
Sejak kepulangannya kerumah berulang kali Ray menghubungi ponsel Keyrani namun sama sekali tidak bisa terhubung. Awalnya ia berfikir bahwa ponselnya mati karena kehabisan daya tapi ini sudah hampir 3 jam dan belum ada kabar dari Keyrani sama sekali.
Berulang kali, Ray mondar-mandir di ruang kerjanya khawatir jika terjadi sesuatu pada Keyrani. Hingga kemudian, sebuah notif pesan tiba-tiba masuk di ponselnya.
Ray segera membukanya berharap jika itu pesan dari Keyrani. Namun ternyata pesan itu tidak berasal dari Keyrani melainkan seseorang yang tidak dikenali nya.
"Datang ke IGD RS. Medika Utama sekarang juga" Baca Ray pada pesan tersebut
Awalnya Ray sedikit ragu, namun ia kemudian memutuskan untuk datang mengikuti permintaan dari orang tersebut. Karena yang bisa mengetahui kontaknya hanya beberapa orang saja.
Ray meraih kunci mobilnya di meja kemudian segera berjalan keluar rumah menuju ke rumah sakit tersebut. Selama di perjalanan perasaan Ray tidak tenang dan gelisah. Terutama karena dirinya belum mendapat kabar dari Keyrani. Dan sekarang tiba-tiba saja ada orang lain yang menyuruhnya datang ke rumah sakit.
Kebetulan?... Ray tidak berfikir begitu. Dirinya yakin ini bukan hanya suatu kebetulan. Pasti ada sesuatu yang terjadi yang belum ia ketahui.
Mobilnya kini perlahan memasuki gerbang rumah sakit. Dengan langkah terburu-buru Ray segera masuk dan berjalan menuju ke IGD sesuai dengan keinginan orang tersebut.
Ray mengeryitkan keningnya bingung saat melihat Jeri duduk di depan IGD dengan raut wajah pucat pasi.
"Kamu yang menghubungiku?" Tanya Ray saat tiba di dekat Jeri
"Duduklah" Pinta Jeri tanpa menoleh ke arah Ray yang kini memasang raut wajah bingung
Ray menuruti keinginan Jeri kemudian duduk di sampingnya "Katakan sekarang juga, kenapa memanggilku kesini" Kata Ray menatap ke arah IGD
"Keyrani kecelakaan" Jawab Jeri
DEG..
__ADS_1
Ray sontak berdiri dari duduknya. Rahangnya seketika mengeras mendengar penuturan Jeri "Apa maksudmu? katakan padaku? Berhenti menunduk seperti itu" Tanya Ray perlahan emosi dan menarik kerah baju Jeri agar berdiri menatapnya
Namun tepat saat keduanya beradu pandang. Ray sedikit terkejut, ada perasaan takut dalam dirinya saat menatap mata Jeri. Perasaan yang hanya pernah ia rasakan saat bertatapan dengan orang itu.
Rasa marah, benci sekaligus khawatir terlihat begitu jelas dari raut wajah Jeri "Jangan bilang, orang yang saat ini berada di dalam adalah Keyrani?" Tanya Ray menunjuk ke arah IGD dengan mata yang kini perlahan memerah
"Itu benar" Jawab Jeri
"Siapa? Siapa yang melakukannya? Katakan padaku!" Emosi Ray dengan suara yang ditinggikan
"Duduklah dulu" Pinta Jeri dengan suara pelan namun tegas
"Kamu bilang apa? Duduk? Bagaimana bisa aku duduk diam disaat orang yang aku cintai terbaring di dalam sana?" Bentak Ray kembali menyambar kerah baju Jeri
Jeri yang sedari tadi berusaha menahan amarahnya mengurungkan niatnya kemudian..
PLAK..
