Dipinang CEO

Dipinang CEO
Bimbang


__ADS_3

Regan keluar dari kamar mandi dan mencari Mila. Dia bertubrukan dengan Prasetyo yang juga sedang mencari Nadiya.


"Om!" Teriak Regan kaget.


"Regan!"


Mereka lalu mundur satu langkah.


"Apakah kau melihat mami?" tanya Prasetyo yang sudah mencari Nadiya dari tadi.


"Tadi mami ada bersama teman-temannya disana." kata Regan.


"Baiklah, om akan cari kesana." kata Prasetyo lalu berjalan kearah teman-teman Nadiya.


Sedangkan Regan terus mencari Mila dan dia tidak bisa menemukan dimanapun.


"Oma! Apakah Oma melihat dokter Mila?" tanya Regan.


Oma lalu menatap Regan dan mengatakan jika tadi Nadiya dan Mila berjalan disebelah sana dan mereka berbicara.


"Tadi dia bersama ibumu."


"Apa!?" Regan terlihat kaget dan langsung pergi dari pesta itu.


Pasti ada yang telah terjadi. Mungkin mereka bertengkar, itu yang Regan pikirkan saat ini.


Regan lalu pergi dan mencari Mila diluar. Tapi di luar rumah dia juga tidak menemukanya, maka Regan lalu pergi ke rumah Mila.


Sampai di rumahnya, Regan bertemu dengan bibinya yang sedang menutup pintu gerbang.


"Bi, apakah Mila sudah pulang?"


"Iya Tuan, Ibu baru saja pulang. Dan tadi sudah pesan katanya mau langsung istirahat." kata Bibi pada Regan.


Regan akhirnya hanya bisa mengangguk pelan dan tidak berani menemui Mila jika dia sudah berpesan seperti itu.


Sekarang Regan semakin yakin jika maminya pasti sudah mengatakan hal yang membuat Mila tersinggung. Jika tidak, mana mungkin dia langsung pulang dan tidak mau menemuinya.

__ADS_1


Regan langsung pulang dan tidak lama kemudian dia sampai dirumahnya.


"Mami!" Regan naik ke tangga sambil memanggil maminya. Regan yakin maminya sudah pulang kerumah.


Regan berhenti didepan pintu kamar maminya. Dua hampir saja menabrak maminya. Ternyata maminya sudah berdiri didepan pintu dan menatap Regan dengan kesal.


"Mami! Apa yang mami sudah katakan pada Mila? Mila tiba-tiba meninggalkan pesta?" tanya Regan dan dijawab lembut oleh maminya.


"Mami tidak mengatakan apapun padanya. Mami hanya bilang jika keluarga kita adalah keluarga yang terhormat dan tidak suka dengan skandal." Kata Nadiya pelan dan penuh tekanan pada setiap ucapannya.


"Apa maksud mami berkata seperti itu? Mami sudah menyinggung perasaannya?"


"Kenapa kamu menyalahkan mami? Apa yang mami katakan adalah kenyataan."


"Tapi mami tidak perlu mengatakan hal itu padanya! Mami tidak tahu apa yang sudah terjadi."


"Memang apa yang sudah terjadi?" Maminya menatap Regan dengan penuh tanda tanya.


"Apa yang sudah terjadi dan mami tidak tahu?" ulang Nadiya.


"Sudahlah! Regan mau istirahat." kata Regan yang tidak ingin melanjutkan percakapan dengan maminya.


Nadiya berdiri terpana menatap putranya dan Nadiya berbalik saat telepon dikamarnya berbunyi.


Prasetyo menelpon. Nadiya mengangkatnya dan mereka berbicara sebentar.


Sementara didalam kamar, dokter Mila menatap ke cermin dan menghapus riasannya.


Airmatanya berjatuhan membasahi meja riasnya. Mila mengusapnya perlahan dan mengurai rambutnya.


"Sudah aku duga jika Tante Nadiya tidak akan menyukaiku, apapun sikap yang aku tunjukkan." gumam Mila sambil menghapus dan membersihkan sisa riasannya.


***


Pagi harinya Mila sedang duduk sambil berbicara dan menggoda Matthew. Matthew tertawa cekikikan dan terdengar klakson dari luar.


"Siapa itu bi?" tanya Mila tanpa menoleh.

__ADS_1


"Sepertinya Tuan Regan yang datang."


Regan sudah berdiri dipintu dan berjalan mendekati Matthew dan Mila.


"Hai Matthew....." Regan lalu mendekat dan berbicara pada Matthew.


Tidak lama kemudian Mila meminta bibi untuk menggendong Matthew dan dia akan berangkat kerumah sakit.


"Aku akan mengantarmu." Kata Regan dan menggenggam tangan Mila. Mila menatapnya dengan sedih dan masih memikirkan perkataan mami Regan tadi malam.


"Aku bisa berangkat sendiri!" Kata Mila lalu melepaskan genggaman Regan.


"Mila! Katakan ada apa? Apakah mami mengatakan sesuatu padamu?" Tanya Regan yang ingin tahu apa yang sudah terjadi semalam sehingga Mila bersikap seperti itu.


"Tidak. Tante Nadiya tidak berkata apa-apa. Tapi kelihatannya dia tidak akan menyukaiku." kata Mila putus asa.


"Mila...." Regan membalikkan tubuh Mila dan sekarang mereka berdiri berhadapan.


Mereka saling bertatapan. Regan menatap mata Mila dengan tatapan sangat dalam.


"Mami pasti akan menyukaimu. Jangan dimasukkan kehati apapun yang mami katakan. Kau harus percaya padaku." Regan berusaha meyakinkan Mila.


"Kau bilang kau akan meyakinkan keluargamu dan mereka pasti akan menerima diriku. Tapi mamimu sepertinya tidak akan pernah merestui hubungan kita." Keluh Mila dengan sedih.


"Aku akan meyakinkan nya. Mami hanya sedang salah paham saja." Kata Regan yang belum mengatakan alasannya menikahi Mila.


Dan juga belum mengatakan kesalahan apa yang sudah dia lakukan pada dokter Mila.


"Kau pergilah kekantor. Aku akan berangkat sendiri." kata Mila mengalihkan pembicaraan setelah dia melihat jam di tangannya.


"Aku sepertinya sudah terlambat."


Mila lalu melepaskan pegangan tangan Regan dan masuk ke mobilnya sendiri. Dia meninggalkan Regan yang masih berdiri dan hanya mematung melihat dirinya.


Tidak lama kemudian Regan mendapat telepon dari sekretaris nya.


"Pak, ada rapat satu jam lagi." kata sekretaris itu mengingatkan Bosnya.

__ADS_1


"Baik, saya akan segera datang."


__ADS_2