Dipinang CEO

Dipinang CEO
Bergabung bersama keluarga Nadiya


__ADS_3

Semua orang kaget saat melihat Sharmila berjalan bersama dokter Irwan.


Apalagi Oma, karena saat Mila masih sekolah menengah atas, dia sering memarahinya karena tidak pecus bekerja.


"Silahkan duduk dokter." Kata Nadiya. Lalu berpaling ke Sharmila.


Dokter Irwan lalu memperkenalkan Sharmila pada keluarga Nadiya.


"Dia calon istri saya, Dokter Sharmila, ahli kandungan."


Waooooowww


Semua terkejut saat mendengar jika Sharmila anak ingusan dan lugu itu sekarang menjadi dokter spesialis kandungan dan bahkan menjadi salon istri dokter kondang seperti dokter Irwan.


"Kau benar-benar menjadi dokter?" Tanya Oma kaget.


"Iya Oma, saya sekarang sudah meraih mimpi saya untuk menjadi dokter." Kata Sharmila yang masih ingat saat-saat Oma meremehkannya dan sering memarahinya karena takaran susu untuk Edsel dan juga Eiden.


"Hehehehe, kau memang anak yang berbakat. Oma bisa melihatnya sejak kau tinggal dengan kami. Makanya dulu Oma sering memarahimu, itu sebenarnya Oma hanya sedang menguji agar kau menjadi lebih kuat dimasa depan." Kata Oma sambil melihat seluruh keluarganya.


"Hahahaha....Dan kau benar-benar berbakat. Selamat ya, kau sudah jadi seorang dokter." Kata Oma terlihat salah tingkah.


Semua orang tahu jika Oma sedang menunjukkan kesalahannya. Dan mereka semua tertawa kecil melihat Oma yang menjadi aneh.


Sharmila melirik Oma dengan sedikit cemberut.


Nenek ini memang pandai bersandiwara, gumam Sharmila.


"Duduklah dokter Mila." Kata Nadiya mempersilahkannya untuk duduk.


Sedangkan Catrine seperti sedang mengingat-ingat kapan terakhir kali dia melihat Sharmila.


Ohh ya, waktu dia masih SMA, sekarang dia sudah menjadi dokter, pasti dia akan menjadi sombong sekali! gumam Catrine.


"Wah, kita tidak menyangka ya, bisa makan bersama seperti ini?" Kata Nadiya melihat ke dokter Irwan.

__ADS_1


"Benar Bu Nadiya, hari ini benar-benar menjadi spesial." Kata Dokter Irwan dengan wajah berseri.


Sementara Regan terus melirik kearah Dokter Mila yang anggun tiada tanding.


Mata Regan masih enggan beranjak dari wajah bulat dan pemilik leher jenjang itu.


"Kau sangat cantik!" Gumam Regan dan tanpa sadar dia mengucapkan kalimat itu.


Sontak semua yang sedang makan menoleh kearahnya.


"Yaa, Catrine, kenapa hari ini kau berdandan cantik sekali, dan membuat aku terpana." Kata Regan yang segera menyadari apa yang dia katakan tentang dokter Mila.


"Hahahaha...rupanya dia baru menyadari jika istrinya sangat cantik!" Kata Nadiya.


"Selama ini apakah dia jarang memujimu? hingga dia memujimu dengan tanpa malu-malu seperti itu!" Kata Oma pada Catrine.


"Hehehe...dia sangat sibuk akhir-akhir ini, sehingga dia menjadi seperti itu." Kata Catrine malu, dan dia tahu jika pujian ini bukan untuknya. Melainkan untuk Dokter Mila.


Mana mungkin Regan akan memujinya, bahkan selama enam tahun mereka menikah, Regan belum pernah memuji tentang kecantikanya dan kebaikannya barang sekalipun.


Padahal semua sudah lama berlalu, bahkan wajar saja kan jika suami memuji istrinya. Entah saat sedang berdua ataupun saat ditempat umum.


