
Mobil yang membawa Keyrani dan Sean kini berhenti di sebuah gedung pencakar langit yang sepertinya merupakan lokasi tempat pesta tersebut diadakan.
Keyrani menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya menerima uluran tangan Sean dan melangkahkan kakinya keluar dari mobil.
"it doesn't matter. I will take responsibility because I brought you here. (tidak apa-apa. aku akan bertanggung jawab karena aku yang membawamu kesini) " Ujar Sean menenangkan
Setelah mendengar penuturan Sean, Keyrani merasa sedikit lega kemudian perlahan memperlihatkan senyum di wajahnya.
Tepat saat Keyrani melangkahkan kakinya memasuki gedung, ia tercengang kagum dengan dekorasi gedung tersebut. Ruangannya dipenuhi dengan material kayu berwarna coklat dan kain putih. Terlihat begitu cantik khususnya di malam hari.
"Sean.. " Panggil seorang wanita paruh baya menghampiri Keyrani dan Sean saat keduanya memasuki gedung
"Eomma (Mama).. " Gumam Sean saat melihat ibunya
"geuneun nugu-inga? (Dia siapa?) " Tanya Ibu Sean melirik ke arah Keyrani yang saat ini hanya bisa tersenyum
"geuneun nae chinguya. eommaneun geuwa hamkke yeong-eoleul sayonghal su issseubnida (dia temanku. mama bisa menggunakan bahasa inggris dengannya)" Jawab Sean
"Good night aunty. My Name is Keyrani. (Selamat malam tante. Nama saya Keyrani)" Sapa Keyrani bersikap sopan
Keyrani sedikit gugup, hingga kemudian Ibu Sean tiba-tiba tersenyum dan meraih lengan Keyrani "Come talk to me (ayo berbincang denganku)" Ajak Ibu Sean membawa Keyrani ke salah satu meja yang memang sudah dipersiapkan untuk Sean nanti
Keyrani hanya menurut dan mengikuti keinginan Ibu Sean, meski ia bingung harus berbincang apa dengan Ibu Sean. Mengingat dirinya dan Sean baru saja berkenalan 2 hari yang lalu.
Sementara itu Sean memilih berkeliling di sekitar ruangan mencari seseorang. Hingga kemudian pandangannya tertuju pada seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya yang saat ini tengah berbincang dengan beberapa kenalannya.
__ADS_1
Sean menyatukan tangannya menyapa mereka sembari tersenyum kemudian mendekatkan menunduk berbisik di telinga ayahnya "naneun i patie yeojaleul delyeowassda. ije eommaga geuleul delyeogassseubnida. abeojiui anaeege jeonhwaleul geol-eo geuwa hamkke bang-eul gajil su issge hae jusigessseubnikka? (Aku membawa seorang gadis ke pesta ini. dan sekarang mama membawanya pergi. apa ayah bisa memanggil istri ayah sehingga aku bisa memiliki ruang dengannya)" Bisik Sean
"Yeoja? (Gadis?)" Ujar Ayah Sean kaget karena selama ini Sean selalu tidak suka jika berurusan dengan seorang gadis mana pun
"najung-e seolmyeonghagessseubnida. geuleoni ije eomma-ege jeonhwaleul geol-eo. (aku akan menjelaskannya nanti. jadi sekarang panggil mama menjauh darinya)" Pinta Sean kembali
Dengan terpaksa ayah Sean menuruti permintaan putra semata wayangnya itu kemudian berjalan menghampiri Istrinya dan Keyrani begitu pun dengan Sean yang kimi mengikuti dari belakang.
"jagiya, jamsi nawa hamkke gaja. hamkke sigan-eul bonaeda (Sayang, ikut denganku sebentar. Biarkan mereka waktu bersama)" Ujar Ayah Sean saat tiba di dekat istrinya dan segera menarik tangannya pergi meninggalkan Keyrani dan Sean
"I thought you just left me (aku pikir kamu meninggalkanku)" Ujar Keyrani dengan wajah memelas nya
"Forgive me. I thought only my father could take my mother (maafkan aku. Aku pikir cuma ayahku yang bisa membawa ibuku)" Balas Sean membuat Keyrani sedikit lega
Karena sejak kedatangannya menggandeng lengan Sean, ia sudah menjadi pusat perhatian di pesta itu. Terlebih lagi, ia sempat berbincang dengan Ibu Sean membuat gadis lainnya semakin menatapnya tajam.
