
Masih dengan pengakuan dadakan Aaron, yang kini membuat Lisa terdiam mematung ditempatnya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Tunggu.. " Lisa mengangkat tangannya berusaha mencerna satu persatu apa yang terjadi
"Aku tahu ini terlalu tiba-tiba, tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Aku takut akan menyesal jika tidak mengungkapkannya lebih awal" Ujar Aaron tidak ingin jika kejadian seperti Keyrani yang merupakan cinta pertamanya terulang kembali
Lisa kemudian menurunkan tangannya dan membalas tatapan Aaron. Tatapan yang begitu dalam dan tulus yang mungkin pertama kali dilihatnya dari Aaron terhadap dirinya.
"Ini serius?" Tanya Lisa kembali masih dengan ketidakpercayaan nya
"Iya. Aku tidak pernah seserius ini sebelumnya" Balas Aaron penuh keyakinan
Lisa menutup kedua matanya sembari menghela nafasnya. Kemudian membukanya kembali kedua matanya. Hingga sepersekiaj detik kemudian, Lisa mendekatkan wajahnya pada wajah Aaron dan mengecup singkat bibir Aaron yang artinya Ia menerima pengakuan dari Aaron karena sudah sejak lama dirinya memang menaruh rasa pada Aaron.
Aaron tertegun kaget tepat setelah Lisa mengecup bibirnya "Ini artinya kamu setuju kan? Kita pacaran kan sekarang?" Tanya Aaron semringah yang kemudian di angguki oleh Lisa yang kini tersenyum malu
Bersamaan dengan anggukan dari Lisa, Aaron meraih tubuh Lisa dan memeluknya erat yang juga langsung di balas oleh Lisa.
Keduanya larut dalam perasaan masing-masing, hingga tanpa sadar dari kejauhan terdapat dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya.
Dia adalah Rani. Tepat setelah keduanya meninggalkan kantin, Rani juga pamit ke wc hingga tanpa sengaja ia melewati tempat tersebut dan menyaksikan pengakuan Aaron kepada Lisa.
Perasaan Rani benar-benar hancur. Sejak beberapa waktu itu, Ranu sudah mulai curiga akan keduanya yang kerap kali berangkat dan pulang bersama tapi saat ia melihat secara langsung kejadian ini, ia benar-benar merasa terpukul.
"Apa mungkin sejak awal aku sudah tidak punya kesempatan?" Gumam Rani menahan sesak yang kini dirasakannya
Tak kuasa melihat keduanya, Rani segera berbalik pergi meninggalkan keduanya sembari mengusap air matanya yang sudah menetes sedari tadi.
Tanpa memperhatikan di sekitarnya, Rani berlari menuju ke mobilnya di parkiran. Berniat meninggalkan kampus, karena keadaanya saat ini tidak memungkinkan baginya untuk mengikuti kelas apalagi bertemu yang lain khususnya Lisa dan Aaron yang baru saja jadian di depan matanya.
...***...
Di sisi lain, Lisa dan Aaron yang baru saja jadian memutuskan kembali ke kantin. Namun keduanya masih belum berniat untuk memberitahu yang lainnya terkait hubungan keduanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Dari mana saja kalian?" Tanya Dafa penasaran setibanya Lisa dan Aaron di kantin
"Hmm.. Kami hanya membahas kos" Jawab Aaron mencari alasan
"Kos?" Tanya Dafa mengerutkan keningnya tidak mengerti
"Iya. Aku pindah ke kos Lisa" Jawab Aaron santai
"Jadi kalian satu kos? Sejak kapan?" Giliran Keyrani yang bertanya mengingat selama ini Lisa memang belum pernah menceritakannya
__ADS_1
"1 bulan yang lalu"
"Ohh.. Jadi karena ini kalian sering bareng. Aku pikir kalian pacaran" Imbuh Dafa blak-blakan
"Uhuuhhkk.. Uhuuhhkk.. " Lisa yang sementara mengunyah makanannya tiba-tiba tersedak mendengar penuturan Dafa
Aaron yang menyadarinya sontak mengambil Air dan menyerahkannya pada Lisa membuat ketiganya menatap keduanya penuh curiga.
"Kenapa?" Tanya Aaron menyadari tatapan ketiganya
"Bukan apa-apa" Balas Dafa dengan smirk penuh maksud begitupun dengan Keyrani dan Rian yang memilih diam
"Oh iya.. Rani kemana? Bukannya tadi disini?" Tanya Lisa menyadari ketidakhadiran Rani
"Tadi katanya mau ke wc" Jawab Dafa
Mendengar penuturan Dafa dan Rani, Keyrani sontak menghentikan gerakannya dan segera meraih ponselnya.
