Dipinang CEO

Dipinang CEO
Mila membantu Jihan


__ADS_3

Karena video yang diperlihatkan Wandah, seharian CEO terus saja gelisah. Apalagi saat dia tahu Mila tidak bisa datang karena sakit.


Berbagai pertanyaan ada dalam benaknya. Dia berfikir benarkan Mila sakit atau dia sedang bersama Regan.


Mila, jangan sampai kau patahkan hatiku. Kau berbeda dengan semua wanita yang aku kenal. Dan aku sangat yakin kau berbeda.


Gumam CEO Handoko dengan ekspektasi yang begitu tinggi terhadap Mila.


Dia berfikir jika Mila tidak seperti gadis-gadis yang dulu pernah dekat dengannya. Gadis-gadis yang hanya peduli pada popularitas dan uang.


CEO lalu pergi keruangan Mila, dia lihat ruangan itu kosong. Lama berdiri disana, CEO lalu keluar dan akan kerumah Mila.


Saat itu Mila sedang istirahat, dia berfikir untuk menggunakan kesempatan libur satu hari untuk benar-benar memulihkan kondisinya.


Terdengar suara CEO sedang berbicara dengan Bibinya diruang tamu. Mila lalu sayup-sayup memperhatikannya, tidak lama kemudian dia keluar menemui CEO. Dia merasa tidak enak hati karena CEO harus datang kerumahnya.


"Mila, istirahat saja...aku hanya khawatir kau tidak masuk kerja hari ini." kata CEO saat dia melihat Mila keluar menemuinya.


"Maaf pak, saya libur satu hari. Dari kemarin saya demam." kata Mila lalu duduk dan menyuruh Bibi memberikan minuman untuk atasanya.


"Mila, sebaiknya kau jangan terlalu cemas. Jika kau banyak pikiran, maka kau akan mudah sakit." kata CEO yang menebak jika Mila pasti masih memikirkan gosip tentang dirinya.


"Yang bapak katakan memang benar. Saya merasa seluruh badan saya menjadi tidak nyaman setiap kali saya memikirkan apa yang orang pikirkan tentang saya." kata Mila terus terang pada CEO.


Bagaimana dia tidak pusing? CEO berisaha mendekatinya dan sudah membuat pengumuman jika Matthew adalah anaknya. Sedangkan dia tahu jika Regan adalah ayahnya dan dia juga ingin mendekatinya.


Belum lagi apa yang orang pikirkan tentang dirinya? Setiap hari bergantian Regan dan CEO datang kerumahnya. Orang akan berfikir jika aku wanita yang buruk, karena memanfaatkan mereka berdua.


Semua orang juga tahu jika mereka berdua kaya raya. Dan pasti mereka akan mengira jika aku wanita yang gila harta.


Tiba-tiba Mila menggelengkan kepalanya berulangkali tanpa sadar saat dia sedang melamun.


Haruskah aku memintanya untuk jangan datang kemari? Bagaimana jika dia tersinggung?


Aku sungguh tidak berani mengatakannya....


CEO berpamitan setelah lama berbincang dengan Mila.

__ADS_1


Didalam mobil, CEO berfikir jika Video itu tidak benar. Mungkin Regan datang karena memang berusaha mendekati Mila, tapi dia yakin Mila tidak seperti yang ibunya dokter Irwan pikirkan.


***


Di tempat lain dokter Irwan sedang makan malam bersama Weni dan juga Wandah ibunya.


Wandah lalu memperlihatkan video yang dia dapatkan dari orang suruhannya untuk menjauhkan Mila dari CEO Handoko.


Irwan dan Weni nampak terkejut melihat Video itu dan Irwan menatap mamanya tajam.


"Sudahlah Ma. Sebaiknya kita berhenti sampai disini." kata Irwan pada mamanya.


"Bagaimana mama bisa berhenti? Jika dia menjadi istri CEO itu maka posisimu akan digeser." kata Wandah.


Irwan diam saja. Karena dalam hati dia juga khawatir dengan posisinya saat ini.


