Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Perkara Janji?


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan pengacara Leon tempo hari, Leon dikenakan 2 tahun penjara dan denda 2 Milyar Rupiah karena perbuatan yang dilakukannya bukan termasuk pelecehan mengingat sudah ada persetujuan diantara kedua belah pihak. Namun Leon tetap dijatuhkan hukuman karena membuat dan menyebar video tersebut, yang mana hal ini tidak termasuk dalam perjanjian.


Sementara itu, pria yang selama ini di sewa oleh Ibu Leon untuk menjadi perawat Leon kini mengundurkan diri mengingat dirinya bekerja di rumah tersebut karena suruhan dari Ray untuk memata-matai ibu dan anak itu. Sekaligus membuat Leon semakin terjerumus.


Di sisi lain, Elisa yang merupakan Ibu Leon kini duduk gusar di ruang kerjanya karena dirinya kini tidak menjabat sebagai seorang CEO dan telah digantikan oleh seseorang yang lain di perusahaan. Meski Ray memiliki saham terbanyak, dirinya tidak menginginkan jabatan sebagai CEO. Karena dirinya masih menjabat sebagai CEO di perusahaannya sendiri dan juga sebagai dosen di kampus Keyrani.


Meski begitu, Ray masih belum cukup puas karena Elisa masih hidup dengan baik dengan harta peninggalan orang tuanya. Yang mana saham yang dimilikinya itu, seharusnya milik dari Ray begitupun dengan rumah yang ditempatinya saat ini.


...***...


Keyrani melangkahkan kakinya di tangga, berniat ke kamar Ray. Mengingat hari ini hari minggu dan ia berniat mengajaknya untuk bermain basket.


"Ray.." Panggil Keyrani sembari membuka pintu kamar, menampilkan Ray yang saat ini hanya mengenakan handuk saja


"Haaahh WOW.. " Celetuk Keyrani kaget melihat bentuk tubuh Ray dengan kedua tangan naik menutup wajahnya namun tetap saja, kedua matanya masih bisa melihat dari sela-sela jarinya yang sengaja dibukanya karena menurutnya mubazir jika dilewatkan begitu saja


Ray yang melihat kedatangan Keyrani, langsung melempar kemeja ditangannya ke arah kasur kemudian berjalan ke arah Keyrani. 


"Jadi, kamu ingin melihatnya atau tidak?" Goda Ray melingkarkan tanganya pada pinggang Keyrani


Mendengar penuturan Ray, tangan Keyrani sontak mencubit perut Ray yang tampak keras karena berotot.


"Aaakkhh" Ringis Ray karena Keyrani hanya mengambil sedikit kulitnya


"Tau rasa kamu" Ujar Keyrani kemudian duduk di atas kasur


Hingga sepersekian detik kemudian, Ray menghampiri dan mendorong tubuh Keyrani hingga telentang di kasur.


"Ray.. " Ucap Keyrani berniat bangun namun Ray kembali mendorong tubuh Keyrani dan menindihnya "Apa yang ingin kamu lakukan.. " Tanya Keyrani sedikit gugup mengingat Ray yang saat ini hanya mengenakan sehelai handuk saja


"Memberimu hukuman" Ujar Ray sebelum akhirnya melahap bibir mungil Keyrani dengan ganas


Tidak seperti biasanya, kali ini Keyrani tidak bisa mengimbangi permainan Ray hingga membuatnya kehabisan nafas


"Eummpphhh.. Kamu ingin membunuhku.. Huuhh..huuhh.." Ujar Keyrani mendorong tubuh Ray menjauh sembari mengatur kembali nafasnya yang kini tidak beraturan

__ADS_1


Sementara sang pelaku hanya memperlihatkan senyumnya dengan tangan kanan mengelus rambut Keyrani pelan.


"Cckkk.. " Decak Keyrani karena tidak bisa menolak pria dihadapannya ini kemudian menarik tengkuk leher Ray, menyatukan kembali bibirnya dengan Ray.


Yang tentu saja disambut dengan baik oleh Ray yang kini mengikuti permainan Keyrani, yang pastinya tidak seganas tadi. 


Keduanya larut dalam permainan masing-masing, hingga kemudian Ray melepas tautannya berpindah ke telinga, menggigitnya pelan kemudian perlahan turun di ceruk leher Keyrani berniat meninggalkan tanda kepemilikannya disana.


Hingga kemudian...


Ddrrrtttt... Ddrrrtttt...


Ponsel Ray tiba-tiba bergetar membuatnya menoleh sekilas ke meja kemudian kembali melanjutkan kegiatannya. Namun...


