Dipinang CEO

Dipinang CEO
Hubungan palsu


__ADS_3

Setelah Oma keluar, Catrine lalu menatap dokter Mila dan berkata bahwa dia tidak ingin diperiksa.


"Aku sehat, dan aku tidak perlu diperiksa. Tapi nenek itu terus memaksaku untuk periksa padamu. Katakan saja jika kau sudah memeriksaku dan keadaanku baik."


"Lalu untuk apa kau kesini jika kau tidak mau periksa? Kau hanya membuang waktu dokter saja."


"Sudah kubilang, Oma memaksaku. Dan tidak ada masalah dengan kandunganku. Aku juga tidak suka periksa padamu. Banyak dokter lain yang lebih kompeten daripada dirimu."


"Ya sudah terserah jika kau tidak mau diperiksa. Tapi jangan meremehkan profesi dokter." Kata Dokter Mila tenang.


"Kau bertambah sombong!" Kata Cathrine sambil melihat layar handphonenya.


"Aku tidak ingin berdebat denganmu. Pasienku mengantri diluar dan kau malah berbicara tidak karuan. Ya sudah, pergilah jika kau tidak mau diperiksa."


"Apakah kau mengusirku hah!?" Kata Catrine.


"Aku sedang bekerja. Dan jika kau hanya ingin menghabiskan waktu dengan bermain-main saja. Maka kau bisa menggunakan tempat lain. Tapi bukan di ruanganku." Kata Dokter Mila mempersilahkan Catrine keluar dengan salah satu tangannya.


"Huh!? Ck, Hhhhh aku akan pergi, aku juga tidak suka datang padamu!" Kata Catrine lalu mengambil tas dan keluar dari ruangan itu.


Sampai didepan, Oma berdiri dan tidak sabar menunggu kabar dari Catrine.


"Apa yang dikatakannya?"


"Semua baik. Tidak ada masalah dengan kandunganku. Tapi Oma tidak percaya." Kata Catrine.


"Jika semua baik, lalu kenapa kau tidak hamil hah!?" Ini sudah enam tahun, tapi kau bahkan tidak memberikan kabar baik?"


Oma terlihat kecewa dan berjalan kemobilnya.


"Itu karena kami memang tidak pernah berhubungan!" Kata Catrine keceplosan karena kesal.


"Apa!?Tadi kau bilang apa?"


Oma nampak kaget dan shock mendengar ucapan Catrine yang tidak sengaja nyeplos begitu saja dari mulutnya.

__ADS_1


"Ops! Maksudku kami belum....."


"Sudah! Jangan bohong lagi! Selama ini apa yang kalian lakukan selama dikamar hah!" Kata Oma kesal.


"Tapi Oma...."


Oma langsung menarik Catrine kemobil dengan sedikit kasar karena marah dan Oma berbicara singkat pada sopirnya.


"Langsung kerumah pak!" Kata Oma yang kesal dan akan langsung melakukan sidang keluarga untuk Catrine dan juga Regan yang sudah membohongi mereka.


Sesampainya di rumah semua orang sedang berkumpul.


Oma mengangguk-angguk kan kepalanya dan menatap mereka semua bergantian.


"Lihatlah menantumu dan putramu itu! Mereka sudah membohongi kita semua!"


Kata Oma sambil menatap tajam pada Catrine dan juga Regan cucunya.


Semua nampak terkejut dan shock.


"Mereka tidak pernah .... eeesssttttt! Tanyakan sendiri pada mereka!?" Kata Oma lalu duduk dengan kasar.


Catrine tertunduk dan Regan yang berbicara.


"Kami masih menunggu waktu yang tepat. Catrine! Masuklah!" Kata Regan pada istrinya.


"Tapi....."


"Aku bilang masuk! Kau tidak dengar?" Kata Regan menyuruh Catrine untuk masuk dan Regan yang akan menjelaskan semuanya.


Nadiya dan Prasetyo saling berpandangan.


"Ayo cepat katakan! Anak nakal!" Kata Oma sambil mengepalkan salah satu tanganya dan dia arahkan pada cucunya itu.


"Kenapa Oma sampai marah seperti itu? Apa yang membuat Oma begitu marah?" Tanya Nadiya pada Regan.

__ADS_1


"Kami masih menunggu waktu yang terbaik."


"Maksudmu? Katakan dengan jelas, kami tidak mengerti." Kata Nadiya.


"Kami, sudah membeli rumah baru, dan mulai malam ini kami akan tinggal disana." Kata Regan mengalihkan pembicaraan.


Oma nampak kaget karena Regan berbicara hal lainnya.


"Iya Oma jika kami tinggal disana maka kami pasti akan cepat memberi kalian cucu. Kami akan sering berduaan dan Oma tidak usah khawatir lagi. Oma sampai cemas begitu. Iya mami, Regan pamit untuk beres-beres, regan akan kekamar dulu." Kata Regan dan mengedipkan matanya pada Oma untuk tidak mengatakan apapun pada maminya dan juga papinya.


Oma akhirnya diam dan kesal karena Regan justru akan keluar dari rumah itu dan tinggal dirumah yang baru saja dia beli.


Oma lalu masuk kamar dan diam dikamar tanpa bicara apapun.


Regan masuk dan mengatakan pada Catrine untuk hati-hati dengan perkataannya jika masih ingin menjadi istrinya.


"Lain kali kau jaga perkataanmu, kau membuatku dalam masalah." Kata Regan kesal.


Catrine diam saja dan menatap Regan tanpa berkata apapun.


"Sekarang kemasi barang-barangmu, kita akan tinggal dirumah yang baru. Disana kau akan lebih nyaman." Kata Regan lalu mengambil beberapa bajunya dan memasukkanya kedalam koper.


"Sampai kapan sandiwara ini akan berakhir?"


"Sudah kubilang, hatiku masih belum terbuka untukmu. Dan kita hanya akan berteman meskipun kita adalah suami istri."


"Kau benar-benar tidak bisa mencintaiku?"


"Cinta, maafkan aku, aku sibuk dengan bisnisku, dan aku masih tidak bisa mencintai siapapun."


"Jika kau lelah dengan hubungan ini. Maka kau boleh akhiri." Kata Regan enteng tanpa beban.


"Tidak, biarkan aku menjadi temanmu sepanjang hidupku." kata Catrine dengan sedih.


"Bagus jika kau berfikir seperti itu. Kita sudah membahasnya diawal pernikahan kita, jadi aku tidak ingin ada masalah seperti ini lagi." Kata Regan.

__ADS_1


__ADS_2