Dipinang CEO

Dipinang CEO
Menemukan penjahat


__ADS_3

CEO Handoko pergi lebih dulu dan Regan masih menemani Mila.


"Apakah Matthew menangis karena aku tidak pulang?"


"Dia rewel dan mencarimu." kata Regan menatap Mila.


Regan berfikir jika harus ada yang menjaga Mila agar tidak terulang kejadian seperti ini lagi.


"Mila, sebaiknya kau punya seseorang yang akan menjagamu. Aku khawatir kau akan mengalami kejadian seperti ini lagi." kata Regan.


"Aku tahu kau sangat khawatir. Tapi aku janji aku akan baik-baik saja." kata Mila meyakinkan Regan.


Polisi masuk dan menanyakan pada Mila bagaimana kronologi semua ini bisa terjadi. Mila berusaha membohongi polisi, namun polisi tentu lebih cerdik dari dirinya.


Dari mimik mukanya polisi bahkan bisa tahu jika Mila berusaha melindungi seseorang.


"Sebaiknya anda katakan, siapa yang sudah melakukan semua ini." kata Polisi.


"Ini masalah sebuah rumah tangga. Dan saya akan bicarakan dulu dengan yang bersangkutan. Setelah itu saya akan mengatakan kepada bapak." Regan menatap Mila dan dia yakin firasatnya tidak pernah salah.


"Baiklah, saya akan tunggu. Karena ini sudah masuk ranah kriminal. Dan harus diproses secara hukum."


"Saya mengerti pak, tapi saya minta izin untuk berbicara secara pribadi dengan orang tersebut. Kami sudah seperti keluarga."


"Baiklah." kata Polisi dan akan datang esok hari untuk meminta keterangan dari Mila kembali.


Regan menatap Mila dengan tajam.


"Kau mengenal orang itu?" tanya Regan karena tadi dia mengatakan jika tidak tahu siapa yang melakukanya.


Tapi setelah polisi mendesaknya, akhirnya terpaksa Mila mengatakanya.


"Regan, panggilkan Jihan padaku. Aku harus berbicara dengannya. Alamatnya ada di ponselku." kata Mila.


"Ohh, jadi semua ini ada kaitannya dengan Jihan?"


"Aku akan ceritakan nanti. Tapi sebaiknya aku harus bertemu dengannya lebih dulu. Kau tahukan, dia adalah sahabatku?"


"Baiklah, aku akan menemuinya." Regan lalu pergi kerumah Mila dan mengatakan pada Bibi jika Mila sudah ketemu dan baik-baik saja.


Sekarang Mila sedang sendirian dirumah sakit dan Regan mengantarkan Bibi untuk menemui Mila bersama Matthew.


Setelah mengantarkan Bibi, Regan pergi ke alamat Jihan, dan benar saja jika rumahnya terletak tidak jauh dari pasar tradisional.


Regan mengetuk pintu dan yang membukakan pintunya adalah Jihan sendiri. Regan mengatakan maksud kedatanganya.


"Mila ada dirumah sakit sekarang. Dan dia ingin kau datang menemuinya. Polisi sudah tahu siapa pelaku yang sebenarnya." kata Regan memancing reaksi Jihan.


"Polisi? Mila dirumah sakit dan polisi mencari pelakunya? Memangnya apa yang terjadi dengan Mila?"

__ADS_1


Regan lalu menceritakan apa yang dialami Mila. Dia disekap dan diikat selama dua hari.


"Ya Tuhan, aku benar-benar tidak tahu jika Reynand menyekap Mila." kata Jihan.


"Jadi kau tahu orang yang menyekap Mila? Siapa dia? Dimana dia?"


Jihan kaget dan menatap Regan dengan menahan nafasnya sesaat.


"Reynand.... dia adalah suamiku." kata Jihan terbata.


"Suamimu?" Regan terkejut mendengar jika yang melakukan kejahatan itu adalah suami dari sahabat Mila sendiri.


"Ya, dia adalah suamiku. Sekarang dia sedang tidur. Mila ingin menolongku dan saat kami kabur, kami tertangkap olehnya." kata Regan dan dia juga baru sadar jika pelipis Jihan biru akibat sebuah benturan keras.


"Keningmu? Apakah suamimu yang melakukanya?" tanya Regan.


Jihan mengangguk dan ketakutan saat dia mendengar suara dari dalam kamar.


