
Saat ini, dokter Mila sudah sembuh dan kembali bekerja. Pagi-pagi sekali sudah sampai diruanganya.
Biasanya dari pagi hingga sore hari banyak pasien yang akan berkonsultasi dengannya tentang masalah seputar kandungan.
Namun hari ini hanya ada satu atau dua orang saja.
Dokter Irwan masuk dan menemui kekasihnya. Wajah dokter Mila nampak suntuk dan terlihat tidak bersemangat.
"Ayo kita pulang, bagaimana hari pertamamu bekerja?" Kata Dokter Irwan sambil menatap wajah kekasihnya yang beberapa hari lagi akan menjadi istrinya setelah mereka resmi menikah nanti.
"Hari ini sangat sepi pasien." Kata Mila merasa bosan karena biasanya hari-harinya sangat sibuk, namun sejak berita dan gosip yang beredar, semuanya berubah.
Para pasien mulai meninggalkannya dan enggan berkonsultasi dengannya.
Mila mengambil tasnya dan menutup pintu ruangannya.
"Kita langsung pulang saja ya, ada keluargaku dirumah. Mereka datang untuk mempersiapkan pernikahan kita yang tinggal beberapa hari lagi."
"Ya, baiklah." Kata dokter Mila lalu berjalan disamping Irwan.
Mereka langsung pulang kerumah Irwan, dan menikmati makan malam bersama.
"Kakakmu sudah mengurus semuanya, jadi kalian tidak perlu khawatir." Kata mama Irwan.
__ADS_1
Tiba-tiba Edo, suami dari Kinan keluar dari kamarnya bersama Bima dan Arya. Edo kaget saat melihat calon istri dari adik iparnya yang tidak lain adalah Sharmila, teman SMA yang sangat dia cintai waktu itu.
Sharmila juga kaget, karena tidak menduga jika suami dari kakak iparnya adalah Edo Raharja, teman sekelasnya yang selalu mengejar cintanya.
Deg.
Jantung Sharmila bergetar, dan berharap Edo pura-pura tidak mengenalinya.
"Oh ya, Edo, kenalkan, ini Mila, dokter Mila, calon istri Irwan." Kata Kinan memperkenankan Mila pada suaminya.
"Edo...." Kata Edo menggenggam erat tangan Mila dan membuat Kinan harus menginjak kaki Edo karena berjabat tangan terlalu lama dengan calon adik iparnya.
"Mila..." Kata Mila dengan suara gemetar dan pelan.
Saat makan berlangsung, Edo tidak berhenti menatap wajah Mila yang bertambah cantik, belum lagi statusnya sebagai seorang dokter.
Sedangkan Edo, tidak melanjutkan kuliah karena keburu menghamili Kinan, dan mereka menikah. Sejak saat itu Edo bekerja serabutan karena susah sekali mencari pekerjaan hanya dengan mengandalkan ijasah SMAnya.
Orang tuanya kaya, tapi karena Edo ingin mandiri, maka dia selalu menolak bantuan kedua orang tuanya.
Kinan berulang kali melihat jika suaminya menatap adik iparnya sangat lama. Hal itu tentu melukai perasaannya.
Sementara Mila berusaha untuk tidak melihat Edo sama sekali. Kenapa dia harus menjadi kakak ipar ku?
__ADS_1
"Mila, ini untukmu, kau harus sehat, karena sebentar lagi kau akan menjadi pengantin." Kata Irwan lalu mengambil potongan daging dan dia letakkan diatas piring Mila.
"Sudah cukup, aku sudah sangat kenyang." Kata Mila.
"Satu aja....habiskan ya..." Kata Irwan yang memang sangat menyayangi Dokter Mila.
Edo melihat apa yang dilakukan Irwan pada Mila dan membuatnya cemberut, kesal.
Kinan menginjak kaki Edo lagi karena menatap Mila lebih dari tiga menit.
Selesai makan, Mila membantu membawa piring kotor kedapur, sementara Edo juga ikut-ikutan membantu.
"Mila...." Panggil Edo saat mereka hanya berdua didapur.
"Ada apa? Sebaiknya kita pura-pura tidak saling mengenal, itu lebih baik, kakak ipar." Kata Mila lalu keluar dan mengambil piring kotor lagi.
Edo sengaja pura-pura mengambil minuman dikulkas dapur.
"Mila, aku tidak percaya kau akan menjadi adik ipar ku. Seandainya saja, dulu kau tidak menghilang, mungkin kau akan menjadi istriku."
"Edo, please, Kau adalah kakak ipar ku, kita tidak saling mengenal sebelumnya, itu lebih baik." Kata Mila dan tidak ingin Edo membicarakan masa lalu mereka.
"Hai, apa yang kalian bicarakan?" Tanya Kinan yang tiba-tiba masuk kedapur.
__ADS_1
"Itu, aku ingin membantu Mila, tapi dia tidak ingin dibantu." Kata Edo lalu pergi dari dapur.