Dipinang CEO

Dipinang CEO
5 Eps Terakhir


__ADS_3

Sekali lagi Mila bertemu Jihan. Kali ini dia akan memberi tahu sahabatnya jika akan makan malam dirumah Regan dan bertemu dengan semua keluarganya.


"Sekarang, kau harus meriasku dengan cantik. Aku akan bertemu keluarga besar Regan."


"Akhirnya keluarganya menyukaimu."


"Aku sempat tidak percaya saat Regan mengatakan nya." Ungkap Mila sambil melihat wajah sahabatnya melalui cermin di depannya.


"Aku sekali lagi akan meriasku dengan cantik."


"Terimakasih...."


Tiba-tiba ada tamu yang baru saja masuk. Dia adalah Catrine dan teman-temannya yang juga akan datang ke acara pesta.


Catrine tersenyum sinis saat dia melihat Mila sedang ada disini juga.


"Hari ini aura tempat ini serasa panas." Kata Catrine sambil mencolek teman-temannya dan mereka semua menatap dokter Mila


"Haruskah kita menjambak rambutnya? Dia kan yang sudah merebut Regan darimu?" Kata seorang teman dengan rambut pirang yang berdiri didekat Catrine.


"Jangan. Nanti dia pasti akan mengadu, atau dia akan memanggil reporter kemari. Kau tahukan mereka yang suka pansos!"


Hahahaha


Mereka semua tertawa dan berdiri mengelilingi Mila.


Jihan tidak berani mengusir mereka karena dia hanya pegawai dan mereka adalah pelanggan tetap salon tempatnya bekerja.


"Wajahnya mirip gadis desa biasa...tidak ada indonya sama sekali....sayang sekali mungkin dia main dukun hingga Regan bisa suka padanya...." celetuk temanya dengan rambut pendek kecoklatan.


"Mila! Kau mau kemana dandan seperti ini? Apakah kau akan menghadiri acara pesta Artis?"


"Norak sekali!" Celetuk temanya.


"Bukan urusanmu!"


Mila menatap Catrine sekilas dan berkata padanya dengan kesal.


"Tante Nadiya mengundangku makan malam. Dan aku akan datang ke sana. Apakah kau tidak diundang? Mantan menantu?" Mila membalas Catrine hingga membuat wajah Catrine merah.


"Tidak mungkin! Tante Nadiya tidak mungkin mengundangmu. Tante Nadiya sekali tidak menyukaimu dan kau tidak pernah pantas menjadi menantunya."


"Sayang sekali tebakanmu salah, aku adalah ibu dari cucunya. Dan kau yakin dia akan menolak cucunya?" Mila menatap Catrine dan Catrine langsung pergi meninggalkan teman-temannya.

__ADS_1


"Catrine, tunggu!"


Teman-temannya akhirnya pergi dan meninggalkan tempat itu.


"Maafkan aku Jihan, kau kehilangan pelanggan mu." Kata Mila menatap Jihan sahabatnya.


"Biarkan saja. Mereka sering mengganggu pelanggan lain yang bermasalah dengan mereka. Kau sangat berani Mila. Dia sampai mukanya merah seperti meradang!"


Mila tersenyum dan setelah selesai di rias dia berpamitan pada sahabatnya.


***


Nadiya ada didepan pintu rumah Regan. Setelah berulang kali menarik nafas, akhirnya Mila memberanikan diri untuk melangkah masuk kedalam.


Bibi dan Matthew berdiri dibelakangnya, Regan datang menyambut Mila dan menggandengnya untuk masuk ke dalam duduk bersama keluarga besarnya.


"Meskipun aku setuju,kau menikah dengan putraku, tapi aku punya syarat untukmu."


Perkataan Nadiya sangat tajam seperti biasanya meskipun sudah merestui hubungan mereka.


Hanya beberap kata tapi membuat jantungnya seperti akan keluar dan terpisah dari raganya.


Kaki Mila menjadi gemetar, dia meremat tangan dengan kuat hingga kukunya terasa sakit. Regan dengan cepat menggenggam tangan Mila dari bawah meja.


