Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Pertengkaran


__ADS_3

Flashback On


Suasana kelas pagi itu, Tiba-tiba menjadi riuh karena teriakan beberapa mahasiswa lainnya. Aaron yang baru saja tiba di dikelas dibuat penasaran dan akhirnya memutuskan mendekati salah seorang mahasiswa.


"Apa yang membuat kalian begitu histeris di pagi hari?" Tanya Aaron duduk di depan seorang mahasiswi perempuan


"Oh ini tentang Rian" Jawab mahasiswi tersebut kemudian menyodorkan ponselnya


"Rian?" Bingung Aaron kemudian meraih ponsel tersebut "Apa ini?" Gumam Aaron menyipitkan matanya saat melihat video tersebut


Ada perasaan kecewa dalam hatinya saat ini. Sahabatnya dan orang yang disukainya berada dalam satu video dan terlihat begitu akrab dan mesra layaknya pacaran.


Tangan Aaron perlahan mengepal, Ia sudah tidak bisa berfikir jernih. Karena satu-satunya yang ada di pikiranya saat ini adalah Rian dan Keyrani berpacaran.


Jika tidak. Mengapa mereka sering berbicara berdua, pulang bersama, dan bahkan Rian mengantarkan tas Keyrani? Dirinya seolah dikhianati oleh sahabat dekatnya.


Bagaimana tidak, Rian tahu jelas akan perasaannya terhadap Keyrani. Selama 2 tahun ini Aaron selalu menceritakan dan membahas Keyrani di hadapan kedua sahabatnya Rian dan Dafa. Jadi bagaimana bisa! Rian tiba-tiba hadir diantara keduanya.


Emosi Aaron semakin memuncak saat sorot matanya tertuju pada Rian yang baru saja masuk ke dalam kelas dengan raut wajah berseri.


Aaron bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Rian sembari membawa ponsel tersebut. Kemudian mengangkatnya tepat di depan wajah Rian.


"Jelaskan padaku maksud dari video ini" Pinta Aaron emosi dengan sorot mata yang sedari tadi mulai menajam dan memerah karena menahan emosi


Dalam sekejap raut wajah Rian berubah saat memperhatikan video tersebut, kemudian menoleh ke arah Aaron "Ron.. " Tutur Rian berniat meraih lengan Aaron namun dengan cepat Aaron melempar ponsel tersebut dan melayangkan tinjunya tepat mengenai bagian bawah mata Rian


"Kamu tahu kan aku menyukainya" Bentak Aaron memegang kerah baju Rian yang kini sudah tersungkur di lantai karena pukulan Aaron


Sementara itu, kelas yang tadinya memang sedikit riuh karena berita tersebut menjadi terdiam. Hening. Semuanya tertegun melihat pertengkaran tersebut khususnya Aaron yang selama ini tidak pernah memperlihatkan raut wajah kesalnya.


"Aku menceritakannya padamu selama 2 tahun bukan untuk membuatmu masuk kedalam hubungan ini" Tekan Aaron menatap tajam wajah Rian


Rian tertegun. Hatinya keluh mendengar penuturan Aaron. Apa yang dikatakannya benar, tidak seharusnya Ia tidak melangkah masuk kedalam hubungan keduanya.

__ADS_1


"Maaf" Lirih Rian menoleh ke arah samping tak sanggup menatap mata Aaron


"Aku tidak butuh maaf kamu" Tukas Aaron kembali melayangkan pukulannya pada wajah Rian sementara Rian yang tadinya tidak berniat melawan sama sekali akhirnya mengurungkan niatnya karena tangannya saat ini juga naik memukul wajah Aaron untuk membuatnya tersadar dari amarahnya


Hingga kemudian, Keyrani yang tadinya berniat menuju ke kantin sekaligus menghindari Rani sontak menghentikan langkahnya saat sorort matanya terhenti pada dua orang yang saat ini saling memegang kerah masing -masing dengan luka memar di wajah keduanya.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Keyrani menghampiri keduanya berniat melepas cengkraman keduanya namun gagal karena tidak ada satupun dari mereka yang berniat mengalah


Kerumunan mahasiswa yang memperhatikan semakin lama semakin banyak. Namun tidak ada yang berani untuk membantu Keyrani melerai keduanya karena takut ikut campur. Terutama setelah melihat Aaron marah yang terlihat begitu mengerikan.


Flashback Off


"Kamu tidak akan menjelaskannya padaku?" Tanya Keyrani yang kini duduk di dekat Rian setelah mengobati lukanya


"Aku menyukaimu" Ungkap Rian berbalik menatap wajah Keyrani kemudian menggenggam tangan Keyrani erat


Keyrani sedikit tertegun tidak menyangka, bahwa sosok pria yang selama ini dianggapnya sebagai teman ternyata menaruh rasa terhadapnya.


