
Setelah beberapa menit duduk di kursi, ketiganya kini kembali berjalan memutari wahana tersebut mencari wahana selanjutnya yang akan mereka naiki.
Namun berbeda dengan sebelumnya, raut wajah Keyrani terlihat begitu dipaksakan untuk sekedar tersenyum. Khususnya setelah Ray menyebut nama Alana tadi.
Hingga tiba-tiba Sean meraih tangan Keyrani dan menariknya masuk ke dalam kerumunan orang-orang yang saat itu tengah melihat pertunjukan musik.
Ray yang kaget sontak berlari mengejar mereka, namun sialnya Ray harus berpisah dengan keduanya karena terhalang kerumunan orang-orang yang semakin lama semakin banyak.
"Ahh.. Sial.. " Umpat Ray menggaruk gusar rambutnya sembari berusaha berjalan ke depan untuk melihat pertunjukan itu
Sementara itu, Keyrani yang ditarik Sean kini berdiri di depan menatap langsung pertunjukan musik itu yang dirasanya begitu romantis.
Tepat setelah musik berakhir, Sean berjalan ke depan menghampiri salah satu gitaris dan membisikkan sesuatu di telinga gitaris itu.
Keyrani yang melihat hal tersebut kini memasang wajah bingung dengan apa yang diperbuat Sean. Khususnya saat keduanya menatap Keyrani dengan senyum di wajahnya.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Keyrani dengan harapan Sean bisa membaca gerakan bibirnya
Namun Sean hanya tersenyum kemudian mengambil gitar yang diserahkan oleh gitaris itu kemudian berdiri di depan mic dengan posisi bersiap untuk bernyanyi.
"Selamat sore semuanya. Sebelumnya aku meminta maaf karena menyela pertunjukan ini. Disini aku akan membawakan sebuah lagu untuk seseorang yang saat ini tengah diliputi kegundahan dalam hatinya" Ujar Sean
Setelah mengucapkan kata-kata pembukaannya, jari-jari Sean perlahan mulai memetik senar gitar membuat siapapun yang mendengarnya perlahan terlarut di dalamnya.
Begitupun dengan Keyrani yang juga dibuat kaget sekaligus bingung karena ternyata Sean begitu hebat menyanyi like an idol yang selama ini dilihatnya.
Di sisi lain, Ray yang baru saja mendengar suara yang mirip dengan Sean dengan cepat menerobos kerumunan mencari keberadaan Sean dan Keyrani.
Setelah beberapa saat, Ray akhirnya berhasil menerobos dan kini berdiri di depan. Sorot pandangannya langsung berhenti pada Sean yang kini bernyanyi sembari memetik gitarnya.
"Ciiihhhh... Dasar tukang pamer" Gerutu Sean menatap kesal ke arah Sean kemudian beralih pada pandangan Sean yang tertuju tepat pada Keyrani
__ADS_1
Dengan cepat, Ray segera menghampiri Keyrani karena sepertinya Keyrani benar-benar lupa jika Ia meninggalkannya di belakang.
Tanpa basa-basi, Ray segera menarik tangan Keyrani pergi dari sana. Menerobos paksa kerumunan orang-orang agar bisa menjauh dari tempat itu. Karena ia benar-benar membenci suasana tidak menyenangkan ini.
Keyrani yang kaget akan sikap Ray yang begitu tiba-tiba berusaha melepas genggaman tangan Ray. Namun percuma saja karena tangan Ray begitu erat tidak ingin melepasnya.
"Ray.. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyrani masih berusaha melepas genggamannya
Ray hanya diam tidak menjawab pertanyaan Keyrani.
"Ray... " Tegur Keyrani sekali lagi dengan suara yang sedikit ditinggikan. Namun, sekali lagi Ray tidak perduli dan tidak berniat merespon Keyrani.
Melihat ekspresi Ray yang sama sekali tidak berniat meresponnya, Keyrani dengan terpaksa mengalah dan mengikuti keinginan Ray yang entah membawanya kemana.
Hingga kemudian Ray berhenti di salah satu wahana yakni biang lala. Tanpa bertanya atau berbicara Ray menarik Keyrani masuk ke dalam biang lala tersebut.
Tepat setelah keduanya masuk diikuti pintu yang kini tertutup Keyrani menghempaskan dengan paksa tangan Ray kemudian duduk di kursi.