"Ya. Kau harus menjaga nama baikmu. Keluarga kami tidak suka dengan gosip dan aku juga membaca koran lama tentang keluargamu. Aku ingin tidak ada satupun dari mereka yang hadir di acara pesta nanti."


Mila tertegun.


Mila berusaha menahan perasaannya dan mencoba untuk bersikap biasa saja.  Dan saat melihat wajah Matthew, tiba-tiba dia menjadi seperti menemukan kekuatan untuk bertahan dimeja makan itu.


Tidak terasa setelah bercakap-cakap dengan keluarganya waktu berlalu dan sudah jam 10 malam.


"Tante, Om, Oma, sebaiknya kami pulang dulu. Sekarang sudah malam dan Matthew mungkin sudah mengantuk."


Nadiya mengangguk dan juga Prasetyo. Oma mengantar Mila sampai pintu depan dan dia ingin menggendong Matthew.


"Jangan di ambil hati apa yang manantuku katakan. Sebenarnya jika sudah akrab, dia sangat baik." Kata Oma dan dijawab anggukan oleh Mila.


"Iya Oma..."


"Apakah aku bisa menggendongnya sebentar?" Tanya Oma sambil menatap Matthew yang dimatanya mirip sekali dengan Regan.


"Ya. Matthew...Oma buyut mau menggendong mu...jangan nakal ya...." Kata Mila lalu menyerahkan Matthew pada Oma untuk di gendong sebentar.

__ADS_1


Mereka lalu berjalan sampai ke parkiran mobil Mila.


Oma lalu menyerahkan Matthew pada ibunya dan mencium Matthew.


"Sebaiknya aku mengantarmu Mila. Hari sudah malam." Kata Regan.


"Tidak usah Regan. Tidak papa, jangan khawatir...." Mila dan bibi serta Matthew lalu masuk ke mobil.


Setelah mereka pergi, Regan menemui maminya.


Maminya masih duduk disana sendirian. Sementara Prasetyo sedang mandi di atas.


"Mami...kenapa mami harus berkata seperti tadi. Regan jadi tidak enak sama Mila. Bukankah kita sudah mengundangnya kemari? Dan dia memenuhi undangan kita?"


Regan berkata dengan lembut karena takut mamanya akan tersinggung.


"Yang mami katakan tidak salah bukan? Bagaimana jika nanti saat acara pesta keluarganya datang dan bertemu dengan wartawan. Maka masa lalu keluarganya akan menjadi perbincangan publik lagi. Aku tahu siapa Mila dan bagaimana masa lalunya."


"Regan juga tahu mi...tapi perkataan mami tadi, pasti sudah membuatnya sedih...."


"Tidak Regan, itu harus dikatakan sebelum semuanya terlambat. Jika kau setuju maka kau akan menikah, jika tidak, itu terserah padamu...." Kata Nadiya lalu pergi meninggalkan Regan sendirian.


Oma mendekati Regan untuk mencerahkan hatinya.


"Yang mamimu katakan ada benarnya juga Regan, kau tahu, tamu yang akan kita undang bukanlah orang sembarangan. Dan jika sampai terjadi sesuatu yang memalukan maka mamimu akan malu."


"Hal memalukan apa sih Oma? Kalian berlebihan deh!"


Regan lalu pergi ke kamarnya dan menelpon Mila.


Mila baru saja sampai didepan rumahnya dan dia angkat telepon Regan.


"Bi, tolong tidurkan Matthew...." Kata Mila lalu berbicara pada Regan sambil mengunci mobilnya.


"Ya...kita baru bertemu dan kau sudah menelpon?"


"Mila, apa yang mami katakan tadi....aku minta maaf..."


"Kau menelponku hanya untuk mengatakan itu? Sudahlah tidak apa. Aku mengerti perasaan keluargamu. Kalian orang terpandang dan tamu yang datang juga bukan orang sembarangan."


"Mila, jangan teruskan. Aku tak ingin mendengarnya...." Kata Regan yang tidak ingin Mila berbicara tentang status sosial keluarganya.


"Mila....selamat malam, tidurlah dan mimpikan aku...."

__ADS_1


"Eh, iya.... selamat malam juga ..."


__ADS_2