Dipinang CEO

Dipinang CEO
Madina


__ADS_3

Aku ternganga tanpa bergerak sedikitpun. Gadis itu begitu tinggi semampai dan cantik. Aku bahkan sampai lupa berkedip saat melihat kecantikanya. Dia nyaris sempurna seperti bidadari. Dan dia terlihat tidak suka dengan apa yang Tuan Regan lakukan barusan.


Aku kemudian menutup mulutku perlahan karena tadi sudah terlanjur terbuka lebar saat akan disuapi Tuan Regan. Aku kemudian menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Aku menarik nafas panjang tiga kali. Dunia masih serasa berhenti berputar untuk beberapa saat. Aku melihat dua insan yang sedang bertatapan dihadapan ku dengan begitu lama. Mereka sepertinya lupa akan kehadiranku didekatnya.


Tuan Regan juga masih terpesona dengan wajah ayu yang ada dihadapannya. Sehingga menatapnya dengan sangat lama.


"Madina?" Tuan Regan menyebut nama gadis blasteran Arab indo itu dengan jelas sekali.


"Kau masih mengenaliku? Aku pikir kau sudah lupa setelah lama kita tidak bertemu." Kata gadis cantik bernama Madina.


"Dan siapa dia? masih high school? Teman kencan?" Kata Madina.


"Oh, dia temanku. Dia bekerja untuk menjaga kedua adik kembarku."


"Kamu memperlakukanya like your girlfriend? Dia like secret lover...."


"Hhmmm just friend! Kita hanya berteman! Dia seperti adik perempuan untuku. Kau tahukan kisah tragis yang pernah aku ceritakan. Aku kehilangan adikku, Sasha." Kata Tuan Regan. "Duduklah jangan hanya berdiri!"


"Aku boleh bergabung?" Kata Madina padaku. Aku mengangguk dan tersenyum pada Nona Madina.

__ADS_1


"Tuan Regan sangat baik bukan?" Dia bertanya padaku.


"Ehm iya..."


"Seperti itulah dia. Terlalu baik pada temanya hingga ada beberapa teman yang mengartikan berbeda." Kata Nona Madina.


Aku adalah salah satu yang telah salah menilai kebaikanmu. Dan sampai saat ini masih belum bisa move on dari kesalahanku menilaimu. Batin Nona Madina didalam hati sambil melihat tajam kemata Tuan Regan.


"Ahk kamu terlalu berlebihan Madina. Biasa aja, kita bertemu, jalan dan makan, bukankah itu hal yang biasa." Kata Tuan Regan sambil menatap wajahku.


Iya yang kau katakan benar Nona Madina. Aku yang masih bau kencur juga teraniaya dengan perasaanku sendiri setiap kali berfikir tentang perhatian dan kebaikan Tuan Regan. Dan ternyata akupun juga harus move on dari rasa ini. Rasa yang hanya ada didalam hatiku dan tak mungkin bersambut. Karena jarak kita seluas ruang angkasa. Kau bagaikan langit yang tinggi menjulang dan aku hanyalah bumi tempat pijakan. Omg...hiperbola tapi nyata.


Namun aku sekilas sempat melihat tatapan Tuan Regan yang berbeda saat menatap wajah Madina. Matanya bersinar sangat indah. Bibirnya tersenyum tanpa disadarinya. Sangat berbeda saat Tuan Regan bersama Nina Catherine. Tatapan ini...sangat halus dan lembut. Apakah Tuan Regan menyukai Nona Madina? Tapi kenapa dia bertunangan dengan Nona Catherine?


"Nona Madina sangat cantik ya Tuan...." Aku mulai kepo dan ingin tahu bagaimana pendapat Tuan Regan.


Dan kulihat senyumnya mengembang manis sekali. Lalu melihat lurus kedepan dan menoleh kearah spion disampingmu. Dan disana masih berdiri Nona Madina didepan rumahnya.


"Dia bukan hanya cantik. Dia adalah gadis terpandai di Universitas kami. Kami berkenalan dan menjadi teman saat sama-sama kuliah di Harvard University."


"Tuan Kuliah disana? Woowww keren sekali..."

__ADS_1


Aku tahu tentang Universitas bergengsi itu dari beberapa media. Harvard University termasuk perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat yang dirikan pada tahun 1636 silam. Dan aku tidak pernah bermimpi bisa menginjakan kaki disana, meskipun katanya bisa masuk dari jalur beasiswa dari negara. Tapi apakah mungkin aku bisa kuliah disana?


Harvard University memiliki 11 unit akademik yang terpisah diantaranya Harvard Business School, Harvard Medical School, dan Harvard School of Dental Medicine.


Barrack Obama dan Theodore Roosevelt menjadi beberapa contoh presiden Amerika Serikat yang pernah mengenyam pendidikan disini. Amazing!


Dana pendidikan di Harvard University berkisar dariĀ $ 11,258 - $ 44.990. Sangat fantastis mahalnya. Apalah dayaku yang untuk hidup saja harus bekerja menjadi pengasuh. Dan bahkan aku tidak bisa membuat susu dengan benar. Dan tidak bisa menjadi pengasuh yang baik untuk kedua adik Tuan Regan. Tapi jauh dilubuk hatiku masih ada kata seandainya dan jika bisa pergi kesana?


Aku harus cepat mengubur impianku itu. Kata orang bermimpi lah setinggi langit, dan seandainya tidak kesampaian dan kau terjatuh, maka kau setidaknya akan nyangkut diantara bintang-bintang. Konyol dan tidak masuk akal.


Mungkin jika mereka yang bermimpi maka akan jatuh diantara bintang-bintang karena status sosial yang memang sudah mumpuni? Lah kalau aku? Pasti langsung melesat dan nyungsep diatas pohon kelapa. Bintang akan menyingkir dan menghindari ku, karena bintang pun pasti tidak ingin terbebani oleh nasib ku ini.


"Mila...jika kau mau nanti kau juga bisa kuliah disana melalui jalur beasiswa." Kata Tuan Regan.


"Itulah yang baru saja saya fikirkan Tuan. Tapi mana mungkin, saya bahkan tidak bisa menjadi pengasuh yang baik untuk kedua adik Tuan Regan. Dan tidak bisa mengambil hati Oma."


"Apa hubungannya Mila, menjadi pengasuh dan mengambil hati Oma dengan kuliah disana?"


"Ehm ya ada hubungannya Tuan, artinya saya tidak becus bekerja tapi merasa pandai dan layak untuk kuliah di Universitas Favorit."


"Ahk kau ini terlalu berlebihan Mila. Sekarang yang penting, kamu harus rajin belajar. Masalah sikembar tidak usah kamu pikirkan. Harus fokus pada sekolah dan masa depan kamu sendiri."

__ADS_1


"Emmm Tuan Regan memang mudah untuk mengatakanya...karena Tuan Regan tidak pernah menjadi seperti saya....hu hu hu hiks hiks!"


"Mila kok kamu malah nangis?"


__ADS_2