Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Penjelasan


__ADS_3

Ray yang tadinya berniat mengejar Keyrani terhenti karena gadis yang baru saja memeluknya kini memegang tangannya


"Kamu mau kemana?" Cegah gadis tersebut


"Lepas" Pinta Ray dengan nada tajam penuh penekanan


"Tidak akan" Ujar gadis tersebut kekeh tidak akan membiarkan Ray pergi


"Alana" Ucap Ray mengucap nama gadis tersebut masih dengan nada yang penuh penekanan


Seketika mata Alana berkaca-kaca mendengar penuturan Ray yang sedari tadi membentak nya seolah tidak suka dengan kedatangannya. Dan secara perlahan melepas gengggamannya pada Ray.


Tanpa memperdulikan perubahaan ekspresi Alana, Ray segera berlari untuk mengejar Keyrani berniat menjelaskan semuanya.


"Kamu berubah.. " Ujar Alana terisak memperhatikan punggung Ray yang kini perlahan menjauh darinya


...***...


Di sisi lain, Rian yang tadinya bertemu Keyrani segera mengejarnya saat melihat raut wajah Keyrani yang seolah ingin menangis.


Rian menghampiri Keyrani yang kini duduk di tepi lapangan basket, dengan kepala menunduk diantara kedua kakinya. Keyrani menangis.


Dengan cepat, Rian berlari ke arahnya. Bingung dengan apa yang terjadi.


"Key.. " Ucap Rian memegang bahu Keyrani


Keyrani mendongakkan kepalanya menatap wajah Rian sebelum akhirnya memeluk tubuh Rian erat.


"Ray..hiks.. " Ucap Keyrani terpotong tak kuasa menahan tangisnya


"Ray kenapa? Katakan padaku?" Tanya Rian mulai sedikit emosi


"Aku.. hiks.. Aku.. Melihatnya.. Bersama gadis lain.. Hikss" Jawab Keyrani dengan tangis yang semakin menjadi-jadi


Seketika tangan Rian mengepal, timbul perasaan penuh amarah karena perbuatan Ray dan rasa sakit saat melihat gadis yang disayanginya menangis seperti ini di depannya.


Hingga kemudian, dari arah pintu masuk terlihat Ray yang kini berlari ke arah keduanya dengan nafas yang tersenggal-senggal setelah mencari di sekitar rumah dan akhirnya menemukan Keyrani.

__ADS_1


"Key.. " Panggil Ray membuat Rian sontak berdiri memegang kerah baju Ray


"Apa lagi yang ingin kamu lakukan?" Tanya Rian emosi


"Key.. Biarkan aku menjelaskan semuanya" Ujar Ray tidak memperdulikan perlakuan Rian karena baginya yang paling penting saat ini adalah Keyrani


"Aku mohon Key, biarkan aku menjelaskannya" Pinta Ray sekali lagi


"Apa lagi yang ingin kamu jelaskan? Hah?" Seru Rian kesal


Keyrani terdian sejenak, berusaha memperbaiki nafasnya yang kini tak beraturan. Menahan air matanya agar tidak terjatuh lagi.


"Biarkan dia menjelaskannya Rian" Ujar Keyrani masih terisak


"Tapi.. " Ucap Rian terpotong saat Keyrani memegang kakinya


"Biarkan aku mendengar penjelasannya" Ucap Keyrani kemudian


Dengan terpaksa, Rian melepas genggaman tangannya pada kerah baju Ray dengan kasarnya. Dan berjalan menjauh dari keduanya.


"Tidak perlu memegangku, sekarang jelaskan dia siapa?" Ujar Keyrani menepis tangan Ray yang berniat memegangnya


"Dari situlah aku bertemu pria itu. Dia menyelamatkan nyawaku dan merawatku hingga pulih total seperti ini. Sejak aku pulih, dia menawarkanku untuk masuk ke dunia hitam. Awalnya aku sedikit ragu, tapi setelah aku memikirkannya akhirnya aku setuju untuk masuk ke dunia ini karena alasan balas dendam ku itu" Sambung Ray menjelaskan


Keyrani sedikit tertegun mendengar penjelasan Ray, mempertanyakan kembali kepercayaannya pada Ray yang baru saja salah paham kepadanya.


Keyrani memang tahu masa lalu Ray yang berkutat pada dunia hitam, tapi selama ini ia tidak terlalu peduli karena itu hak Ray untuk tetap berada di lingkungan tersebut atau tidak.


