
Keyrani yang baru saja tiba di rumah segera membuka ponselnya yang sedari tadi bergetar.
NAMAIN SENDIRIš
Aaron
Yang belum save kontak aku, buruan save sekarang juga!
Lisa
Sudah Aku save
Dafa
Ini nama groupnya kenapa begini?
Lisa
Tau tuh si Aaron malas bener mikirnya
Aaron
Kan yang bikin group Aku, jadi yang nentuin nama groupnya kalian
Lisa
Nggak gitu konsepnya bambang, di mana-mana yang buat group yang nentuin
Dafa
Ini kenapa pada berantem sih, kan yang mau bikin group kalian berdua
Yang lain juga pada kemana? Dari tadi nggak nongol-nongol
Keyrani
Hpku hampir meledak gara-gara kalian..
Lisa
Gara-gara Si Aaron tuh..
Aaron
Lah, kok jadi aku sih. Jangan asal nyomot aja yah kamu
Lisa
Emang bener kan..
Dafa
Berantemnya bisa ditunda dulu nggak..
Aaron
Nggak!
Lisa
Nggak!
__ADS_1
Dafa
Serah deh lu berdua maunya apa..
Keyrani
Cukup yah kalian berdua, berantemnya lanjut di kampus aja. Jangan di sini.
Rani
Halo guys. Maaf yah baru muncul, aku baru liat HP
Aaron
Hehehe.. Tadi bercanda doang kok sama si Lisa
Eh, ada Rani. Di save yah kontak ku
Rani
Iya, sudah
Dafa
Dasar lu temen durhaka, giliran Keyrani yang tegur juga langsung adem.
Rian
Berisik oii.. Ganggu orang lagi istirahat
Aaron
Ā ----
Keyrani hanya menghela nafasnya melihat tingkah Aaron dan Lisa layaknya tom and Jerry. Ia kemudian membaringkan tubuhnya di kasur, sembari memperhatikan room chat tersebut.
Dirinya yang sekarang benar-benar tidak menyangka akan memiliki teman sebanyak ini
"Ternyata punya teman sebanyak dan segokil ini seru juga" Gumam Keyrani kemudian mematikan ponselnya dan bangkit dari tidurnya
"Sebaiknya aku siap-siap sekarang" Ujar Keyrani segera berjalan menuju lemarinya untuk memilih pakaian karena sepulang kuliah tadi dirinya janjian untuk keluar bersama dengan Ray.
Keyrani kemudian menarik salah satu pakaiannya dan segera mengenakannya, meski sebenarnya semua pakaian yang ia miliki sama semua dan hanya berbeda warna saja.
"Perfect" Tutur Keyrani berdiri di depan cermin memandangi dirinya dengan balutan jeans biru dan kaos putih ditambah kemeja kotaknya
Setelah itu, Keyrani meraih tas selempang nya dan beranjak keluar dari rumah.
"Keyrani" Panggil Ayah Keyrani tiba-tiba saat dirinya baru saja menuruni tangga
"Ada apa Pa?" Tanya Keyrani berbalik ke arah Ayahnya
"Kamu mau kemana? Bukankah kamu baru saja pulang" Tanya Ayah Keyrani
"Aku mau keluar, ada janji sama teman" Jawab Keyrani
Sementara dari arah luar rumah, sudah terdengar suara mobil yang artinya Ray sudah tiba.
"Papa memang tidak melarang kamu untuk berhubungan dengannya, tapi Papa tidak suka jika kamu selalu menghabiskan waktu diluar seperti ini" Tekan Ayah Keyrani
"Aku tahu maksud Papa, tapi Papa tidak perlu khawatir karena seperti yang Papa katakan sebelumnya Aku tidak akan berbuat sesuatu yang kelewat batas" Balas Keyrani
__ADS_1
"Bagaimana kami bisa tahu jika kamu tidak berbuat seperti itu, sementara kamu setiap malam bermalam di rumahnya" Sela Ibu tiri Keyrani dari arah belakang ayahnya
Ray yang sedari tadi tiba di depan rumah Keyrani memutuskan masuk karena Keyrani tak kunjung datang dan pesannya sama sekali tidak di balas yang ternyata Keyrani tengah dihadang oleh Ayah dan Ibu tirinya.