Tapi kenapa hati ini sakit dan perasaan ini terluka mendengar kata manis Tuan Regan untuk istrinya.


"Saya akan ketoilet sebentar." Kata Dokter Mila yang merasa jantungnya menjadi seperti lepas dari katubnya.


Dokter Mila lalu berjalan ketoilet.


"Aku juga akan kekamar kecil sebentar. Dari tadi aku menahanya." Kata Regan menjadi aneh setelah bertemu dengan Dokter Mila.


Dia berjalan dibelakang dokter Mila.


"Dokter Mila!" Panggil Regan dan mengenali suara orang yang memanggilnya, membuat jantung dokter Mila benar-benar berdetak diluar kendalinya.


"Kau sudah sukses sekarang, kau juga terlihat sangat anggun. Bahkan aku tidak pernah mengira kau akan menjadi terkenal dan menjadi istri dokter Irwan." Kata Regan.

__ADS_1


"Ohh, ya, kami kebetulan bekerja dirumah sakit yang sama. Dokter Irwan banyak membantu saya."


"Ohh, dia sangat beruntung tentunya." Kata Regan sambil menatap wajah bulat bagaikan rembulan itu.


"Ouuuuhhh, ya...saya tidak tahu kalau soal itu. Kami baru saja akan...." Tidak sampai kalimatnya selesai Catrine langsung menarik tangan Regan dan melingkarkan tangannya pada Regan dengan sangat mesra didepan dokter Mila.


"Suamiku, kau bukankah sudah tidak tahan untuk kekamar kecil. Tapi kenapa kau justru membuang waktumu disini!" Katanya dengan merendahkan dan meremehkan dokter Mila.


"Ya, aku akan kekamar kecil." kata Regan dan melepaskan pegangan tangan Catrine.


"Hai dokter Mila. Aku masih ingat bagaimana dulu kau begitu lugu dan polos, sekarang kau tentu sudah sangat pintar, tapi semoga kau tidak pandai untuk merayu suami orang lain."


"Jaga kata-kata anda!" Kata Dokter Mila sangat kesal.


"Bagiku kau mau menjadi dokter atau apapun, tapi dimataku kau tetap sama seperti dulu, kau berasal dari kampung yang kumuh dan latar belakang yang tidak jelas! Ingat itu!" Kata Catrine dengan ketus dan membuat dokter Mila mengepalkan tangannya dan ingin rasanya dia menonjok Catrine saat itu juga.


Tiba-tiba Regan keluar dan melihat jika istrinya sedang berbicara pada dokter Mila.


Melihat suaminya datang, Catrine lalu pura-pura baik dan memuji dokter Mila.


"Dokter Mila, kau sangat beruntung mendapatkan calon suami seperti dokter Irwan, lekaslah menikah dan jangan menundanya. Undang kami dihari pernikahan kalian." kata Catrine sangat manis didepan suaminya.


"Ya tentu, sekarang saya permisi." Kata Dokter Mila yang tidak jadi kekamar kecil dan memilih untuk duduk bersama Dokter Irwan dan berpamitan pada keluarga Nadiya, jika dia ada pasien mendadak malam ini.


"Maafkan saya, karena saya terpaksa harus kerumah sakit sekarang. Ada pasien dalam keadaan darurat." Kata Dokter Mila pada mereka semua.


Sontak saja Dokter Irwan kaget dan tidak menduga jika Dokter Mila akan pulang lebih cepat.


"Saya juga permisi," Kata Dokter Irwan pada mereka semua.


Dokter Irwan lalu mengejar dokter Mila dan meraih tangannya.


"Kau sepertinya sedang kesal? Wajahmu terlihat menahan amarah begitu." Kata dokter Irwan.


Dokter Mila tidak menggubrisnya dan langsung masuk kemobil.

__ADS_1


__ADS_2