Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Rumah Ray


__ADS_3

Lisa bersama ketiga lainnya kini tiba di rumah Ray setelah jam 3 sore. Karena terhalang jadwal kuliah masing-masing.


Ketiganya tidak berhenti berucao kagum saat memasuki pekarangan rumah Ray yang terlihat begitu besar dan mewah khususnya Rumahnya yang berada tepat di bagian tengah.


"Ini ngga papa langsung masuk?" Tanya Rani sedikit ragu karena Lisa langsung membuka pintu tanpa menekan bel ataupun menghubungi Keyrani


"Nggak papa, santai aja" Jawab Lisa santai karena dirinya sudah beberapa kali mengunjungi rumah tersebut


Keempatnya kemudian masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Sementara Lisa memutuskan naik ke atas lantai dua untuk mencari Keyrani.


Lisa mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan tapi tak kunjung menemukan Keyrani. Hingga kemudian ia memutuskan untuk mengeceknya pada kamar Ray, jika saja Keyrani ada di kamar tersebut.


Lisa membuka pelan pintu kamar tersebut dan betapa terkejutnya dirinya saat mendapati Keyrani duduk di pangkuan Ray sembari berciuman dengan begitu panasnya.


"Oopppsss... " Lisa menutup wajahnya dan berniat menutup kembali pintu namun tiba-tiba Keyrani menyadarinya karena bunyi decitan dari pintu


"Lisa.. " Sebut Keyrani kaget dan segera bangkit dari rangkulan Ray saat melihat Lisa dari arah pintu


"Sorrryyy" Ujar Lisa kemudian segera berlari meninggalkan keduanya menuju ke ruang tamu


Sementara Keyrani kini menutup wajahnya yang kini memerah karena merasa malu "Pintunya kenapa nggak dikunci.. " Ujar Keyrani kepada Ray


"Biasanya juga nggak dikunci kan" Balas Ray santai dan hanya memamerkan smirk nya tidak perduli sekaligus gemas melihat Keyrani tiap kali dirinya merasa malu


"Tau deh.. " Timpal Keyrani beranjak pergi meninggalkan Ray


Keyrani kemudiam turun ke bawah menghampiri Lisa. Beberapa kali dirinya menyentuh wajahnya yang panas karena merasa malu karena ini kedua kalinya dirinya kedapatan berciuman dengan Ray setelah Bi Lastri pembantu Ray.


"Muka kamu kenapa merah gitu? Kamu sakit?" Tanya Rani segera berdiri menyentuh jidat Keyrani


"Oh itu.. " Belum sempat Lisa menyelesaikan ucapannya Keyrani sudah berlari ke arahnya dan menutup mulutnya jika sajaisa membocorkan apa yang baru saja dilihatnya


"Nggak kok. Aku ngga papa, lagi kepanasan aja" Sela Keyrani tergagap karena mencari alasan


"Masa sih? Kok akunya nggak merasa panas yah. Justru adem banget" Timpal Dafa karena memang rumah tersebut sama sekali tidak panas

__ADS_1


Sementara Lisa hanya bisa terkekeh pelan melihat tingkah lucu Keyrani jika saja dirinya membahas yang tadi.


Keyrani mencubit pelan paha Lisa kemudian bangkit kembali dari duduknya "Aku buatin minum dulu" Ujar Keyrani kemudian beranjak pergi ke dapur diikuti oleh Lisa dari belakang


"Jadi... Kalian sudah sampai tahap mana?" Tanya Lisa kembali menggoda Keyrani


"Seperti yang kamu lihat tadi. Tidak lebih" Ujar Keyrani sengaja memberi penekanan


"Oh, jadi udah tidur bareng" Iseng Lisa


"Lisa.. " Sela Keyrani menatap geram kemudian kembali melanjutkan kegiatannya


"Kayaknya beneran nih, padahal cuma asal tebak" Goda Lisa mengikuti Keyrani


"Hmmhmmmhmmm" Gumam Keyrani tidak menggubris ucapan Lisa kemudian segera membawa minuman yang dibuatnya ke ruang tamu


"Maaf lama" Ujar Keyrani meletakkan satu per satu minuman tersebut di meja


"Kamu tinggal disini?" Tanya Aaron memulai pembicaraan


"Iya. Aku tinggal disini" Jawab Keyrani


"Pak Ray..?" Sebut Rani melihat dosen yang beberapa waktu ini tidak ditemuinya karena cuti


