
Regan sedang bahagia saat ini. Saat makan malam tiba, Regan berniat memberitahu keluarganya jika dia sudah punya anak.
Keluarganya sangat ingin mempunyai keturunan dari Regan, dan dia berfikir untuk memberikan kejutan pada mereka semua.
Regan turun dengan bersenandung saat Nadiya memanggilnya untuk makan malam.
"Iya mi, Regan turun sekarang." kata Regan saat Nadiya memanggilnya untuk makan malam bersama.
"Kau terlihat ceria, apakah kau membawa kabar gembira untuk kami?" tanya Oma pada Regan.
"Tepat sekali! Oma bisa menembak apa yang Regan pikirkan."
Dia menatap semua anggota keluarganya satu persatu.
"Katakan ada apa? Jangan bikin kami penasaran." kata Oma.
"Oma sudah menjadi nenek buyut."
"Apa maksudmu nenek buyut? Oma tidak mengerti. Kau bahkan tidak punya istri, lalu bagaimana Oma bisa punya cicit?" tanya Oma menatap pada Nadiya.
Nadiya mengangkat bahunya dan menunggu apa yang akan dikatakan Regan.
"Begini Oma, Regan sudah punya calon istri. Dan Regan juga langsung memberikan cucu untuk mami."
"Apa? Kau sudah menghamili seorang gadis?"
"Tunggu dulu dong Mi...Regan belum selesai bercerita. Tapi yang jelas, Regan sudah punya anak dan akan segera membawanya kerumah ini." kata Regan pada Nadiya dan juga Oma.
"Kau lagi-lagi membuat skandal?"
"Mami...ini bukan skandal. Kami akan menikah, dia kekasih Regan. Dan kami sudah punya anak."
__ADS_1
"Kau!?" Nadiya langsung berdiri dan akan memukul putranya yang suka membuat skandal.
"Nadiya, duduklah. Beri kesempatan dia berbicara? Kau tidak mau kan apa yang enak tahun lalu terjadi lagi sekarang?" kata Oma dan Regan merasa lega karena Oma berpihak padanya.
"Lagian dia sudah punya anak. Kita harus mendukungnya." kata Oma pada Nadiya.
Nadiya lalu menatap Regan dan sambil makan terus melirik Regan yang sering membuat nama keluarga mereka ada di surat kabar karena gosip yang diluar dugaan.
"Jika memang kalian sudah berpacaran dan bahkan sudah punya anak. Kau cepat menikahlah. Apa yang kau lakukan itu tetap melanggar norma. Bagaimana orang yang belum menikah sudah punya anak?" kata Oma.
"Ini kecelakaan Oma. Dan ceritanya rumit sekali."
"Kalau begitu, kapan kau akan membawanya kemari?"
"Besok malam." kata Regan pada keluarganya.
"Oma tidak sabar akan melihat anakmu?"
"Awas jika kau terlibat skandal lagi Regan, Mami tidak akan mengampunimu." kata Nadiya.
Malam ini Mila sedang makan malam romantis dengan CEO Handoko. CEO sebenarnya benar-benar dalam pendekatan pada Mila melalui keinginan balas dendam Mila.
CEO masih berharap bisa menjadikan Mila istrinya dan dia tidak peduli jika Matthew adalah anak dari Regan.
Jika memang Mila nyaman denganya maka dia akan menganggap anak Regan sebagai putranya sendiri.
Berbeda dengan Mila, dia tidak bersungguh-sungguh berkencan dengan CEO Handoko. Dia hanya menganggap hubungan ini tidak lebih sebagai media untuk membalas Irwan dan keluarganya.
Karena tujuan masing-masing berbeda, maka tidak tahu akan seperti apa akhirnya.
Ada bunga yang indah dan harum diatas meja. Lilin menyala seperti kunang-kunang yang beterbangan.
__ADS_1
Saat itu juga, CEO mengabarkan pada semua orang jika mereka akan segera bertunangan.
CEO mengunggahnya di akun miliknya, sedangkan Mila tidak tahu.
Mila tersenyum dan makan dengan senang, sementara CEO terus menatapnya dengan romantis dan tanganya menggenggam tangan Mila.
"Kita akan seperti ini setiap hari. Dan orang akan yakin jika kau sangat berarti dalam hidupku."
"Apakah ini akan berhasil?" tanya Mila pada CEO Handoko.
"Kau ingin aku menurunkan jabatanya?" tanya CEO Handoko.
Mila mengangguk pelan.
"Baiklah, mari kita atur semuanya. Dan siapa yang akan menggantikan posisinya?"
"Kau! Kau yang akan menjadi direktur utama. Kau akan menggantikan posisinya." kata CEO Handoko.
"Saya?"
"Ya. Siapa lagi?"
"Tapi...apakah itu tidak terlalu berlebihan?"
"Berlebihan bagaimana maksudmu? Kau berprestasi dan kau cerdas. Aku yakin kau bisa melakukanya."
Mila lalu mengangguk dan saat ini dia tidak bisa berpikir panjang.
Dia hanya sedang marah karena merasa hidupnya sudah dipermainkan.
Dia juga ingin dokter Irwan tahu dan merasakan bagaimana rasanya dipermainkan?
__ADS_1
Semuanya berjalan dengan pikiran masing-masing. Regan dengan pikiran dan angan-angan nya, CEO Handoko dengan harapannya dan Mila dengan niat balas dendamnya?
Apakah semuanya akan berjalan seperti keinginan mereka?