
Setelah kepulangan Keyrani, Ayahnya kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Perusahaan yang tadinya dibiarkan saja karena mengkhawatirkan Keyrani, kembali ia urus. Investor-investor yang kemarin menarik investasinya, satu per satu memutuskan kembali menjalin hubungan kerja sama.
Selain itu, hampir setiap hari Ayah Keyrani akan datang menjenguk dan memeriksa keadaan putrinya yang saat ini masih dalam tahap pemulihan. Berusaha mendampinginya yang setiap harinya akan menjalani terapi fisik demi berjalan kembali.
Kehidupan Keyrani mengalami perubahan yang drastis. Entah apakah dirinya harus merasa bersyukur akan kecelakaan yang dialaminya, karena berawal dari kejadian itu, dirinya kini memiliki dua orang penjaga di sisinya yang dengan setia mendampingi dan membantunya.
"Papa setiap hari datang ke sini, apa tidak masalah dengan perusahaan Papa?" Tanya Keyrani kepada ayahnya yang kini sibuk mengupas jeruk untuknya
"Tidak perlu memikirkannya, ini lah gunanya memiliki asisten pribadi" Jawab Ayah Keyrani santai karena dirinya sudah mempercayakan semua urusan perusahaan pada asistennya
"Bukankah Ray juga seperti itu" Sambung Ayah Keyrani melihat ke arah Ray yang saat ini tengah sibuk berbicara melalui ponsel dengan asistennya
"Oh.. Papa benar. Selama ini Ray mempercayakan semua urusan perusahaan pada asistennya" Timpal Keyrani yang juga menatap ke arah Ray karena semenjak dirinya cuti dari dosen Ray menjadi sering berhubungan dengan asistennya membahas masalah perusahaan
"Jadi bagaimana rencana kalian untuk kedepannya?" Tanya Ayah Keyrani kemudian karena dirinya tentu saja ingin jika keduanya melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius
"Belum ada. Aku ingin melanjutkan kembali kuliahku, sementara Ray.. " Ujar Keyrani menjeda ucapannya sejenak mengingat kembali akan tujuan Ray kembali ke negara tersebut "Masih ada yang harus diselesaikannya" Sambungnya kemudian
"Baiklah, Papa akan mendukung semua keputusan kalian" Ujar Ayah Keyrani kemudian
Keyrani merangkul lengan ayahnya, menyandarkan kepalanya pada bahunya yang sedari lama tidak pernah dilakukannya setelah ayahnya menikah kembali.
...***...
Pintu kamar terbuka, menampilkan Ray yang masuk sembari menenteng ponselnya. Setelah tinggal bersama.
"Kenapa tidak memanggilku?" Tanya Ray menghampiri Keyrani yang kini terlihat kesulitan mengeringkan rambutnya
"Aku tidak ingin mengganggu pekerjaanmu" Jawab Keyrani
"Lain kali, kamu harus memberitahuku. Tidak perlu melakukan semuanya sendiri" Ujar Ray meraih hairdryer untuk mengeringkan rambut Keyrani yang basah
"Jika seperti ini, Aku akan menjadi seseorang yang malas. Yang hanya bisa makan dan tidur saja" Keluh Keyrani melihat dirinya yang saat ini tidak dibiarkan melakukan kegiatan apapun selama dirinya tinggal dengan Ray
"Tidak masalah. Aku akan mengurus semuanya, jadi kamu tidak perlu berbuat apapun" Balas Ray
Keyrani hanya menghela nafasnya pasrah menuruti keinginan Ray yang semakin over jika berkaitan dengan dirinya.
__ADS_1
"Selesai" Ucap Ray mematikan hairdryer kemudian membantu Keyrani berdiri dan berjalan ke arah kasur
Meski masih sedikit tertatih, tapi perlahan Keyrani mulai bisa berdiri dan berjalan karena setiap hari waktunya diisi dengan melakukan terapi.
"Istirahatlah" Ujar Ray menarik selimut menutupi tubuh Keyrani sembari mematikan lampu di meja.
Begitu pun dengan dirinya yang kini berbaring di samping Keyrani. Tangannya naik memeluk tubuh gadisnya itu, membawanya masuk ke dalam dekapannya. Tak lupa dirinya mengecup pelan jidat Keyrani, kemudian menutup matanya juga.
Semenjak tinggal bersama, Keduanya selalu tidur bersama. Karena paksaan dari Ray yang tidak ingin berpisah walau selang semenit dengan kekasihnya itu. Keyrani hanya bisa pasrah menuruti keinginan Ray, karena dirinya yakin bahwa Ray tidak akan pernah melewati batasannya.
