Dipinang CEO

Dipinang CEO
Detektif


__ADS_3

Nadiya berbicara pada seseorang di sebuah parkiran mobil. Orang itu masuk kedalam dan memakai masker dan juga topi. Wajahnya tertutup masker dan tidak terlihat dengan siapa dia berbicara.


Nadiya baru saja pulang dari kantor Prasetyo untuk suatu keperluan. Dan dia terpikir dengan apa yang Regan katakan tadi pagi. Dia yakin jika kali ini Regan tidak akan mudah meninggalkan Mila.


Nadiya menggunakan jasa detektif untuk menyelidiki keluarga dan masa lalu Mila. Nadiya mendengar kabar tidak sedap beberpa waktu lalu dari seorang temannya tentang ibu dokter Mila yang ada di dalam penjara.


Dan yang mengatakan itu ternyata adalah teman Wandah. Mereka satu komunitas sosialita sebuah organisasi wanita.


Temanya itu mengenal dekat Wandah, dan Wandah bercerita tentang siapa dokter Mila sebenarnya dan siapa keluarganya saat Irwan akan menceraikannya.


Berkat informasi dari yang dia dengar, Nadiya memutuskan untuk menyelidiki apakah kabar itu benar atau tidak. Setahu Nadiya, dulu saat Mila bekerja menjadi baby sitter dirumahnya dia tidak punya keluarga.


"Kau bawa foto ini. Kau selidiki rumahnya dan siapa saja yang dia temui."


"Baiklah." kata orang suruhannya itu.


"Jangan sampai melewatkan informasi apapun. Kau harus mengikutinya begitu dia keluar dari rumah sakit. Laporkan padaku siapa yang dia temui dan apa yang dia bicarakan." kata Nadiya lalu pergi dari parkiran itu.


***


Mila saat ini sedang makan siang dengan CEO Handoko. Awalnya CEO Handoko menolak karena masih merasa terluka akibat penolakan Mila. Tapi karena Mila memaksanya akhirnya dia mau makan siang denganya.


Mila tahu jika saat ini CEO mungkin akan sedikit menjauh darinya. Tapi Mila tidak ingin ada permusuhan diantara mereka. Dan akibatnya dia akan bekerja dengan rasa yang tidak nyaman.


Mereka pergi ke sebuah restoran dan seseorang terus mengamati gerak-gerik mereka berdua. Orang itu juga memberikan foto dokter Mila dan CEO yang sedang makan siang.


"Aku pernah berjanji untuk mentraktirmu makan, dan sekarang aku sudah menepati janjiku." kata Mila berusaha menghibur CEO dan bersikap seakan tidak terjadi apapun diantara mereka kemarin.


"......" CEO menatap Mila dan berusaha untuk menutupi rasa kecewa dan hatinya yang terluka.

__ADS_1


"Ya. Apakah artinya ini makan siang kita yang terakhir?" tanya CEO Handoko.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Mila dan menatap CEO Handoko dengan kaget.


"Aku pikir setelah kau menerima Regan makan dia akan melarangmu bertemu denganku." kata CEO dan disambut oleh Mila yang tertawa.


"Mana bisa begitu. Kita adalah teman dan juga aku bekerja dirumah sakit milikmu. Bisakah kita tidak bertemu dan berlagak seperti orang yang tidak saling kenal?" kata Mila sambil tertawa.


"hmmmm, Aku ingin menjadi orang pertama yang kau beritahu jika kalian memutuskan akan menikah." kata CEO sambil menatap kearah yang lain.


"....." Mila menatapnya lalu terlihat berfikir sebentar.


"Hmmm, baiklah. Setelah semuanya sesuai dengan rencana maka kau adalah orang pertama yang aku beritahu."


"Ok."


"Kenapa begitu?" CEO penasaran dengan apa yang baru saja keluar begitu saja dari mulut Mila.


"Tidak mudah meyakinkan keluarga Regan. Terutama Ibu Nadiya. Bagaimana jika mereka tahu masa laluku dan ibuku yang ada didalam penjara. Maka mungkinkah mereka akan menyukaiku?"


"Apa?" CEO terkejut dengan apa yang baru saja Mila katakan tanpa dia sadari.


"Kenapa dengan masa lalumu dan soal ibumu? Kau tidak pernah bercerita padaku?"


"Maafkan aku. Tapi sangat rumit untuk diceritakan."


"Ok. Tidak apa. Kau tidak usah mengatakanya."


"Tapi kau harus semangat dan yakin jika kau memang benar-benar mencintainya. Bagaimanapun aku ingin melihatmu bahagia." kata CEO sangat dewasa dan bijaksana.

__ADS_1


Dalam hatinya terluka tapi sebuah kata mutiara masih saja bisa terucap dari mulutnya.


"Terimakasih..."


"Berjuanglah, dan yakinkan keluarganya jika itu sangat penting untukmu." kata CEO menasehati Mila.


"Ya....aku akan berjuang." Mila tersenyum karena akhirnya hatinya lega setelah melihat aura keikhlasan dari wajah atasanya.


"Kau juga bisa datang kapan saja padaku jika kau membutuhkan bantuanku." kata CEO pada Mila.


"Aku akan datang dan aku akan ingat apa yang baru saja kau katakan."


"......"


Di kejauhan seseorang mengirim video kepada Nadiya. Nadiya baru saja sampai dirumah dan dia langsung membuka Handphonenya.


Hanya ada gambar tanpa suara di video itu. Nadiya menjadi penasaran dengan apa yang mereka berdua bicarakan.


"Kenapa tidak ada suaranya?" kata Nadiya saat menelpon orang suruhannya.


"Jaraknya terlalu jauh bos. Jika dekat maka akan ketahuan." kata orang suruhannya.


"Ya sudah. Tetap ikuti mereka dan laporkan apapun yang kamu lihat." kata Nadiya lalu menutup teleponnya.


Nadiya memutar video itu sekali lagi dan dia menjadi bingung.


"Kata Regan mereka sudah berpacaran. Lalu apa yang dokter Mila lakukan dengan atasanya? Apakah mereka berpacaran? Apakah dokter Mila menjalin hubungan dengan dua pria?"


Regan harus tahu ini, oh, tidak! Jika aku memberitahunya sekarang maka, akan ketahuan olehnya jika aku menyuruh orang untuk mengikuti mereka. Sebaiknya aku tunggu kabar yang lainya. Setalah semuanya jelas baru aku akan memberitahukan semua ini pada Regan.

__ADS_1


__ADS_2