
Ting...
Buncit lonceng pintu kafe yang menandakan pintu terbuka. Yang tak lain adalah Keyrani. Bersamaan dengan itu, para pengunjung kafe yang sedari tadi di dalam, beberapa menoleh ke arahnya jika saja orang yang baru masuk adalah orang yang mereka tunggu.
"Key.. " Panggil sebuah suara yang tak jauh dari pintu dengan tangan melambai ke arah Keyrani
"Sean... " Balas Keyrani ikut menoleh ke arah sumber suara tersebut
Dengan raut wajah senang, Keyrani segera bergegas menghampirinya. Keduanya berpelukan melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu.
"Kamu sendiri? Ray mana?" Tanya Sean memperhatikan ke arah pintu jika saja Ray datang
"Dia ada urusan mendadak, nanti juga nyusul" Jawab Keyrani kemudian melepas pelukannya begitu pun dengan Sean
"Duduklah.. " Ujar Sean sopan mempersilahkan "apa karena sebentar lagi aku menikah, jadinya Ray membiarkanmu bertemu denganku seorang diri" Sambung Sean mengingat sifat posesif Ray dulu
"Tidak. Dia masih sama seperti dulu, posesif. Dengan sush payah aku membujuknya agar menyelesaikan urusannya dulu" Jelas Keyrani
"Kalau begitu, tidak akan lama lagi dia akan datang" Ujar Sean mencoba menebak yang hanya diangguki oleh Keyrani
"Oh iya, mana calon mu? Kenapa tidak membawanya untuk dikenalkan padaku?" Tanya Keyrani sudah tidak sabar bertemu calon mempelai
"Aku akan membiarkanmu bertemu dengannya sebelum pernikahan" Balas Sean dengan sudut bibir terangkat
"Owwww.. Liatlah ekspresimu ini. Sepertinya kamu benar-benar menyukainya" Ejek Keyrani menatap ekspresi Sean yang terlihat begitu bahagia
Ting...
Sekali lagi lonceng pintu kafe berbunyi. Keduanya sontak berbalik ke arah pintu dan benar saja orang tersebut adalah Ray.
Dengan cepat Ray mengedarkan pandangannya ke sekitar kafe mencari keberadaan Keyrani dan Sean.
"Ray.. " Panggil Keyrani segera bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Ray sembari merangkul pinggangnya dan menuntunnya duduk di kursi
Begitu pun dengan Sean yang juga ikut berdiri menyambut kedatangan Ray dengan raut wajah yang sulit dijelaskan khususnya setelah melihat kemesraan Keyrani dan Ray.
"Ini bahkan belum 10 menit sejak kedatangan Keyrani dan kamu sudah menyusulnya. Benar-benar pacar yang posesif.. " Ujar Sean menatap jam di tangannya
"Aku tidak mungkin membiarkannya duduk lama bersama laki-laki lain" Ujar Ray tegas
__ADS_1
Bahkan meskipun Sean akan segera menikah, Ray tidak akan pernah membiarkan Keyrani terlalu dekat dengannya. Hal ini bukan hanya berlaku untuk Sean, tapi untuk semua pria baik singgle maupun yang sudah menikah. Karena menurutnya tidak ada yang bisa menebak perasaan seseorang.
Meski dalam kehidupan sehari-harinya, Keyrani masih kerap akrab dengan laki-laki lain termasuk Rian, Dafa, dan Aaron. Yang terkadang membuat Ray cemburu meski tidak menunjukkannya secara langsung, karena teralihkan oleh pekerjaannya dan Keyrani yang senantiasa selalu membujuknya.
"kamu benar. tidak ada satu orang pun yang rela melihat orang yang dicintainya duduk bersama dengan pria lainnya" ujar Sean lirih dengan tatapan tertuju pada Keyrani yang hanya bersikap acuh
Mendengar hal tersebut, alis Ray seketika terangkat penuh heran. Dirinya seolah merasa risih dengan ungkapan Sean barusan. Khususnya tatapan yang dilempar nya pada Keyrani meski Keyrani tidak menyadarinya.
\*\*\*
Setelah pertemuan singkat itu, Keyrani dan Ray kembali ke hotel setelah kepergian Sean.
"Apa kamu tidak merasa aneh?" tanya Ray tiba-tiba sesampainya di kamar hotel
"Lagi-lagi aneh. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian berdua yang selalu berfikiran berlebihan" ujar Keyrani karena ini kali kedua dia mendengar pertanyaan ini
"Siapa yang kamu maksud?"
