Dipinang CEO

Dipinang CEO
Pengunduran diri Mila


__ADS_3

Dokter Irwan mengenalkan Weni pada Mila.


"Mila, kenalkan Weni sepupu jauh." kata dokter Irwan tersenyum pada Mila.


"Weni, kenalkan ini Mila istriku." Kata dokter Irwan lalu Weni dan Mila saling berjabat tangan.


Mila tersenyum pada Weni begitu juga Weni, dia juga tersenyum pada Mila.


Istrinya sangat cantik, dan aku tidak mengerti kenapa dia disia-siakan,batin Weni.


Mila lalu mengajak Weni duduk dan menawarkan sarapan untuknya.


"Aku akan membuatkan sarapan untuk kalian," kata Mila.


"Tidak usah Mila," kata Weni


"Buatkan saja Mila, kami akan menunggu,"kata dokter Irwan.


Weni menatap dokter Irwan dengan bingung. Tapi Mila lalu tersenyum dan menyuruh Weni menunggu.


Meja makan bersebelahan dengan dapur sehingga dokter Irwan bisa melihat apa yang sedang dilakukan Mila.


"Kapan kau datang Wen?" tanya Mila sambil membawa makan kemeja makan.


"Tadi malam," kata Weni.


Tiba-tiba dokter Irwan memikirkan sesuatu dan menyela ucapan Weni.


"Mulai sekarang dia akan tinggal disini. Kau tidak keberatan kan Mila?" kata dokter Irwan.


Mila lalu tersenyum, "Tentu saja tidak."


Weni kaget saat Irwan mengatakan menyuruhnya tinggal dirumahnya.


Sedangkan Irwan tahu apa pekerjaannya dan dia harus pergi setiap malam.


Dokter Irwan melihat wajah Weni yang panik, lalu dia mengedipkan matanya.


Selesai sarapan, Weni dan Irwan pergi. Mila membereskan piring kotor dan mulai mencucinya.


Didalam mobil, Irwan mengatakan pada Weni jika dia akan tinggal dirumahnya mulai hari ini.


"Kau akan tinggal dirumahku. Aku akan membayarmu satu bulan penuh," kata Irwan sambil mengantarkan Weni ke apartemennya.

__ADS_1


"Oke. Aku akan tinggal dirumahmu. Tapi hanya saat malam hari saja. Siang aku akan pulang ke apartemen. Aku akan bosan dirumahmu," kata Weni.


Irwan menatap jalanan dengan senyuman penuh kemenangan. Sekarang dia benar-benar puas karena bisa membuat hidup Mila bagaikan dalam neraka.


"Istrimu sangat cantik. Tapi kau sepertinya telah menyia-nyiakan nya."


"Dan satu lagi. Apapun yang aku lakukan pada Mila, kau tidak boleh bertanya," kata Irwan.


Weni menoleh pada Irwan dan menatap matanya yang aneh.


Selama ini Weni mengenal sosok Irwan sebagai dokter yang hangat dan baik hati. Dan Weni juga tidak pernah menduga ada sisi gelap dari dirinya setelah melayaninya saat bulan madu kemarin.


"Oke, aku tidak aku mencampuri urusanku. Kenapa kamu begini dan kenapa kamu begitu. Orang-orang didunia ini memang sungguh aneh. Mereka hidup dengan topeng yang berbeda setiap saat. Kadang mereka menyerupai Arjuna, kadang mereka mirip Rahwana." Kata Weni sambil menggelengkan kepalanya.


Dokter irwan menoleh kearah Weni karena tahu jika Weni sedang berbicara tentang dirinya.


"Kau tidak tahu apapun. Didunia ini ada hukum sebab akibat. Kenapa seseorang memperlakukanmu dengan baik dan buruk, pasti ada sebabnya. Seperti aku yang sangat menghormatimu, karena aku tahu kau melayaniku dengan sangat baik dan sepenuh hatimu," kata Weni.


Weni lalu diam hingga mobil terus melaju dan sampai di apartemennya.


"Aku akan turun sekarang. Kau tidak perlu mengantarku atau membukakan pintu untukku. Aku bukan istrimu dan juga kekasihmu. Aku dibayar untuk melayanimu..."kata Weni lalu turun dan masuk ke gedung apartemen itu.


Dokter Irwan hanya menggelengkan kepalanya dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia lalu putar arah dan menuju kerumah sakit dimana dia bekerja.


Pembawaannya yang hangat, dan juga sikapnya yang seperti magnet bagi banyak orang membuatnya terpilih menjadi salah satu kandidat calon direktur.