Ddrrttt.... Drrrttt...


"Angkatlah.. Bagaimana jika penting" Perintah Keyrani


Ray menghela nafasnya kasar "Awas saja jika tidak penting" Ujar Ray kesal kemudian bangkit dan meraih ponselnya


"Katakan ada apa?" Ujar Ray sarkas setelah mengangkat panggilan yang ternyata dari Jhon


"Katakan padanya untuk tidak terburu-buru" Balas Ray kemudian mematikan ponselnya


"Kenapa? Kamu ada janji?" Tanya Keyrani menghampiri Ray dan memeluk tubuhnya dari belakang


"Iya. Aku ada janji dengan pengacara" Jawab Ray memelas karena tiba-tiba dirinya tidak ingin pergi


"Kalau begitu cepatlah bersiap, jangan membuatnya menunggu lama" Balas Keyrani segera melepas pelukannya dan berjalan mengambil pakaian Ray untuk membantunya bersiap


"Bagaimana jika aku batalkan saja.. Kita lanjut yang tadi.. " Usul Ray sedikit antusias


"Dasar mesum.. Buruan siap-siap" Perintah Keyrani menyerahkan pakaian Ray kemudian berlari keluar dari kamar sebelum Ray benar-benar menahannya disana


Ray menghela nafasnya pasrah kemudian segera memakai pakaiannya.

__ADS_1


Sementara itu, Keyrani yang baru saja keluar dari kamar segera turun dari kamar dan berniat ke dapur untuk mencari minum.


Keyrani membuka pintu kulkas kemudian meraih sebotol air minum dan meneggaknya untuk menghilangkan rasa dahaganya setelah berciuman cukup lama dengan Ray tadi.


Hingga tiba-tiba, Ia dikejutkan dengan kehadiran Rian yang tiba-tiba datang saat Keyrani menutup pintu kulkas. Memperlihatkan Rian dengan penampilan suntuk nya sembari menggaruk kepalanya yang sepertinya baru bangun dan berniat untuk minum sama seperti Keyrani.


"Lain kali nggak boleh gitu, kasihan jantungku masih muda" Tutur Keyrani mengusap-usap dadanya


"Maafin deh.. Nggak sengaja hehe.. " Jawab Rian cengengesan masih dengan tangan menggaruk kepalanya


"Mau minum kan?" Tanya Keyrani membuka kembali pintu kulkas, meraih air botol tadi untuk diberikan kepada Rian


"Makasih" Ujar Rian kemudian meraih gelas dan duduk di kursi diikuti oleh Keyrani yang kini menopang dagunya


Rian meneguk air tersebut, hingga tiba-tiba pandangannya terhenti pada leher Keyrani yang terdapat sebuah tanda c****g disana yang ia yakini masih baru


"Kamu ada kegiatan setelah ini?" Tanya Keyrani yang tanpa sengaja mengalihkan perhatian Rian


"Tidak ada" Jawab Rian menggelengkan kepalanya


"Mau bermain basket denganku, soalnya Ray ada janji pagi ini" Pinta Keyrani dengan wajah memohon karena dirinya tidak ingin bermain sendiri karena terlalu membosankan


"Baiklah. Tapi biarkan aku berganti pakaian dulu" Ujar Rian segera bangkit dari duduknya dan mengembalikan air tersebut ke kulkas sebelum akhirnya beranjak pergi, naik ke kamarnya untuk mengganti baju yang digunakannya


Beberapa saat kemudian, Rian keluar dari kamarnya dan tanpa sengaja berpapasan dengan Ray yang kini sudah lengkap dengan setelan jasnya.


"Mau kemana kamu?" Tanya Ray penasaran


"Main basket" Jawab Rian acuh kemudian segera turun kebawah menghampiri Keyrani yang sudah sedari tadi menunggunya


Melihat hal tersebut, Ray mengkerutkan keningnya kemudian mempercepat langkahnya menghampiri keduanya.


"Oh, sudah mau berangkat" Ujar Keyrani saat Ray tiba di dekatnya


"Mau aku batalin" Ujar Ray berniat meraih ponselnya namun segera tertahan oleh tangan Keyrani

__ADS_1


"Nggak. Jadi orang nggak boleh gitu, sekarang buruan pergi. Kasihan Jhon dari tadi menunggumu" Cegah Keyrani sembari menunjuk Jhon yang sedari tadi duduk di mobil menunggu kedatangan Ray


Dengan langkah terpaksa, Ray menghampiri mobilnya dan sesekali berbalik melihat ke arah Keyrani dan Rian yang kini berjalan menuju dapur untuk keluar ke lapangan basket.


__ADS_2