Dipinang CEO

Dipinang CEO
Serumah dengan Edo dan Kinan, iparnya


__ADS_3

Masa bulan madu sudah selesai, Dokter Irwan dan Sharmila sedang berkemas untuk kembali.


"Kita akan kerumah mama." Kata Dokter Irwan.


"Kenapa?" Tanya Mila.


"Karena itu sudah tradisi. Setelah berbulan madu kita akan tinggal dirumah bersama keluarga besar selama satu Minggu." Kata Dokter Irwan.


"Baiklah." Mila lalu menatap dokter Irwan. Irwan tahu jika Mila sedang menatapnya dan ingin mengatakan sesuatu namun tidak pernah dikatakannya.


"Ada apa?" Tanya Dokter Irwan tiba-tiba dan membuat Mila tersentak karena saat ini dia sedang memperhatikan dokter Irwan.


"Maafkan aku semalam." Kata Mila. Mila teringat saat dia menolak ajakan dokter Irwan untuk berhubungan lebih intim.


Hal itu karena Mila masih teringat peristiwa malam sebelumnya, yang dia lakukan bersama Regan saat mati lampu. Dia telah salah mengira jika Regan adalah dokter Irwan.


Rasa bersalah dan merasa kotor, membuatnya ragu dan merasa tertekan setiap kali berdekatan dengan dokter Irwan.


"Tidak apa. Aku tahu kamu masih belum siap." Kata Dokter Irwan. Padahal dokter Irwan sengaja melakukan itu semalam, karena ingin tahu seberapa tertekannya Mila akinya jebakan yang dia lakukan.


Dan ternyata apa yang dia rencanakan benar-benar membuar Mila selalu dirundung rasa bersalah dan rasa tertekan yang luar biasa.


"Ayo kita berangkat sekarang!" Dokter Irwan lalu mengajak Mila pergi kerumah mamanya.


***


"Mila, kau harus makan yang banyak, jangan menunda untuk mendapatkan momongan." Kata Wandah dengan tersenyum hangat pada Mila.


"Iya ma...." Mila lalu makan sesuap demi sesuap dengan rasa yang sulit dia jelaskan. Bagaimana dia bisa mendapatkan keturunan sedangkan dia sama sekali belum berhubungan dengan dokter Irwan.


Dokter Irwan sangat menikmati setiap melihat wajah Mila yang murung dan penuh ketakutan.


Edo dan Kinan datang bersama Bima dan Arya, putranya. Mereka baru saja dari supermarket dan karena jalanan agak macet membuat mereka terlambat makan malam.


"Mas, kita makan dulu aja," terdengar suara Kinan mengajak suaminya, Edo untuk makan malam.


"Ya sudah, wah....ada pengantin baru nih, bagaimana honeymoonnya? Mila kelihatan pucat gitu, pasti honeymoon membuatnya kelelahan." Kata Edo dan duduk didepan Mila persis dimeja makan yang sama.


"Hush! Apa yang kamu katakan Mas."


Mila diam saja dan Kinan tersenyum padanya.

__ADS_1


"Dia memang suka ceplas-ceplos, maaf ya Mila," kata Kinan kakak dari dokter Irwan.


"Honeymoon kami tidak berjalan dengan baik," kata dokter Irwan dan menatap Mila. Mendengar kata tidak berjalan dengan baik, jantung Mila langsung berdebar sangat kencang.


Dia teringat karena dokter Irwan dan dia belum pernah saling berhubungan lebih dalam.


Tiba-tiba kaki Edo menyentuh kaki Mila. Dan Mila mengira itu adalah kaki dokter Irwan. Edi terus saja menatap Mila tanpa berkedip. Kinan memperhatikan kelakuan suaminya yang janggal setiap kali bersama Mila.


"Kami bahkan belum berbulan madu." Kata Dokter Irwan yang disambut dengan tatapan oleh seluruh keluarga.


Kenapa kau harus mengatakan yang harusnya cukup kita berdua saja yang tahu?


Gumam Mila dalam hati dan tidak bisa menutupi kegugupannya.


"Hahahaha...kau ini lahir dizaman apa? Masa pergi empat hari tapi belum berbulan madu? Kau sepertinya harus les privat padaku. Tanya Kinan. Satu hari kita tidak keluar dari kamar."


"Hush! Mas....jaga ucapanmu....," kata Kinan memperingatkan suaminya.


"Hehe, lagian adikmu ini aneh sekali. Diberi waktu empat hari berduaan, masa belum ehem,ehem...." Kinan gregetan dengan suaminya dan dia menendanh kakinya dengan keras.


Aduh!


"Maaf Mila, hhfff, aku tidak sengaja."


