Dipinang CEO

Dipinang CEO
Dua pria tampan dan mapan


__ADS_3

Pagi harinya Jihan berpamitan pada Mila dan akan pulang karena saat bangun tidur biasanya Nayla akan rewel.


Jihan berpesan pada Mila untuk tidak perlu memikirkan dirinya. Jika nanti polisi datang Mila boleh memberikan kesaksian kejadian yang sebenarnya.


"Akhirnya kau memikirkan yang seharusnya kau lakukan sejak dulu Jihan. Suami toxic seperti itu, tidak layak kau pertahankan. Apalagi jika berani mengangkat tangannya pada istrinya sendiri."


Jihan tersenyum dan akhirnya memiliki kekuatan untuk melepaskan diri dari pernikahan yang membuatnya ketakutan sepanjang hari.


Dulu dia sendirian dan tidak ada yang memberikan dukungan emosional padanya. Sekarang dia berani mengambil langkah yang lebih baik setelah ada dukungan dari sahabatnya dan juga Regan.


Setidaknya, dia tidak terlalu takut lagi pada kekejaman suaminya.


Apalagi sebentar lagi suaminya akan masuk penjara, Jihan menjadi lebih mantap untuk bercerai dan kembali pada ibunya.


Sudah lama dia tidak menemui ibunya karena suaminya melarangnya bertemu dengan siapapun.


Jihan memegang tangan Mila dan menggenggamnya.


"Terimakasih Mila, kita bertemu dan aku lebih percaya diri. Dan aku sadar, aku tidak layak diperlakukan seperti itu. Aku wanita mandiri dan aku bisa hidup sendiri dengan bahagia tanpa harus bergantung pada suami yang kejam seperti Reynand."


"Kau benar Jihan. Kita mengalami hal yang sama. Aku juga awalnya tidak menduga jika Irwan bermuka dua, dan sampai saat ini aku masih belum tahu alasannya dia bersikap seperti itu padaku." kata Mila pada Jihan.


Mereka tersenyum dan meneteskan airmata.


"Dulu kita sering berbicara tentang pangeran berkuda yang tampan dan bermimpi akan mendapatkan pasangan yang membuat kita bahagia." kata Jihan tersenyum tapi meneteskan airmata.


"Dan.... kenyataan tidak seperti impian kita saat remaja...." kata Mila lalu mereka berpelukan.

__ADS_1


***


Jihan pulang kerumah Mila dan dia lihat anaknya masih tidur. Bibi sedang memasak didapur.


"Apakah Tuan Regan sering datang kemari bi?" tanya Jihan pada Bibi dan membantu bibi didapur.


"Sering non. Sepertinya Tuan Regan menyukai Bu Mila." kata Bibi.


"Lalu, CEO Handoko apakah juga sering kemari Bi?" tanya Jihan.


"Iya, dia juga sering datang kemari." kata Bibi sambil melihat wajah Jihan.


Bibi mengagumi wajah Jihan yang cantik tapi nasibnya tidak beruntung, memiliki suami yang kejam dan temperamen.


"Kenapa bibi menatap saya seperti itu?"


"Kau masih muda dan cantik, suatu saat bibi berharap kau bahagia dan mendapat pasangan yang baik." kata Bibi mendoakan Jihan.


"Bibi sudah lama ikut Mila?" tanya Jihan.


"Sejak Matthew lahir, bibi bekerja disini."


Tidak lama kemudian terdengar suara Nayla menangis karena melihat Jihan tidak ada dikamarnya.


Jihan lalu pergi kekamar Nayla dan putrinya berhenti menangis setelah melihat wajah ibunya.


***

__ADS_1


CEO Handoko datang kerumah sakit untuk menengok Mila dengan membawa seikat bunga.


Dia berfikir untuk segera melamar Mila karena khawatir membiarkan Mila sendirian dan mengalami kejadian seperti ini lagi.


"Mila, bagaimana keadaanmu?" tanya CEO sambil memberikan bunga untuk Mila.


"Terimakasih...saya sudah lebih baik. Nanti sore sudah boleh pulang." kata Mila.


Tidak lama kemudian, Regan juga datang dengan membawa bunga untuk Mila.


Regan memberikan bunga itu dan Mila lagi-lagu merasa tertekan dengan kedua pria yang mendekatinya.


"Terimakasih Regan...aku sudah lebih baik. Nanti sore aku sudah boleh pulang."


"Baiklah, aku akan mengantarmu." kata Regan dan langsung dijawab oleh CEO Handoko.


"Aku yang akan mengantarnya." kata CEO Handoko.


Regan menatapnya dengan kesal. Dan karena Mila tidak ingin membuat suasana menjadi panas, dia lalu berfikir untuk pulang sendiri.


"Aku akan pulang sendiri. Jihan dan Bibi akan kemari menjemputku. Sebaiknya kalian bekerja dan aku akan istirahat." kata Mila mengusir mereka berdua dengan halus.


Handoko dan Regan lalu berpamitan, Mila mengangguk dan memegang dadanya.


"Jika terus seperti ini, aku benar-benar selalu cemas dan tertekan kerena mereka berdua." kata Mila dan seorang suster masuk kedalam memberikan suntikan padanya.


"Dokter Mila, kau sangat cantik dan beruntung. Sepertinya mereka berdua sangat tertarik padamu." kata suster yang merawat Mila dan mereka cepat akrab.

__ADS_1


Mila tersenyum dan itu yang orang pikirkan tentang dirinya. Didekati dua pria tampan dan mapan pasti menyenangkan.


Tapi sebenarnya semua itu justru membuat Mila tertekan. Bagaimana tidak? Yang satu adalah atasanya dan pemilik rumah sakit tempatnya bekerja. Dan yang satu lagi adalah ayah kandung dari anaknya.


__ADS_2