Dipinang CEO

Dipinang CEO
Wandah dan kepribadian gandanya


__ADS_3

Pagi harinya Irwan bangun lebih dulu dan Mila bahkan tidak bisa membuka matanya karena badanya demam tinggi.


Irwan menyalakan lampu dan membuka gordennya. Dia lalu berjalan mendekati istrinya dan hanya menatapnya acuh.


Bidadariku belum bangun. Bahkan dia lupa secangkir kopi panas setelah melam pengantin yang dingin ini.


Perlahan Mila membuka matanya dan dia kaget saat Irwan sudah bangun lebih dulu dan sudah membuka tirai jendelanya.


"Selamat pagi honey..." Kata Irwan tersenyum saat Mila bangun dan menatapnya.


"Pagi, suamiku....maafkan aku, harusnya aku bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untukmu." Kata Mila.


"Ohh, tidak usah sayang, sekarang kau duduklah dengan manis dan aku yang akan membuat sarapan untuk kita berdua " Kata Dokter Irwan.


"Tapi, aku kan istrimu, harusnya aku yang melayanimu." Kata Mila dan memegang kepalanya yang sangat berat.


"Sekarang, kau yang akan duduk dan istirahat, aku yang akan melayanimu." Kata Irwan lalu masuk kedapur.


Mila menatapnya dengan tersenyum.


"Kau tidak marah saat aku bangun kesiangan. Ini adalah hari pertama kita sebagai suami istri. Dan kau benar-benar suami idaman. Kau bahkan tidak membiarkan aku bangun dan malah kau yang menyiapkan sarapan untukku." kata Mila.


"Tidak apa sayang..... tunggu sebentar ya...."

__ADS_1


Didapur, Irwan mengintip apa yang Mila lakukan, dan dia tersenyum senang saat melihat Mila tersenyum dan percaya pada ketulusannya.


Irwan lalu menelpon mamanya.


"Halo, mama,"


"Sayang...." Kata Mamanya.


"Bagaimana? Apakah kau sudah mulai dengan rencana kita?" Tanya Mamanya.


"Sudah Ma. Mila percaya padaku dan tidak curiga sama sekali." Kata Irwan.


"Balaskan dendam ibumu ini. Kematian ayahmu karena ibunya harus kau balas melalui putri mereka. Kau ingat kan, mamamu menjadi janda saat usiamu masih kecil, dan semua itu karena ibunya, kau juga harus kehilangan papamu dan menderita." Kenang mamanya.


Istrinya yang saat itu mencari suaminya melihat kejadian itu dan melihat bagaimana Bella, ibunya Mila mendorong suaminya hingga suaminya tiada.


Namun mamanya Irwan, tidak melaporkan kasus itu dan akan membalas kematian suaminya dengan caranya sendiri.


Dan apa yang sudah mereka rencanakan saat ini mulai mereka wujudkan.


"Dia sudah dipenjara." Kata Wandah, ibunya dokter Irwan


"Apa yang dia lakukan Ma, hingga dia dipenjara?" Tanya Dokter Irwan.

__ADS_1


"Dia membunuh suaminya sendiri tepat dihari pernikahanmu." Kata Wandah sambil tertawa puas melihat kehancuran hidup Bella.


"Apa? Kenapa kami tidak tahu Ma, Apakah Mila juga tidak tahu dengan kejadian ini?"


"Kau tidak usah memberitahunya. Kita akan memberitahunya disaat yang tepat. Kau sudah naik pesawat saat kejadian itu terjadi. Kau harus menghancurkan karirnya, harga dirinya dan setelah dia tidak berguna, kau buanglah dia dijalanan." Kata Wandah pada pada putranya dengan penuh kebencian pada menantunya Mila.


Tanpa sengaja Edo datang dan Wandah cepat menutup teleponnya.


"Ma..." Tanya Edo.


"Ohh, ya sudah ya, besok aku akan ke butik untuk melihat bajunya." Kata Wandah dan duduk didekat suaminya. Wandah memutuskan untuk menikah lagi demi biaya Irwan dan kakaknya waktu itu setelah suaminya meninggal.


Wandah terkenal baik hati dan sosok yang dermawan diantara para tetangganya, dan itulah yang suaminya suka dari Wandah hingga dia menikahinya.


Suaminya yang sekarang tidak tahu jika Wandah punya kepribadian ganda dan punya sisi gelap dalam dirinya.


Edo menatap mertuanya dengan bingung.


"Ma, mari sarapan." Kata Edo.


Sementara Irwan tahu jika ada kakak iparnya disamping mamanya hingga dia langsung menutup teleponnya.


Rencana ini hanya Irwan dan Mamanya yang tahu, bahkan kakak perempuannya juga tidak tahu apa yang mereka rencanakan terhadap Mila.

__ADS_1


__ADS_2