"Ngga papa mbak Kinan. Kalian sangat romantis, dan aku senang melihat kalian bercanda seperti ini," kata Kinan.


"Apakah, dia tidak pernah menggodamu seperti aku menggoda istriku? Ahk, sudah kuduga kalau dia kaku dan dingin. Profesinya membuatnya seperti itu." Kata Edo.


Irwan hanya menatap Edo dengan tatapan kesal sambil mengunyah makanannya. Irwan sebenarnya memang tidak terlalu menyukai Edo, tapi karena Kinan sangat mencintainya, sehingga dia merelakan adiknya menikah dengan Edo saat itu.


Selesai makan malam, Kinan akan mencuci semua piring yang mereka gunakan setelah makan malam. Entah kenapa dia hari lalu, dua pembantu yang mengurus rumah mereka selama ini, dipecat oleh mamanya.


Hingga saat banyak piring kotor seperti ini terpaksa Kinan yang harus membersihkannya.


"Kinan, sepertinya Bima dan Arya sudah mengantuk, sebaiknya kau menemanierrka tidur. Biarkan mama dan Mila yang membereskannya," kata Wandah.


"Iya, mbak, biar aku yang beresin makan malamnya. Mbak, istirahat saja bersama Bima dan Arya," kata Mila lalu berdiri dan mengangkat semua piring kotor itu kedalam dapur.


Dia sendiri sebenarnya sangat lelah dan ingin segera istirahat. Tapi ini bukan dirumahnya atau dirumah suaminya. Mereka sedang berada dirumah mertuanya. Tentu Mila tidak bisa berbuat sesuka hatinya, seperti menunda mencuci piring dan dia kerjakan esok hari.


Dia harus memberikan kesan yang baik kepada mama Wandah.

__ADS_1


"Mila, kau bantu mama beresin ini ya, mama sedang tidak ada art. Aku tunggu dikamar." Kata Dokter Irwan.


Mila mengangguk dan Wandah membantu Mila mengangkat semua piring kedapur.


"Maaf ya Mila, kamu jadi harus mengerjakan ini semua," kata Wandah.


Mila mengelap meja makan dan juga lantai karena lengket dan ada beberapa makanan yang tercecer saat Bima dan Arya makan sendiri tadi.


Tiba-tiba telepon Wandah berbunyi dan dia berpamitan pada Mila untuk mengangkat teleponnya.


Mila mengangguk dan sekarang dia sendirian dilantai satu untuk mencuci semua piring yang begitu banyak.


Ternyata dari siang piring belum ada satupun yang dicuci, dan sepertinya Mila memakluminya karena memang tidak ada Art, jadi mereka pasti belum sempat mencucinya.


Padahal yang terjadi adalah, semua itu sengaja dilakukan Dokter Irwan dan Wandah untuk mengerjai Mila.


Dan yang menelpon Wandah adalah dokter Irwan dari kamarnya. Wandah nampak berjalan menjauh dari dapur. Sedangkan Mila mencuci piring dan tidak memikirkan apapun selain agar dia ingin cepat selesai dan istirahat.


Wandah berbicara dengan berbisik sambil tertawa kecil karena melihat Mila, seorang dokter spesialis kandungan yang terkenal tapi sekarang akan menjadi art dan mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga dirumah mertuanya.


Dua jam Mila baru saja selesai mencuci piring dan mengelap dapur.


Tiba-tiba Wandah masuk dan mengagetkan Mila. "Maaf ya Mila, kau jadi kecapean. Sekarang, istirahatlah, Irwan pasti sudah menunggumu dari tadi," kata Wandah.


"Iya ma..." Mila lalu naik keatas dan masuk kekamarnya.


Dia lihat Irwan sudah tertidur pulas dan tidak menunggunya, tapi mamanya tadi bilang jika Irwan sedang menunggunya.


Ahk, dia pasti lelah dan bosan menungguku....


Mila berkata dan menatap suaminya dengan lekat lalu menyelimutinya.


Mila mulai merebahkan dirinya disamping suaminya, tapi karena dia merasa lengket dan tidak nyaman, Mila lalu kekamar mandi dan segera mandi.


Saat dia dikamar mandi, Dokter Irwan membuka matanya dan tersenyum puas. Hari kelima berumah tangga dan dia bahkan tidak melakukan hubungan layaknya suami istri.


Dan ini sangat menyenangkan baginya karena balas dendamnya benar-benar berjalan sesuai keinginannya.


Ibumu pasti sangat tenang didalam penjara, karena kau menikah dengan dokter muda dan berprestasi seperti diriku.


Tunggulah, sampai berita besar membuat jantungmu berhenti dan kau akan mati mendadak saat mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2