"Apa sebenarnya yang terjadi denganmu..?" Tanya Keyrani emosi sembari menatap Ray yang kini menunduk di hadapannya
Namun tepat setelah Keyrani mengakhiri perkataannya. Tangan Ray dengan cepat menangkup rahang Keyrani dan mencium Keyrani dengan paksa.
"Hhmmppp... " Keyrani berusaha menolak ciuman Ray karena ia tidak suka situasi saat Ray menciumnya karena terbawa emosi
"Hmmp.. Ray.. " Tegur Keyrani mendorong tubuh Ray menjauh darinya setelah dibuat kehabisan nafas oleh Ray
Ray menoleh menatap wajah Keyrani dengan tatapan sayu dan sedih "maafkan aku" Ucap Ray lirih
"Aku seharusnya tidak berbuat seperti ini padamu" Ujar Ray sadar akan sikapnya yang berlebihan dan memaksa
"Aku tidak suka. Aku cemburu melihat Sean begitu perhatian padamu. Rasanya seolah kamu akan pergi meninggalkanku untuk dirinya" Tutur Ray sembari menggelengkan kepalanya karena membayangkan hal itu
__ADS_1
Keyrani tertegun kemudian mengangkat rahang Ray agar ia menatap ke arahnya "Kamu meragukanku?" Tanya Keyrani yang sontak membuat Ray menggelengkan kepalanya dengan cepat
"Jika kamu tidak meragukanku, seharusnya kamu tidak perlu khawatir akan hubunganku dengan Sean karena aku dengan dia hanya sebatas teman saja" Ujar Keyrani dengan pasti
"Sama halnya dengan kamu dan Alana. Aku tidak pernah meragukan perasaanmu padaku. Tapi satu hal yang tidak aku mengerti. Mengapa kamu selalu diam jika berkaitan dengan dia? Mengapa tidak memberitahuku seolah kamu berniat menyembunyikan segalanya?" Tanya Keyrani kembali mengeluarkan semua unek-uneknya
"Aku tidak... " Balas Ray namun tertenti saat Keyrani menyela nya
"Aku tahu. Kamu tidak berniat seperti itu. Aku tidak melarang kamu dekat dengan Alana. Tapi aku mau kamu memberitahuku, jangan membuatku seolah tidak ada dan menyembunyikan semuanya. Karena jika kamu terus menyembunyikannya, mau tidak mau aku akan selalu salah paham akan hubungan kalian" Ujar Keyrani panjang lebar
Ray terdiam, selama ini ia memang selalu menunda untuk memberitahu Keyrani. Bahkan mengenai Alana yang kini pindah kampus, belum ia ceritakan pada Keyrani.
"Aku hanya mau kita saling terbuka Ray, hanya itu satu-satunya cara agar hubungan ini bisa terus berlanjut" Ujar Keyrani
"Aku janji tidak akan merahasiakan apapun lagi padamu. Aku tidak ingin berpisah denganmu" Tutur Ray memeluk tubuh Keyrani erat
Keyrani menghela nafasnya singkat sembari mengusap punggung Ray. Sama halnya dengan Ray, Ia juga tidak bisa jika harus berpisah dengan Ray. Sudah cukup 11 tahun mereka terpisah, ia tidak ingin hal itu terjadi kembali.
...***...
Di sisi lain, Sean yang tadinya menyanyi sontak berhenti saat melihat Keyrani dibawah pergi Ray dengan paksa.
Dengan cepat ia melepas gitar tersebut sembari menyatukan tangannya sebagai permintaan maaf karena pergi sebelum lagunya selesai.
Namun sebelum, ia mengejar Keyrani ia tiba-tiba dihadang oleh Rani dan Lisa yang ternyata sedari tadi memperhatikannya juga.
"Tidak perlu mengejar mereka Sean" Ujar Lisa
"Tapi.. "
"Biarkan saja, Ray tidak akan menyakiti Keyrani. Dia pacarnya" Ujar Lisa menyela perkataan Ray
__ADS_1
Mendengar kata pacar membuat Sean tersenyum ketir. Lagi-lagi ia kembali disadarkan jika Keyrani dan Ray sudah berpacaran. Seolah menyuruhnya untuk berhenti mendekati Keyrani lagi.
"Apa aku memang tidak punya kesempatan? Tapi aku tidak suka melihatnya memasang wajah seperti itu setiap hari" batin Sean memikirkan apa yang harus dilakukannya