Dipinang CEO

Dipinang CEO
Menikah demi balas dendam


__ADS_3

Mila masuk kesebuah kamar yang dihias dengan menakutkan. Kamar itu penuh dengan bunga mawar berwarna merah marun dan hampir mendekati hitam.


Tidak seperti pengantin pada umumnya yang menghias kamarnya dengan bunga yang indah, kamarnya mirip dengan kamar yang penuh aura mistik dan misterius.


Mila berhenti dipintu, dokter Irwan lalu menatap kamar pengantinnya dan tersenyum pada Mila.


"Masuklah, ini kamar kita." Kata dokter Irwan menggandeng tangan Mila.


Mila masih ragu dan berat untuk masuk kedalam.


"Mungkin kita salah kamar." Kata dokter Mila.


"Tidak sayang, ini memang kamar kita. Kita tidak salah kamar." Kata Dokter Irwan lalu menarik Mila kedalam kamar itu dan menutup pintunya.


"Aku sangat takut. Kamar ini menyeramkan." Kata Dokter Mila sambil melemparkan pandanganya ke disekeliling kamar itu.


"Jangan takut sayang, itulah mengapa aku menghias kamar ini dengan seperti ini. Agar kau takut dan terus berada didekatku." Kata Dokter Irwan lalu tersenyum menyeringai.


Mila lalu duduk diatas ranjang dan mulai melepaskan sanggulnya.


"Aku akan membantumu..." Kata dokter Irwan dan duduk dibelakang Mila lalu melepaskan sanggulnya.


"Auuuuu!" Teriak Mila saat kepalanya tertusuk konde. Tanganya memegang kepalanya dan sedikit lecet.


"Ohh, maafkan aku....aku tidak sengaja." Kata dokter Irwan.


"Aku akan mengobatinya." Kata dokter Irwan lalu mengambil obat merah dan meneteskanya dirambut Mila.


Mila hanya meringis kesakitan dan tidak menyangka kepalanya akan terluka.


"Apakah masih sakit?" Tanya Dokter Irwan sambil meniup bagian kepala Mila yang terluka.


"Tidak." Kata Mila.


Rambut Mila sudah terurai dan Mila akan melepaskan bajunya. Saat Mila akan menanggalkan bajunya, dokter Irwan pergi kekamar mandi.

__ADS_1


Mila sedikit heran dengan sikapnya yang tiba-tiba terasa aneh dan janggal.


"Kita sudah menjadi suami istri, kau boleh tetap disini saat aku mengganti bajuku." Kata Mila.


"Kau ganti saja bajumu, aku tiba-tiba sakit perut " Kata dokter Irwan yang sengaja menghindar dari pemandangan yang eksotis itu.


Mila akhirnya memakai baju tidur yang aduhai. Yang sudah dia siapkan dan sangat menerawang. Baju ini sengaja dia siapkan untuk hadiah malam pertama pada suami sahnya.


Dan yang menjadi suaminya adalah Dokter Irwan dan bukan cinta pertamanya. Dan sudah selayaknya dia memberikan hati dan seluruh jiwa raganya pada suami sahnya.


Mila sudah berdandan cantik dan sangat menggoda, dia pernah membaca sebuah buku sebelum pernikahan agar istri harus tampil cantik dan mempesona didepan suaminya agar pernikahan mereka bahagia dan suami tidak bosan dirumah.


Mila mulai mempraktekkannya dalam pernikahannya.


Dokter Irwan keluar dari kamar dengan baju yang kotor oleh muntahan.


"Maafkan aku Mila, aku sakit perut dan sepertinya aku mual hingga aku muntah." Kata Dokter Irwan.


Mila akan mendekat dan mengobatinya namun dokter Irwan mencegahnya.


Mila bingung dan tidak tahu harus berkata dan berbuat apa. Dia kasihan pada Irwan yang mual dan muntah, tapi Irwan tidak mengijinkannya mendekat.


Tidak lama kemudian dokter Irwan keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti bajunya.


"Aku akan tidur disofa aja malam ini. Maaf Mila...malam pertama kita ternyata tidak seperti yang kau impikan." Kata Dokter Irwan dengan memasang muka sedih dihadapan Mila.


"Tidak papa Irwan, kita bisa melakukanya lain kali. Sebaiknya kau tidur diranjang saja. Biar aku yang tidur disofa." Kata Mila.


"Tapi Mila...." Kata Dokter Irwan.


"Tidak apa Irwan. Kau sedang tidak enak badan. Kau yang harus tidur diranjang dan aku tidur disofa." Kata Mila lalu mengambil selimut untuk dirinya.


Irwan lalu berjalan ke rangjang dan Mila merebahkan dirinya di kasur.


Wanita memang menyukai minyak wangi. Dan Mila berfikir jika Dokter Irwan juga akan menyukainya. Tapi Mila tidak menyangka jika Dokter Irwan akan mengalami hal seperti itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka tidur terpisah, karena dokter Irwan mengatakan mual dengan wewangian.


Mila menarik nafas panjang dan mematikan lampu kamarnya.


Mila kecewa karena malam pertama yang kata orang indah tapi justru terjadi hal buruk dimalam pertamanya.


Ternyata semua itu hanya kiasan baginya. Bahkan harusnya dia bermesraan dan bertatapan mesra dengan suaminya malam ini. Tapi apa yang terjadi? Mereka justru tidur terpisah dimalam pengantin yang harusnya menjadi malam tidak terlupakan sepanjang hidupnya.


Malam jam 1 dinihari, dokter Irwan kedinginan dan menyebut nama Mila.


"Mila...apakah kau sudah tidur?" Tanya Dokter Irwan.


"Belum." Kata Mila.


"Aku kedinginan." Kata Dokter Irwan.


"Tapi Ac-nya tidak bisa dikecilin." Kata Mila karena dari tadi mencari remot AC dan tidak dia temukan.


Akhirnya Mila memberikan selimutnya untuk dipakai dokter Irwan, suaminya.


"Pakailah ini. Kau sepertinya lebih membutuhkannya." Kata Mila lalu memberikan selimutnya pada suaminya.


"Tapi kau bagaimana?" tanya Irwan sambil menatap Mila.


"Aku tidak apa. Aku bisa tahan dingin." Kata Mila.


Satu jam kemudian, Mila menggigil dan kedinginan. Sementara Ac-nya tidak bisa dikecilin. Dan Irwan tidur dengan pulas.


Mila bahkan tidak bisa tidur sama sekali karena kedinginan.


Dia mengambil semua baju didalam kopernya untuk menyelimuti tubuhnya namun tetap saja dia masih kedinginan.


Dia hanya membawa sedikit baju karena Irwan melarangnya dan berjanji akan membelikan baju baru untuknya.


"Rasakan...kau kedinginan bukan? Hhhh, kau akan terus seperti ini sepanjang malam. Duka ibuku karena ibumu sudah selayaknya kau membayarnya." Kata Irwan lalu tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Ini baru awalnya saja.....Akhirnya kau masuk perangkapku Mila. Kau bahkan tidak akan mengatakan apa yang kau alami pada siapapun. Karena Mila...sangat beruntung menikah dengan dokter sebaik diriku. Itu yang akan orang pikirkan...haha...."


__ADS_2