Dengan terpaksa, Ray mengikuti keinginan Jeri dan duduk di kursi "Keyrani mengalami kecelakaan 2 jam yang lalu. Sepertinya ia bertengkar hebat dengan ayahnya. Karena saat ia menelpon ku, suaranya serak dan terisak" Tutur Ray menjeda perkataannya dan menghela nafasnya panjang "Aku sudah berusaha mencegahnya agar menghentikan laju motornya tapi Ia sama sekali tidak mendengarku dan akhirnya ini lah yang terjadi. Aku menemukan gadis kecilku terbaring tidak berdaya dan bersimpuh dengan darah di sana" Ujar Jeri dengan suara yang sedikit bergetar sembari melihat ke arah tangannya yang masih terdapat bekas noda darah Keyrani
Ray tertegun mendengar penuturan Jeri. Seharusnya dirinya tidak membiarkan Keyrani pulang hari ini. Seharusnya ia memaksa Keyrani untuk tetap tinggal dengannya. Jika saja seperti itu, mungkin Keyrani masih ada dihadapapnya. Tersenyum dan bercanda dengannya.
"Aku akan membawa Keyrani" Ujar Jeri kembali membuat Ray sontak berdiri sembari mengepalkan tangannya karena penuturan Jeri yang begitu tiba-tiba
"Tidak bisa" Tolak Ray tidak terima
"Aku tidak meminta pendapatmu disini. Keputusanku mutlak akan membawa Keyrani pergi dengan atau tanpa persetujuan darimu" Balas Jeri menatap tajam ke arah Ray
__ADS_1
"Tapi aku pacarnya" Sela Ray
"Kamu pikir aku peduli? Aku tidak akan pernah membiarkan Keyrani bersama dengan seseorang yang masih hidup dalam dendam masa lalu" Jawab Jeri penuh penekanan
Seketika Ray tersadar. Pria yang saat ini berdiri di hadapannya tidak sesederhana yang dipikirkannya. Bagaimana bisa ia mengetahui tentang dendam masa lalunya yang hanya diketahui oleh Keyrani dan tidak mungkin bagi Keyrani untuk membocorkan nya pada orang lain meski keduanya dekat sekalipun.
Kaki Ray lemas. Tubuhnya perlahan jatuh tersungkur di lantai. Hanya dengan memikirkan dirinya berpisah dengan Keyrani sudah membuatnya begitu tersiksa.
"Berhenti bersikap cengeng seperti itu. Kalian bukannya tidak bisa bertemu lagi. Hanya saja, aku akan lebih tenang jika Keyrani ditangani oleh orang yang lebih berpengalaman. Jadi selesaikan semua urusanmu disini, sebelum datang bertemu Keyrani"
"Bagaimana aku bisa percaya denganmu?" Tanya Ray lirih
"Ini kartu namaku" Ujar Jeri menyodorkan kartu namanya sebelum berlalu pergi meninggalkan Ray yang masih terduduk di lantai
Ray memperhatikan kartu nama tersebut. Seketika dirinya tersadar bahwa dirinya yang sekarang memang tidak bisa disandingkan dengan Jeri.
...***...
Ray kembali ke kediamannya dalam keadaan yang sedikit memprihantinkan. Berpisah dengan Keyrani benar-benar membuatnya tersiksa meski hanya untuk sementara saja. Bahkan memikirkannya saja sudah membuat Ray tak tahan seakan berharap semua ini hanya sebuah mimpi buruk belaka.
Dirinya benar-benar tidak menyangka kencan pertama yang dilakukannya dengan Keyrani akan menjadi kencan terakhir mereka di tahun ini.
"Aaarrgggg" Teriak Ray mendorong semua benda yang ada di mejanya membuatnya berserakan di atas lantai
Air matanya berhasil lolos membasahi wajahnya. Air mata yang selama bertahun-tahun ini tidak pernah ia biarkan untuk jatuh walau hanya sekali setelah kepergian ayahnya.
Tangannya kini mengepal, nafasnya menggebu dengan rasa amarah menyeliputi dirinya yang saat ini masih belum bisa melindungi gadis yang disayanginya.
__ADS_1
"Aku akan membalas kalian semua melebihi apa yang Keyrani rasakan saat ini" Ujar Ray dengan sorot mata yang kini memerah tidak terima dengan perlakuan mereka terhadap Keyrani
Lagi-lagi karena keegoisan seorang ayah yang tega membuat putri kandungnya menderita seperti ini hanya karena ulah dari seseorang yang bahkan tidak mempunyai hubungan darah sama sekali dengannya. Perasaan sakit yang Ray tahu dengan jelas. Perasaan yang membawanya terpaksa masuk kedalam gelapnya dunia ini. Membuatnya menjadi seorang pria yang kejam dan tidak mengenal yang namanya rasa takut lagi.