Dan benar saja, sebuah notif baru saja masuk di ponselnya yang berasal dari Rani.
"Aku ada urusan mendadak, aku tidak akan kembali" Batin Keyrani membaca pesan Rani
"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi?" Batin Keyrani bertanya-tanya sembari memperhatikan Lisa dan Aaron yang sedari tadi seolah saling bercuri pandang satu sama lain
...***...
Tanpa berlama-lama, Keyrani kembali ke parkiran mobil Ray.
"Alana" Panggil Keyrani dari belakang setelah melihat Alana duduk di dekat parkiran menunggu kedatangannya dan Ray
"Apa kamu menunggu lama?" Tanya Keyrani kemudian
"Tidak. Aku juga baru tiba" Jawab Alana bangkit dari duduknya
"Baguslah. Ayo masuk" Ajak Keyrani yang kemudian diangguki oleh Alana
"Antar aku ke rumah Rani" Pinta Keyrani yang membuat Ray sontak menoleh
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Ray masih dengan sikap posesif nya
"Ada yang ingin aku bicarakan dengannya. Kamu bisa menyuruh Jhon menjemputku jika kamu khawatir" Ujar Keyrani berusaha menenangkan
"Baiklah" Balas Ray menyetujui sembari menghela nafasnya pasrah
__ADS_1
...***...
Setelah beberapa saat, mobil yang dikendarai oleh Ray kini berhenti di depan rumah Rani.
"Hubungi aku jika sudah selesai" Pinta Ray yang hanya diangguki oleh Keyrani yang kini membuka pintu dan turun dari mobil
Keyrani melambaikan tangannya bersamaan dengan mobil Ray yang kini melaju meninggalkannya.
Setelah mobil Ray tidak terlihat lagi, Keyrani akhirnya berbalik dan menekan belum rumah Rani karena kedatangannya ini begitu tiba-tiba tanpa memberitahu Rani terlebih dahulu.
Tak berselang lama kemudian, pintu rumah terbuka memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang sepertinya merupakan pembantu Rani.
"Maaf Bi, Rani nya ada? Saya Keyrani teman satu kelasnya" Ujar Keyrani bersikap sopan
"Non Rani nya ada di kamar" Jawabnya
"Bisa aku menemuinya?" Tanya Keyrani kembali
"Oh silahkan, mari saya antar" Balasnya mempersilahkan
Dengan bantuan pembantu nya Keyrani akhirnya tiba di kamar Rani meski sebenarnya ini bukan pertama kalinya dia datang.
"Rani.. " Panggil Keyrani sembari mengetuk pintu kamar Rani
Keyrani mengulangnya beberapa kali, hingga beberapa saat kemudian pintu kamar terbuka memperlihatkan Rani dengan wajah sembab yang pastinya karena menangis.
"Key..?" Ujar Rani kaget dengan suara serak
Keyrani tidak merespon kemudian masuk ke dalam kamar Rani dan membaringkan tubuhnya di kasur Rani.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Rani kembali menghampiri Keyrani dan duduk di sampingnya
Keyrani kemudian bangun terduduk menghadap Rani.
"Kamu melihatnya?" Tanya Keyrani tidak jelas namun bisa dengan cepat Rani mengerti maksud dari pertanyaan itu
Rani hanya bisa menganggukkan kepalanya karena air matanya seolah akan jatuh jika ia membuka mulutnya.
"Maafkan aku, seharusnya aku memberitahu sejak awal" Ujar Keyrani merasa bersalah karena ia satu-satunya yang mengetahui akan perasaan Rani dan Lisa yang sama kepada Aaron
"Jadi kamu mengetahuinya?" Tanya Rani tidak menyangka
"Iya. Aku tahu kalau Lisa menaruh rasa pada Aaron tapi soal perasaan Aaron aku sama sekali tidak mengetahuinya" Ujar Keyrani berterus terang
__ADS_1
"Sudahlah.. Cepat atau lambat aku pasti bisa melupakan Aaron" Ujar Rani lirih
Keyrani hanya bisa memeluk Rani berusaha menenangkan meski dirinya belum pernah merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan tapi ia tahu bagaimana sakitnya dikhianati.