"Yang mama katakan benar Irwan. Jika Mila menjadi atasanmu maka dia akan balas dendam. Apalagi jika dia tahu kau sudah menjebaknya waktu itu." kata Weni.


"Tidak. Tetap saja sebaiknya saat ini kita tidak usah ikut campur dulu. Biarkan saja. Kita lihat apa yang akan Mila putuskan nanti? Kau pikir dia akan menerima CEO menjadi suaminya? Kau tahu kan jika itu anaknya Regan?"


Wandah menatap Irwan, begitu juga Weni. Mereka sedang berfikir dan akhirnya mengangguk bersamaan.


"Biarkan saja dia terus tertekan seperti itu. Kita tidak usah ikut campur lagi." kata Irwan dan menghabiskan makanannya.


Pernikahannya dengan Weni juga tidak berlangsung dengan mulus. Hampir setiap hari mereka bertengkar karena hal sepele.


Ternyata setelah tinggal satu atap, mereka mempunyai banyak perbedaan dalam pemikiran. Sehingga sering muncul pertengkaran setelah berbicara tentang masa depan.


***


Dokter Mila pulang dari kantor dan dia melihat seseorang pingsan didekat belokan sebuah jalanan yang sepi.


Dia menghentikan mobilnya dan mengamati wanita itu. Wanita itu tidak bergerak dan saat rambutnya tergerai karena angin kencang, wajahnya sepertinya dikenali oleh dokter Mila.


"Jihan!?"


Setelah tahu jika ternyata wanita itu adalah Jihan, maka dokter Mila langsung turun dan mendekatinya.

__ADS_1


Ada darah di kakinya.


Khawatir tidak bisa menyelamatkanya dokter Mila langsung membawa Jihan kerumah sakit terdekat.


Sampai dirumah sakit, Jihan langsung diperiksa dan Mila menunggu diluar.


Tidak lama kemudian Mila dipanggil.oleh seorang dokter.


"Anda keluarganya?"


"Benar dok. Apa yang terjadi dengan saudara saya?" kata Mila.


"Dia kehilangan banyak darah, tapi beruntung sekali dia cepat dibawa kemari. Jika tidak mungkin nyawanya tidak bisa tertolong." kata Dokter pada Mila.


Mila mengangguk lalu dokter menanyakan tentang luka yang lainya.


Mila menggelengkan kepalanya karena tidak tahu.


"Aku khawatir dia mengalami kekerasan yang lainya. Dan jika dia terus berada dalam tekanan seperti itu, maka itu tidak baik untuk keselamatanya." kata Dokter yang tidak berani mengatakan terus terang tentang kecurigaannya.


Dia hanya menasehati Mila agar mengeluarkanya dari tekanan yang dialaminya. Secara fisik dan psikis.


"Baik dok. Saya mengerti maksud dokter."


Mila lalu masuk keruangan Jihan. Ada beberapa memar di muka dan tanganya. Pasti dia mengalami kekerasan lagi dalam rumah tangganya.


Jihan lalu membuka matanya dan dia melihat Mila.


"Mila, kau menyelamatkan aku?" kata Jihan dengan airmata yang keluar dari sudut matanya.


"Kau terbaring dihalaman. Dan aku sedang kebetulan lewat. Aku membawamu kemari. Apa yang terjadi denganmu? Kau juga kehilangan bayimu.....maafkan aku, aku datang terlambat..." kata Mila pada Jihan.


"Tidak Mila, ini bukan salahmu. Aku memang tidak menginginkannya." Kata Jihan.


"Jihan, dokter tadi mengatakan jika kau mengalami tekanan fisik dan psikis, kau sebaiknya mencari jalan keluar yang lain...aku khawatir pada putrimu. Tidak baik dia melihat kau seperti ini." kata Mila menasehati Jihan dengan lirih. Dia juga khawatir apa yang dia katakan akan menyinggung perasaannya.


Bagaimana pun ini adalah urusan pribadi dalam rumah tangganya.

__ADS_1


"Aku takut Mila...." kata Jihan.


"Aku akan membantumu...." kata Mila pada Jihan.


__ADS_2