"Om dan Tante tidak perlu khawatir. Keyrani memang bermalam di rumah, tapi selain Keyrani juga ada teman Keyrani. Jadi tidak ada yang perlu dicurigai" Sela Ray tiba-tiba dari arah pintu rumah membuat ketiganya menoleh ke arahnya
"Itu benar, aku punya alasan setiap kali aku bermalam di sana. Dan lagi Aku tidak pernah menyembunyikannya dari kalian" Tutur Keyrani tegas
Ibu tiri Keyrani terdiam dan menoleh ke arah samping karena tidak bisa membalas.
"Kalian bisa pergi" Ujar Ayah Keyrani kemudian setelah mendengar penjelasan keduanya dan berbalik kembali menuju kamarnya
Keyrani yang mendengar hal tersebut, segera melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi dan menghampiri Ray di pintu.
"Kemana kita akan pergi?" Tanya Keyrani
"Rahasia" Jawab Ray sedikit misterius sembari membukakan pintu mobil pada Keyrani kemudian segera berjalan ke sisi sebelah dan masuk ke dalam mobil
Mobil Ray kini melaju di jalan yang tampak ramai oleh pengendara lain. Beberapa ada yang membunyikan klaksonnya sedari tadi meminta untuk diberikan jalan khususnya bagi pengendara motor yang hanya menggunakan sedikit jalan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray penasaran dengan apa yang sedari tadi dilihat Keyrani hingga membuatnya senyum-senyum seperti itu
"Oh, Aku membaca chat anak-anak yang lain di group. Mereka benar-benar lucu khususnya Aaron dan Lisa" Jawab Keyrani memperlihatkan layar ponselnya
"Selucu itu?" Ujar Ray cemberut karena perhatian Keyrani kini tertuju pada teman-temannya
"Iya. Mereka selalu bertengkar padahal baru kenal tadi siang" Jawab Keyrani tidak peka
Ray menghela nafasnya pasrah "Oh iya, Aku sudah menemukan pengacara untuk Ibu Lisa" Ujar Ray mengalihkan pembahasan
"Serius?" Tanya Keyrani segera menoleh ke arah Ray
"Iya"
"Kalau begitu aku harus memberitahu Lisa kabar baik ini" Ujar Keyrani segera mengirim pesan kepada Lisa
"Dan juga untuk biayanya, dia tidak perlu khawatir. Aku akan mengurus semuanya, jadi dia hanya perlu mengikuti semua arahannya saja" Sambung Ray kemudian
"Memang benar pilihanku tidak pernah salah" Puji Keyrani kepada dirinya sendiri
"Pernah kok" Sela Ray membuat Keyrani menoleh ke arahnya "Kamu pernah salah pilih pacar" Sambung Ray sedikit tertawa
"Oh, Aku akuin, Aku pernah salah menaruh hati pada orang lain. Tapi kali ini Aku jamin Aku tidak akan salah titip lagi" ujar Keyrani yakin dengan perasaanya
"Aku tidak percaya dengan kata-kata orang yang dulu pernah diselingkuhin" Tutur Ray iseng
"Ray.. " Keyrani memukul lengan Ray agar berhenti membahas mantannya lagi
Ray hanya tertawa melihat ekspresi kesal Keyrani karena kejahilan nya. Sementara mobil yang dikendarai nya kini perlahan berbelok masuk ke dalam sebuah lorong yang tampak unik dengan ciri khas orang Tionghoa.
Mobil Ray kemudian berhenti di depan sebuah toko perhiasan. Keyrani kemudian turun dari mobil dalam keadaan masih kebingungan sembari memperhatikan toko-toko di sekitarnya yang tampak begitu baru baginya.
"Aku baru pertama kali ke tempat seperti ini" Ujar Keyrani saat Ray turun dari mobil dan menghampirinya
"Ayo masuk" Ajak Ray meraih tangan Keyrani dan menuntunnya masuk ke dalam sebuah toko yang terlihat begitu unik dan tradisional dengan interior-interior khas china yang digunakan.
Mulut Keyrani terbuka kagum saat keduanya masuk ke dalam toko yang ternyata merupakan sebuah toko ukir perhiasan.
"Apa yang akan kita lakukan disini?" Tanya Keyrani menghentikan langkah Ray
"Memperbarui janji" Jawab Ray sembari tersenyum sementara Keyrani memiringkan kepalanya tidak mengerti dengan jawaban Ray
__ADS_1