"Sebelum aku kembali ke negara ini, pria itu berniat menjodohkan ku dengan putrinya. Dengan begitu aku akan mendapatkan kendali penuh akan semua orang yang masuk dalam kendalinya. Namun aku menolaknya, dan memilih kembali dan membalaskan dendam ku dengan menggunakan upayaku sendiri tanpa bantuan dari dirinya"


Ray menoleh menggenggam tangan Keyrani "Maafkan aku. Pegang janjiku ini, aku tidak akan pernah mengkhianatimu Key" Tutur Ray berusaha meyakinkan Keyrani


Perasaan Keyrani pilu, sulit untuk menjelaskan apa yang saat ini dirasakannya. Ada perasaan lega karena ternyata Ray tidak menghianatinya namun di sisi lain ia merasa seolah hubungannya dengan Ray akan sedikit terguncang karena kedatangan Alana di tengah-tengah keduanya.


Dari kejauhan Rian yang memperhatikan keduanya, kini bangkit dari duduknya dan memutuskan pergi setelah melihat keduanya berpelukan yang ia yakini pasti keduanya sudah berbaikan kembali dan menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.


...***...

__ADS_1


Setelah dirasa baikan, keduanya bangkit dari duduk berniat masuk kedalam. Meski dengan mata yang masih sembab karena Keyrani yang menangis.


Setibanya di lantai atas, keduanya bertemu dengan Alana yang kini berdiri menyilangkan tangannya di dada menunggu kedatangan keduanya.


"Ray.. " Sebutnya segera menghampiri Ray namun terhenti saat melihat Keyrani yang kini dirangkul oleh Ray "Oh.. "


"Sepertinya aku membuatmu salah paham" Ujar Alana memperhatikan mata sembab Keyrani


"Alana.. " Tegur Ray


"Baiklah. Perkenalkan aku Alana, aku harap kamu tidak terlalu membenciku karena mulai sekarang aku akan tinggal di rumah ini juga" Ujar Alana menyodorkan tangannya


Keyrani yang tidak ingin kalah, membalas tatapan Alana tajam dan menerima uluran tangannya "Keyrani dan semoga kamu betah tinggal disini" Ujar Keyrani sebelum akhirnya beranjak pergi dan masuk ke dalam kamarnya


Sebuah senyum tersungging di bibir Alana, puas dengan apa yang baru saja dilihatnya.


"Aku tidak tahu apa yang membuatmu datang kesini, tapi sebaiknya jangan berbuat yang tidak-tidak khususnya dengan Keyrani" Ujar Ray kepada Alana


"Aku hanya merindukan dirimu, mengapa kamu begitu kasar padaku" Balas Alana tidak suka dengan sikap Ray


Ray menghela nafasnya, berusaha mengatur emosinya untuk tidak berdebat dengan gadis yang keras kepala ini.


"Sudahlah. Hentikan pembicaraan ini" Ujar Ray berjalan ke arah kamar Jeri


"Kamu bisa tinggal di kamar ini untuk sementara" Ujar Ray membuka pintu kamar Jeri


"Baiklah" Ucap Alana masuk ke dalam kamar tersebut


"Istirahatlah, aku akan menyuruh Jhony untuk mengantar kopermu naik" Ujar Ray yang kemudian di angguki oleh Alana


Ray menutup pintu kamar tersebut sebelum akhirnya beranjak pergi dan turun ke bawah. Ray berjalan menuju dapur dan meraih sebuah botol air di kulkas.


"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi Kakak tahu kan aku masih mencintai Keyrani. Jadi aku harap jangan pernah sekalipun Kakak mengkhianati Keyrani. Karena jika hal itu terjadi, orang pertama yang akan Kakak hadapi adalah Aku" Ujar Rian yang juga berada di dapur sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan Ray


Ray yang sedang meneguk minumannya terhenti dan menatap ke arah Rian yang kini berlalu pergi meninggalkannya.


"Aku tahu itu" Gumam Ray lirih dan meletakkan kembali botol minumnya berniat kembali ke kamarnya

__ADS_1


Jika bukan karena larangan Keyrani yang melarangnya untuk masuk ke kamarnya, mungkin saat ini Ray sudah tidak berada di kamarnya melainkan di kamar Keyrani. Ia tahu, Keyrani masih butuh waktu untuk mencerna apa yang baru saja di dengarnya.


__ADS_2