...***...
Keesokan paginya, Keyrani terbangun sendiri dan tidak menemukan Ray di sampingnya. Ia kemudian membuka selimut dan berniat untuk ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Keyrani turun dari kasur sembari memegang pinggiran kasur kemudian berjalan pelan ke kamar mandi dengan tangan menopang di dinding agar memudahkannya ke kamar mandi tanpa terjatuh.
Setibanya di kamar mandi, Keyrani segera mendudukkan dirinya di closet. Setelah dirasa selesai, ia kemudian mencoba berdiri kembali dengan tangan menopang pada dinding.
Namun tiba-tiba, dirinya terpeleset dan jatuh di lantai karena lantai yang sedikit licin akibat terkena air.
Keyrani duduk sejenak karena rasa sakit yang dirasakannya, kemudian berusaha bangkit kembali namun Ia sama sekali tidak bisa berdiri karena lantai yang licin.
Hingga kemudian, sebuah ide terlintas dipikirannya. Ia memutuskan untuk keluar dengan cara menyeret tubuhnya dari kamar mandi. Namun belum sempat dirinya keluar dari kamar mandi, pintu kamar sudah terbuka menampilkan Ray yang saat itu membawa sarapan di tangannya.
Ray yang melihat Keyrani tersungkur di lantai segera meletakkan sarapan yang dipegangnya pada meja dan menghampiri Keyrani dengan raut wajah paniknya.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanyanya panik kemudian mengangkat tubuh Keyrani keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya pada sofa
"Aku ingin buang air kecil, tapi karena lantai nya licin tanpa sengaja aku terpeleset" Jawab Keyrani memelas
"Mengapa tidak menungguku" Timpal Ray memeriksa kaki Keyrani jika saja ada luka ataupun memar karena terjatuh di lantai
"Lama, aku sudah tidak tahan" Jawab Keyrani kembali mencoba mencari alasan
"Lihatlah" Ucap Ray memperlihatkan tumit Keyrani yang memerah karena terjatuh "Lain kali kamu harus memanggilku jika memerlukan sesuatu, bagaimana jika terjadi hal yang lebih serius lagi" Omel Ray tidak berhenti
"Iya. Aku tahu. Berhenti mengomeliku" Balas Keyrani pasrah dan bosan dengan omelan Ray yang persis seperti seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak akan berhenti mengomelimu hingga kamu berhenti membuatku khawatir seperti ini" Balas Ray yang kini berniat mengganti pakaian yang dikenakan oleh Keyrani karena basah terkena air
"A..ap yang kamu lakukan" Tanya Keyrani sontak kaget dan menahan tangan Ray
"Mengganti pakaianmu" Jawab Ray dengan wajah seolah tidak masalah melakukannya
"Biarkan aku sendiri" Pinta Keyrani karena merasa malu
"Kamu bisa?" Tanya Ray kurang yakin karena Keyrani baru saja terjatuh di lantai
Setelah berfikir sejenak, Keyrani menggeleng kkepalanya. Karena kedua kalinya masih terasa nyeri akibat terjatuh tadi.
"Aku ambil baju ganti" Ujar Ray segera bangkit dan berjalan menuju lemari dan mengambil satu set piyama
Ray kembali berjalan ke arah Keyrani, kemudian meletakkan piyama tersebut.
"Tutup mata kamu" Pinta Keyrani
"Iya. Aku memang akan menutup mataku" Jawab Ray menutup matanya dengan tangan yang kini menarik turun celana Keyrani
Tangan Keyrani naik menutup mata Ray, jika sewaktu-waktu Ray membuka matanya dan mengintip nya. Karena jika berhubungan dengan hal seperti ini, Keyrani sama sekali tidak mempercayai ucapan para laki-laki.
"Kamu tidak percaya denganku?" Tanya Ray dengan smirk di wajahnya
"A..aku percaya. Tapi...begini lebih baik" Jawab Keyrani mencari alasan
"Aku selesai, untuk baju kamu bisa sendiri kan?" Tanya Ray kembali membuka tangan dan mata nya
"Iya. Aku bisa menggantinya jika baju"
"Gantilah, aku akan berbalik" Ujar Ray membalikkkan tubuhnya membelakangi Keyrani
Meski sedikit ragu-ragu, Keyrani dengan cepat menanggalkan bajunya dan segera menggantinya dengan yang baru dan sesekali memperhatikan Ray jika sewaktu-waktu dirinya berbalik.
"Sudah?" Tanya Ray kemudian
"Iya" Jawab Keyrani memperbaiki kancing bajunya sementara Ray kini berbalik ke arahnya
__ADS_1