"Tunggu" Ujar Keyrani berusaha mencerna semuanya dan menarik tangannya dari genggaman Rian "Jangan bilang alasan kalian bertengkar gara-gara Aku" Cetus Keyrani kemudian bangkit dari duduknya


Keyrani menghela nafasnya bingung harus bereaksi seperti apa. Berulang kali dirinya mondar-mandir di depan Rian. Ia merasa bersalah karena telah membuat dua orang sahabat berkelahi hanya karena dirinya.


Sementara dirinya sendiri, saat ini tengah menjalin hubungan rahasia dengan dosennya Ray. Entah apa yang akan dirasakan keduanya saat mengetahui bahwa orang yang membuat keduanya berkelahi justru tidak menyukai keduanya dan sudah menyukai orang lain.


"Sejak kapan?" Tanya Keyrani kemudian


"Aku tidak tahu. Aku bahkan bingung dengan diriku sendiri. Yang aku tahu, aku mengagumimu, Aku penasaran denganmu dan aku merasa nyaman setiap kali aku bersama denganmu. Aku menyukaimu Key" Ungkap Rian dengan nada serius


"Maaf Rian, sepertinya aku harus mengecewakanmu. Karena aku tidak akan pernah bisa membalas perasaanmu" Lirih Keyrani merasa bersalah


"Aku akan menunggu Key" Balas Rian berdiri dan meraih lengan Keyrani namun segera ditepis oleh Keyrani


"Percuma Rian. Karena saat ini aku sudah mempercayakan hatiku kepada orang lain" Ujar Keyrani kemudian beranjak pergi meninggalkan Rian yang kini terduduk kecewa mendengar penuturan Keyrani

__ADS_1


...***...


Keyrani yang tadinya berniat ke kantin untuk mengisi perutnya sekaligus mentraktir mereka dengan uang yang diambilnya tadi pada Ray dengan terpaksa harus mengurungkan niatnya karena moodnya yang benar-benar sudah rusak.


Tujuan Keyrani saat ini tak lain adalah ruangan kekasihnya Ray. Keyrani membuka pintu tanpa mengetukanya terlebih dahulu dan masuk ke dalam. Dimana saat ini Ray tengah sibuk berkutat dengan laptop di hadapannya.


Keyrani menghampiri Ray, kemudian mengalunkan tangannya di leher Ray dan duduk di pangkuannya. Kepalanya sengaja ia sandarkan pada dada bidang milik Ray.


Tangan Ray kemudian naik mengusap kepala Keyrani, sadar akan Keyrani yang merasa sedih dan dilema.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Ray membiarkan Keyrani bersandar di dadanya dengan tangan yang masih stay mengusap kepala Keyrani berusaha menenangkannya. Sementara tangan yang satunya ia gunakan mengetik.


Hingga tak berselang lama kemudian Ray selesai dengan pekerjaannya dan menutup laptopnya. Mengalihkan pandangannya pada Keyrani yang kini menutup matanya meski hanya sekedar menutup saja bukannya tertidur.


"Siapa yang membuatmu bersedih seperti ini?" Tanya Ray kemudian


Keyrani membuka matanya perlahan sembari menghela nafasnya pelan "Aku membuat kedua sahabatku bertengkar" Jawab Keyrani dengan nada sedih


"Bagaimana bisa?"


"Aku juga bingung Ray. Aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi keduanya" Tutur Keyrani


"Huh, aku bahkan tidak pernah membuatmu bersedih. Bagaimana bisa mereka dengan seenaknya membuatmu bersedih seperti ini" Cetus Ray yang kini memeluk Keyrani masuk kedalam dekapannya


"Siapa bilang kamu tidak pernah membuatku bersedih" Tutur Keyrani tidak terima kemudian menoleh ke atas menatap wajah Ray


"Bukankah hanya sekali"


"Tidak. Kamu membuatku sedih dua kali. Pertama kali saat kamu meninggalkanku dan mengingkari janjimu 11 tahun tim yang lalu, dan yang kedua saat kamu kembali tanpa memberitahuku sama sekali dan memilih untuk berbohong" Sanggah Keyrani mengerucutkan bibirnya 


Cup. Ray yang sedari tadi memperhatikan wajah Keyrani khususnya bibirnya segera mengecupnya pelan. "Dua kali. Cukup dua kali saja, karena aku tidak akan membiarkan yang ketiga kalinya terjadi" Balas Ray Kemudian mengangkat tubuh Keyrani ala Bridal Style ke arah Sofa.


"Tunggu aku disini sebentar" Tutur Ray meletakkan tubuh Keyrani di sofa kemudian beranjak pergi keluar dari ruangan

__ADS_1


Sementara Keyrani kini membaringkan tubuhnya di sofa sembari menunggu kedatangan Ray.


__ADS_2