Dipinang CEO

Dipinang CEO
Godaan


__ADS_3

Dua hari sebelum pernikahan, Regan sengaja menunggu diparkiran dimana biasa Dokter Mila memarkirkan mobilnya.


Hari ini Irwan sedang tidak ada di rumah sakit, tadi dokter Irwan sudah pulang lebih awal karena ada suatu keperluan.


Regan saat lewat didepan rumah sakit melihat jika Dokter Irwan pulang sendirian. Regan lalu masuk halaman parkir dan sengaja menunggu dokter Mila.


Seperti biasa, Mila berjalan santai dan mendekati mobilnya, tiba-tiba tangannya ditarik dan dibawa masuk ke mobil Regan.


"Regan, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawaku masuk kedalam mobilmu?"


"Kita harus bicara!" Kata Regan pada dokter Mila.


"Tidak bisa! Aku harus ketempat fitting baju. Irwan sudah menungguku disana."


"Sebentar saja Mila, jika kau tidak mau ikut, maka besok kau hanya akan menyesalinya. Aku akan tiada." Kata Regan lalu mengunci pintunya.


Mendengar Regan berkata begitu, hati Mila menjadi trenyuh. "Bagaimana jika dia benar-benar nekat?"


"Baiklah, tapi aku tidak punya banyak waktu." Kata Mila.


Kenapa baru sekarang kau mengatakan isi hatimu? Selama ini kau kemana aja? Aku memendam sendirian dan saat aku sukses, aku pikir aku akan menemuimu dan menjadi layak untukmu. Tapi saat aku kembali dan menjadi sukses, kau sudah menikah dengan orang lain.


Apa yang bisa aku lakukan. Kamu adalah cinta pertamaku, saat itu kau bagaikan malaikat bagiku. Tapi sekarang semuanya sudah terlambat.


Aku akan menikah dua hari lagi. Apapun yang kau lakukan bagiku, semua sudah terlambat.


Aku sudah menemukan malaikat penggantimu.


"Mila, aku sudah resmi bercerai dengan Catrine. Maukah kau menikah denganku?"


"Regan....."


Mila tidak kuasa menahan tangis dan jeritan dihatinya.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau harus bercerai? Untuk apa?"

__ADS_1


"Untuk kita berdua Mila. Aku sudah melakukan kesalahan menikahi orang yang tidak aku cintai. Dan aku harap kau tidak melakukan kesalahan yang sama, dan berakhir seperti diriku."


"Sudah? Jika sudah cukup, antarkan akuĀ  kerumah sakit lagi. Mobilku ada disana." Kata Mila tanpa menoleh pada Regan.


"Mila, lihatlah aku, tatap mataku, rasakan detak jantungku....ada namamu di setiap detakannya." Kata Regan.


Tanpa sengaja Catrine yang baru saja merobek surat cerai dari Regan, melihat jika didalam mobil Regan ada Mila. Kebetulan dia lewat dijalan yang sama.


Catrine tidak melewatkan kesempatan itu. Dia lalu mengikuti mobil Regan.


Saat dokter Mila turun, Catrine lalu mengambil gambarnya dan langsung dia kirimkan pada dokter Irwan saat itu juga.


Dokter Irwan sedang mondar-mandir ditempat fitting baju.


~Mila, kenapa kau tidak datang-datang? Aku sudah menunggumu dari tadi~


Dokter Irwan mengirim pesan pada dokter Mila.


Dan saat itu juga sebuah foto masuk melalui wa nomor tidak dikenal.


"Mila? Apa yang kau lakukan dengan Regan?"


Dokter Irwan lalu menelpon Mila, dan karena handphonenya ada didalam tas, maka Mila tidak mendengarnya.


Mila, begitu keluar dari mobil Regan, langsung masuk ke mobilnya sendiri dan tidak menoleh lagi pada Regan.


Mila juga tidak peduli pada Regan yang terus saja memanggilnya.


Begitu sampai ditempat fitting baju tatapan Dokter Irwan, sudah mengisyaratkan jika dia sedang kesal.


"Maafkan aku, aku datang terlambat." Kata Mila menyesal karena harusnya dia datang satu jam yang lalu.


"Kenapa kau datang terlambat? Kau tahu aku sudah menunggumu selam satu jam?" Tanya Regan kesal.


"Ya, aku tahu kau datang tepat waktu. Akulah yang terlambat. Apakah kau sudah fitting bajunya?" Tanya Mila dengan suara lembut.

__ADS_1


Hemmm...


Dokter Irwan hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku akan fitting dulu." Kata Mila lalu menemui temannya.


Tidak lama kemudian Mila keluar dan dokter Irwan tidak ada disana?


"Kemana dia? Kenapa dia tidak ada disini? Tadi ada disini?"


Mila lalu mencoba menghubunginya namun handphonenya dimatikan.


Akhirnya Mila pulang sendiri karena satu jam dia menunggu dan Irwan tidak juga datang.


Dokter Irwan menemui Catrine disebuah club.


"Akhirnya kau datang kesini? Mari kita minum." Kata Catrine sambil menyodorkan minuman pada dokter Irwan.


"Aku tidak minum."


"Ok. Kau kemari untuk bertemu denganku bukan? Apa kau sedang gelisah?" Tanya Catrine menebak kenapa dokter Irwan datang menemuinya.


"Jangan ikut campur urusan kami." Kata Dokter Irwan duduk berhadapan dengan Catrine.


"Maksudmu?"


"Aku tahu jika kau pasti kecewa dengan pernikahanmu. Tapi aku dan Mila bukanlah manusia labil seperti kalian. Uruslah dirimu sendiri. Berhenti mengganggu hubungan kami." Kata dokter Irwan lalu menatap wajah Catrine yang kusut.


"Hhhh, kau ini pecundang!" Kata Catrine setengah sadar.


"Katakan pada mantan suamimu, katakan padanya untuk berhenti menemui Mila. Dia akan segera menjadi istriku." Kata Dokter Irwan berbisik ditelinga Catrine.


"Kau akan bernasib sama sepertiku. Dibuang dan dikhianati." Kata Catrine.


"Aku pastikan itu tidak akan terjadi." Kata Dokter Irwan lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2