan hal yang memalukan dan membuatnya tersenyum puas. Tuan Bonar tidak berhenti membuat badan Bella berpeluh hingga pagi menjelang.


Bella bahkan sampai pingsan karena Tuan Bonar melakukan hubungan itu berulang-ulang. Bahkan saat pingsan pun Tuan Bonar masih memakai tubuhnya.


Fajar pertama menyinari bagian tubuh Bella yang tanpa sehelai benangpun menutupinya. Sementara Tuan Bonar sudah tidak ada disana. Rupanya Tuan Bonar sudah pergi kesuatu tempat bersama beberapa anak buahnya.


Bella hanya dijaga oleh dua anak buah dan saat itu anak buah Tuan Bonar sedang pergi untuk membeli sarapan.


Datang seorang lelaki peruh baya yang kebetulan ketiduran disana. Dan saat dilihatnya ada seorang perempuan sedang pingsan tanpa busana didalam kamar kemudian lelaki paruh baya itu menutupinya dengan selimut dan memercikan sedikit air diwajahnya.


Kemudian Bella membuka matanya dan langsung menarik selimut dan meringkuk menahan malu saat ada lelaki lain yang melihatnya dalam keadaan seperti itu.


"Siapa kamu?"


"Pakailah bajumu dan pulanglah." Kata lelaki itu kemudian pergi meninggalkan Bella sendirian saat dia tahu jika Bella sudah sadar.


Dengan langkah tertatih kemudian Bella mengambil setiap bajunya yang tercecer dilantai. Matanya melihat ke sekeliling ruangan kamar itu dan tidak didapatinya lelaki gemuk itu.


Akhirnya Bella dengan badan yang masih lemas dan sangat haus memakai bajunya yang terkoyak dan keluar dari kamar itu.


Dia berjalan perlahan dengan rasa yang masih nyeri akibat perbuatan Tuan Bonar. Meskipun tertatih akhirnya Bella berhasil naik angkot dan pulang kerumahnya.


Suaminya sudah menunggunya didalam rumah sambil ditemani segelas minuman anggur. Dan matanya menatap badan Bella dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Bella merasa jijik dengan tatapan dan apa yang sudah dilakukan suaminya. Kemudian Bella berjalan kedapur tanpa menyapa dan tanpa menoleh kepada suaminya yang tidak berakhlak itu.

__ADS_1


__ADS_2