"Panggil Ray saja, ini di luar kampus jadi tidak perlu bersikap formal kepadaku" Sahut Ray kemudian duduk di dekat Keyrani


"Oh iya, ini Dafa dan Aaron. Keduanya jurusan ilmu hukum" Ujar Keyrani memperkenalkan keduanya yang memang bukan mahasiswa yang diajar Ray


"Dafa" Ulang Dafa memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya bersikap sopan


"Raymond" Jawab Ray menerima uluran tangan Dafa


"Aaron" Sahut Aaron yang juga mengulurkan tangannya


"Raymond, pacar Keyrani" Jawab Ray menerima uluran tangannya sembari memberitahukan hubungannya karena tahu jika Aaron juga menyukai Keyrani setelah beberapa kali berjumpa di kampus saat dirinya bersama dengan Keyrani

__ADS_1


"Bapak.. Ech maksudnya Ray, tinggal di sini juga?" Tanya Rani ragu-ragu


"Iya" Jawab Ray singkat


"Kalian tinggal bareng?" Celetuk Aaron


"Iya. Sejak kembali, aku tinggal di sini bareng dia" Jawab Keyrani


"Kenapa?" Tanya Aaron karena dirinya sedikit tidak terima jika Keyrani tinggal serumah dengan seorang pria


"Karena kami berpacaran. Jadi tidak ada masalah jika kami tinggal bersama" Jawab Ray menatap Aaron dengan semua rasa bangga dan percaya dirinya


Aaron hanya bisa berenggut kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa. Karena hubungannya dengan Keyrani yang hanya sebatas teman saja.


Hingga tak berselang lama kemudian, Rian tiba-tiba saja muncul dari arah tangga. Dan sekali lagi keempatnya terkejut termasuk Lisa yang kini berdiri sembari menutup mulutnya.


"Tadi Ray, sekarang Rian. Kamu ngapain disini? Kok dari atas?" Tanya Dafa heran sembari menggaruk kepalanya yang bahkan tidak gatal


"Oh, Aku juga tinggal disini" Jawab Rian santai kemudian mendorong Lisa menjauh dan duduk di dekat Keyrani membuat Lisa berenggut kesal maupun Ray yang sontak merangkul pundak Keyrani agar lebih mendekat padanya


"Jadi kamu tinggal disini, bareng Ray dan juga Keyrani?" Tanya Aaron menunjuk ketiganya bergantian


"Iya. Aku juga tinggal disini, sebagai adik sepupu dari Ray" Jawab Rian menunjuk ke arah Ray tanpa menoleh sedikit pun


"Wah... " Lisa hanya bisa terdiam kagum dengan kehebatan Keyrani yang membuat dua kakak adik ini memperebutkan dirinya


Sementara Aaron yang sedari tadi berenggut kesal kini semakin bertambah karena saingannya juga tinggal bersama dengan Keyrani, sedangkan dirinya hanya bisa bertemu dengan Keyrani di kampus saja.


"Jadi ada urusan apa kalian datang ke sini?" Tanya Ray bingung dengan kehadiran tiba-tiba sahabat Keyrani


"Oh, ini soal kecelakaanku. Bukannya tadi kamu mendesak ku untuk pulang. Makanya aku menyuruh mereka datang ke sini" Jawab Keyrani


"Sampai lupa kan tujuan kita kesini gara-gara kalian berdua" Ujar Lisa memukul jidatnya karena melupakan tujuan awal mereka


"Kalau begitu, kalian lanjutkan. Aku masih ada urusan" Ujar Ray kemudian bangkit dari duduknya meninggalkan mereka menuju ke kamarnya karena harus membicarakan proyek bersama dengan Jhon

__ADS_1


Sementara Keyrani kini menceritakan semua yang dialaminya dari sejak kecelakaan hingga dirinya menjalani terapi fisik dengan dibantu oleh Ray.


Yang tentunya dari cerita ini, Aaron maupun Rian mengerti akan Ray yang begitu mencintai Keyrani dengan semua apa yang telah dilakukannya pada Keyrani bahkan di titik terburuk sekalipun dirinya masih tetap bertahan dan mendukung Keyrani hingga pulih kembali seperti saat ini.


__ADS_2