Tadinya ada juga nama Mila disana. Tapi Mila lalu mengundurkan diri karena dia merasa belum layak untuk dicalonkan disana. Terlebih lagi dia tidak mungkin bersaing dengan suaminya.


Mila juga sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya dari rumah sakit itu dan akan melamar dirumah sakit lain. Hal itu dia lakukan sejak dokter Irwan mengetahui jika dia hamil.


Suatu saat jika ada badai dalam rumah tangganya maka pasti karir mereka berdua akan terkena imbasnya.


Apalag mereka bekerja dirumah sakit yang sama. Dokter Irwan adalah seniornya dan Mila masih baru dirumah sakit itu. Namun meskipun begitu, Mila berulang kali mendapatkan penghargaan sebagai dokter yang populer dan mampu memuaskan para pasiennya.


Karena itulah dia dianggap cukup mumpuni untuk dicalonkan bersama para seniornya.


Dokter Irwan dipanggil pemilik rumah sakit dan akan membicarakan tentang dirinya yang mungkin akan terpilih nanti.


Dokter Irwan lalu masuk dan mereka berbicara sebentar. Pemilik rumah sakit itu yakin jika dokter Irwan adalah kandidat terkuat dan dia yang akan menang.


"Aku tahu kau pasti bisa dan mampu membuat rumah sakit ini menjadi lebih maju dan berkembang," kata pemiliknya.


"Terimakasih, atas kepercayaan bapak. Saya tidak akan menyia-nyiakan jika saya terpilih nanti."

__ADS_1


"Oh ya, bagaimana kabar istrimu? Aku sudah meloloskan surat pengunduran dirinya. Entah kenapa dia mengundurkan diri, padahal aku sangat senang istrimu bekerja dirumah sakit ini. Dan aku tidak keberatan kalian suami istri bekerja ditempat yang sama," kata pemilik rumah sakit itu.


"Mungkin Mila ingin bekerja dirumah sakit yang dekat dengan rumah kami. Karena dia juga sedang hamil, selain itu, dia mungkin tidak nyaman bekerja disatu kantor yang sama dengan suaminya," kata Irwan memberi alasan.


Dia sendiri juga kaget dan baru tahu jika Mila mengajukan surat pengunduran diri. Mila tidak berbicara apapun padanya. Dan untung saja dia segera tahu dari pemilik rumah sakit itu.


***


Dirumah Mila sudah menerima telepon dari pihak rumah sakit dan menyuruhnya datang untuk mengambil berkas pengunduran dirinya.


Mila tersenyum dan menutup teleponnya. Mila lalu mengganti bajunya dan bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit.


Mila tahu jika melalui rumah sakit itu, dia menjadi populer dan banyak dikenal masyarakat luas. Tapi dia juga tahu saat ini ada aib dari dalam dirinya yang entah sampai kapan dia bisa menyembunyikannya.


Semua itu tergantung dari suaminya. Jika suaminya mau, maka hari ini juga, dia bisa mengungkapkan siapa Mila sebenarnya. Istri yang ternoda?


Sangat menyakitkan jika sampai berita itu tersebar dan dia tidak akan mampu menatap wajah siapapun. Termasuk menatap dirinya sendiri dicermin.


Saat ini semua masih aman, karena suaminya tidak menceraikanya. Dan tidak berniat untuk membuka aibnya kepada siapapun. Tapi yang nanya aib, suatu saat pasti akan menyebar seperti asap.


Mila mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Di bully banyak orang, dicaci maki dan dihina masyarakat.


Seorang dokter yang begitu terhormat ternyata berbuat hal yang memalukan.


Mila menarik nafas panjang memikirkan kemungkinan terburuk dari karirnya.


Mila lalu menelpon dokter Irwan dan mengatakan jika dia akan kerumah sakit.


"Aku akan kerumah sakit dan menemui CEO." kata Mila.


"Datanglah, dia sudah menunggumu."


"Baiklah," kata Mila lalu menutup teleponnya.


Sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia merasa pernikahanya hanyalah penjara baginya. Tapi demi anak yang dia kandung dan juga karirnya, dia harus mampu bertahan dalam pernikahan yang ternyata tidak membuatnya bahagia.


Impiannya untuk membangun rumah tangga yang penuh dengan kebahagiaan, ternyata tidak terwujud.


Pernikahannya menjadi neraka dan penjara baginya, dan semua ini terjadi karena kesalahan Regan.


Mila menarik nafas panjang dan sekali lagi bergumam, aku sangat membencimu!


Berulang kali dia mengatakan kebenciannya pada sosok yang pernah dia cintai dan merupakan cinta pertamanya.

__ADS_1


__ADS_2