"Jeri. Sebenarnya sebelum berangkat, dia juga merasa ada yang aneh. Karena itulah, semua keperluan termasuk hotel sengaja dia yang mengurusnya"
"kenapa tidak memberitahuku sebelumnya"
"aku lupa. aku terlalu sibuk mempersiapkan semuanya, jadi aku pikir tidak masalah untuk tidak memberitahumu" ujar Keyrani lirih sedikit tidak perduli dengan kecemasan Ray
Sementara Ray hanya duduk menyandarkan tubuhnya di sofa. Dirinya masih memikirkan perilaku Sean di kafe tadi, bukan hanya sekali Sean mencuri pandang dari Keyrani tapi berulang kali dan hal tersebut tertangkap oleh Ray.
Dirinya yang saat ini dipenuhi berbagai prasangka, terutama karena Sean yang sebentar lagi akan menikah.
"Apa aku yang terlalu berlebihan?" gumam Ray masih dibuat cemas
Hampir 10 menit Ray terdiam di tempatnya, bergelut dengan semua prasangka nya. Lalu ia akhirnya meraih ponselnya, bangkit dari duduknya dan keluar dari kamarnya.
\*\*\*
"Ada apa mencariku?" tanya Jeri setibanya di bar hotel
Ray yang tengah meneguk minumannya menoleh dan hanya tersenyum kecil.
Sebelum meninggalkan kamarnya tadi, Ray menghubungi Jeri dan memintanya untuk bertemu.
__ADS_1
Ray terdiam sejenak sembari menuangkan minuman di gelas kemudian menyodorkannya pada Jeri.
"Jangan bilang kamu mencariku hanya untuk menemanimu minum?" ujar Jeri setelah meneguk minuman tersebut
"Kata Keyrani kamu menentang perjalanan ini?" tanya Ray pada akhirnya
Dahi Jeri berkerut begitu pun dengan alisnya "Aku memang menentangnya" jawab Jeri
"kenapa?"
Sebuah smirk terukir di wajah Jeri tiba-tiba "firasat" jawab Jeri singkat dan kembali meneguk minumannya
Mendengar hal tersebut Ray terdiam. Jika Jeris sudah berkata demikian, maka ia percaya memang ada yang aneh akan hal ini.
"Kenapa? Kamu baru menyadarinya?" tanya Jeri seolah sudah menemukan jawabannya
Ray mengangguk pelan. Sebelumnya ia terlalu sibuk mengurus urusan di kampus dan perusahaan, membuatnya tidak memperhatikan dan hanya mengikuti keinginan Keyrani.
"Jika bukan karena aku bertemu dengannya tadi, mungkin aku tidak akan menyadarinya. Ada yang aneh tentangnya" ujar Ray masih kesal dengan sikap Sean yang mencuri pandang dari Keyrani
"Jadi? Mau aku mengurusnya?" tanya Jeri santai seolah hal ini hanya sebuah perkara kecil untuknya ditangani
"Tidak. Aku yang akan mengurusnya. Berikan aku waktu" ujar Ray menatap Jeri serius karena dirinya masih belum jelas dengan semuanya
"Terserah kamu. Untuk kali ini aku akan menyerahkannya padamu" Jawab Jeri sembari bangkit dari duduknya dengan tangan naik menepuk pundak Ray sebelum akhirnya melekang pergi meninggalkan Bar
Ray meneguk habis minumannya, kemudian ikut bangkit dan pergi menuju ke kamarnya kembali jika saja Keyrani mencarinya.
Sesuai dugaannya, Keyrani duduk di sofa dengan rambut basah sembari mengutak-atik ponselnya.
"Kamu dari mana?" tanya Keyrani sontak bangkit dari duduknya menghampiri Ray
"Rambut kamu basah" Ujar Ray menarik tangan Keyrani dan mendudukkan nya di depan meja rias
"Kamu minum?" tanya Keyrani berbalik setelah mencium aroma alkohol dari tubuh Ray
"Sedikit" jawab Ray tersenyum sembari mengeringkan rambut Keyrani dengan hairdryer yang baru diambilnya
"Apa ada yang terjadi?"
__ADS_1
"Tidak ada yang terjadi. Aku hanya bertemu dengan Jeri di bar makanya aku minum" jawab Ray jujur meski tidak mengatakan seluruhnya
Keyrani hanya mengangguk pelan mengerti dan tidak bertanya lebih jauh lagi.