"Jihan, siapa itu? Siapa yang sedang kau temui? Kenapa kau tidak ijin padaku jika ingin menemui seseorang? Kau mencoba melawanku lagi Jihan? Kau tidak dengar apa kataku?" kata Reynand dengan suara keras dan bangun dari tidurnya.


Reynand keluar dan dia menatap sinis saat melihat Regan.


Regan sudah mengepalkan tangannya dan tidak sabar untuk memukul Reynand.


"Siapa kau?"


Tanya Reynand dengan kasar dan Jihan berlindung di belakang Regan karena ketakutan.


"Kenapa kau sekasar ini pada wanita hah?"


"Siapa kau? Dan kenapa kau ikut campur urusan kami?" teriak Reynand.


"Aku kekasih Mila, orang yang kau sekap!" Teriak Regan.


"Hahahaha, apakah kau akan memukulku karena aku sudah menyekap kekasihmu yang mau menculik istriku?"


"Aku tidak akan melepaskanmu! Kau hampir membuatnya celaka!"


Tiba-tiba sebuah pukulan menghantam Regan karena Reynand melemparkan benda disampingnya.


Regan memegang pelipisnya yang berdarah.


Regan lalu mengeluarkan kemampuanya dalam bela diri. Tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk menyerang balik Reynand.


Jihan ketakutan dan Nayla terbangun.


Saat itu Regan sudah berhasil meringkusnya dan membawanya kedalam mobil. Dia lalu mengikatnya dan membawanya kekantor polisi.


Nayla terlihat ketakutan saat melihat ruang tamu berantakan.

__ADS_1


"Ibu...."


Jihan lalu memeluk Nayla dan pergi kerumah sakit untuk menemui Mila.


***


Dirumah sakit, Mila senang melihat Jihan dan Nayla baik-baik saja.


"Mila, maafkan aku. Karena aku, kau jadi seperti ini." kata Jihan. Mila tersenyum padanya.


"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" Mila bertanya keadaan Jihan setelah gagal melarikan diri dari suaminya.


Pasti yang terjadi lebih buruk dari sebelumnya, pikir Mila.


"Aku tidak kenapa-kenapa. Aku sangat menyesal kenapa aku percaya pada Reynand dan tidak kembali untuk menolongmu." kata Jihan yang tidak tahu jika Mila diikat disana.


"Ini bukan salahmu. Ada yang ingin kukatakan padamu." kata Mila menatap sahabatnya.


"Katakan saja..."


"Ini soal sidik jari suamimu. Polisi sudah mengetahuinya dan mungkin..."


"Aku tahu. Dia akan dipenjara bukan? Regan bahkan sudah membawanya ke polisi." Aku Jihan dan membuat Mila sangat terkejut.


"Regan? Dia...." Mila kebingungan.


"Tidak papa Jihan. Biarkan saja dia bertanggung jawab atas perbuatannya." Kata Jihan karena dia sendiri sudah lelah dengan sikap Reynand.


"Tapi, Nayla...." Mila melihat wajah polos Nayla.


"Dia akan mengerti setelah aku memberikan pengertian padanya."


Kata Jihan meyakinkan Mila jika tidak akan menyakitinya jika suaminya masuk dalam penjara. Dia pantas mendapatkannya, pikir Jihan.


***


Dikantor polisi, Regan memberikan kesaksian jika pelaku yang sudah mengikat dokter Mila adalah suami Jihan.


Regan lalu mendorong Reynand pada seorang anggota polisi dan Reynand tersenyum sinis pada Regan.


"Dia harus dipenjara." kata Regan


"Pria brengs*k yang berani menyakiti wanita layak mendapatkan hukuman yang setimpal." kata Regan lalu pergi dari kantor polisi.


Polisi itu lalu memasukkan Reynand kedalam tahanan sambil menunggu proses hukuman.


***


Regan kembali kerumah sakit dan disana ada Jihan. Melihat Mila sedang berbicara dengan Jihan, Regan lalu tidak jadi masuk kedalam.

__ADS_1


Regan tidak ingin mengganggu mereka. Sementara Nayla diajak pulang oleh Bibi kerumah Mila. Dan untunglah Nayla yang kesepian akhirnya mudah akrab dengan Bibi dan Matthew.


Jihan menginap dirumah sakit hingga pagi hari.


__ADS_2