"It's better here (Disini lebih baik)" Ujar Keyrani menghirup udara bebas dan menatap langit malam yang terlihat begitu indah karena cahaya bulan dan bintang
"To be honest I've been through this before, pretending to be someone's boyfriend and coming to a party with him (sejujurnya aku sudah pernah mengalami hal ini, berpura-pura menjadi pacar seseorang dan datang ke pesta bersamannya) " Ujar Keyrani mengingat kenangannya kembali
"what happened after? (Apa yang terjadi setelahnya ?) " Tanya Sean penasaran
Keyrani terdiam sejenak kemudian menoleh menatap Sean yang ternyata menatapnya sedari tadi.
"I'm dating him (aku berpacaran dengan dia)" Jawab Keyrani lirih
__ADS_1
Bola mata Sean sedikit bergetar mendengar penuturan Keyrani, perasaannya tiba-tiba keluh. Seharusnya dari awal ia sadar, orang seperti Keyrani tidak mungkin tidak memiliki pacar.
"so where is he now? (Jadi dimana dia sekarang?)"
"I actually ran away. I have a dilemma in my heart. I think if I go away for a while I might be able to accept everything and come back to her again (sebenarnya aku kabur. aku memiliki dilema dalam hatiku. aku pikir jika aku pergi beberapa saat aku mungkin bisa menerima semuanya dan kembali padanya lagi)" Ujar Keyrani lirih
"how now can you accept it? (Bagaimana sekarang, apa kamu sudah bisa menerimanya?)"
"No. I'm even only 3 days in this country, I intend to stay for one month. (Tidak. Aku bahkan baru 3 hari di negara ini, aku berniat untuk tinggal selama 1 bulan)" Jawab Keyrani membuat Sean sedikit merasa lega
"I purposely came to this country to watch a BTS concert while forgetting about my problems (aku sengaja ke negara ini untuk menonton konser BTS sekaligus melupakan masalahku)" Sambung Keyrani mengatakan tujuannya yang sebenarnya
"BTS?" Ulang Sean yang ternyata mengenal boyband tersebut
"Yes. The day after tomorrow they have a concert (iya. Lusa mereka mengadakan konser) " Balas Keyrani
"let me come with you (biarkan aku ikut denganmu)" Pinta Sean
Seketika Keyrani menoleh menatapnya bingung dengan alis yang kini menyatu "you seriously want to see a concert with me? (Kamu serius ingin melihat konser denganku?)" Tanya Keyrani kurang yakin yang kemudian diangguki oleh Sean dengan begitu antusias
"How about your ticket? (Bagaimana dengan tiketmu?)" Tanya Keyrani karena ia hanya memesan 3 tiket saja
"don't worry. I will definitely get it (jangan khawatir. Aku pasti akan mendapatkannya)" Jawab Sean begitu yakin
Setelah perbincangan keduanya selesai. Keduanya kemudian kembali masuk kedalam ruangan karena acara akan dimulai.
__ADS_1
Keyrani duduk di meja bersama dengan kedua orang tua Sean. Sementara Sean kini berdiri di atas memperkenalkan dirinya. Ia terlihat begitu berkharisma dan berwibawa dengan setelan jas yang digunakannya.
Keyrani benar-benar tidak menyangka, jika kedatangannya ke negara ini membuatnya bisa berkenalan dengan orang-orang yang menurutnya begitu hebat. Khususnya Sean, karena sangat jarang bagi seorang pewaris untuk rela merendahkan dirinya menjadi seorang manager hotel di hotel miliknya sendiri dan semua itu tanpa mengungkapkan identitasnya yang sesungguhnya.