Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Berubah?


__ADS_3

Keesokan harinya, Keyrani kembali bersikap seperti biasanya seolah tidak ada yang terjadi. Berusaha mengontrol perasaannya akan kedatangan Alana di rumah tersebut yang benar-benar merubah suasana rumah tersebut.


Pagi ini Keyrani bersama dengan Ray sudah ada di meja makan, menyantap sarapan paginya sebelum berangkat ke kampus. Hingga kemudian, dari arah tangga terlihat Alana yang kini berjalan menuju ke arah keduanya.


"Selamat pagi" Sapa Alana ceria dengan senyum merekah di wajahnya


"Pagi" Balas Ray menoleh dan membalas senyum Alana


"Pa..gi"  Balas Keyrani juga memperhatikan sekilas ekspresi wajah Ray saat memperhatikan Alana


"Kamu ada kegiatan hari ini?" Tanya Alana pada Ray


"Aku hanya akan ke kampus" Jawab Ray


"Kalau begitu, kosongkan waktumu hari ini untukku" Pinta Alana bersikap manja


Ray menatap Keyrani, karena sedikit ragu untuk menyetujui permintaan Alana.


"Pergilah, aku akan berangkat bersama dengan Rian" Ujar Keyrani mengerti maksud lirikan Ray kemudian bangkit dari duduknya menghampiri Rian yang kebetulan sudah ingin berangkat


"Rian, aku ikut denganmu" Ujar Keyrani


"Ayo" Ujar Rian menyetujui


Keduanya kemudian keluar menuju ke parkiran motor Rian. Meninggalkan Ray dan Alana di meja makan. Kening Ray mengkerut, ia benar-benar membenci situasi seperti ini. Disaat dirinya bersikap tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.


...***...


Selama di perjalanan Keyrani terdiam, kepalanya sengaja ia sandarkan di punggung Rian dengan tangan melingkar di pinggang Rian.


Rian menoleh sekilas, sebelum berangkat tadi ia sudah memperhatikan mata Keyrani yang tampak masih sembab. Yang ia yakini pasti karena menangis semalam.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Rian kemudian


Keyrani terdiam sejenak, menghela nafasnya singkat sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Rian "Tidak. Aku tidak baik-baik saja. Aku benci situasi seperti ini" Jawab Keyrani berterus terang dengan apa yang dirasakannya


"Kamu tahu kan, aku akan selalu ada untukmu. Jadi jangan ragu untuk datang kepadaku jika kamu merasa lelah suatu saat nanti" Ujar Rian tulus dari hatinya


"Aku tahu" Balas Keyrani lirih


Meskipun Ray sudah menjelaskan semuanya, tetap saja Ia tidak bisa begitu saja menerima kehadiran Alana di antara mereka. Karena mata tidak akan bisa bohong, Alana jelas memiliki perasaan pada Ray yang mungkin merupakan alasan utamanya datang ke negara ini.


...***...

__ADS_1


Masih seperti kemarin, Aaron maupun Lisa belum bertemu karena Aaron yang selalu menghindari Lisa.


Aaron merasa dilema sekaligus bingung dengan apa yang dirasakannya. Selama ini, ia hanya mencintai Keyrani saja. Ia belum pernah berfikir untuk mencintai orang lain selain Keyrani. Namun tindakannya, jelas-jelas menunjukkan ketertarikan pada Lisa khususnya ciuman yang dilakukannya tempo hari.


Lisa menghela nafasnya kasar dan membaringkan kepalanya di meja kantin. Menatap kosong kedepan. Begitu dengan Rani yang ikut membaringkan kepalanya pada meja mengikuti Lisa.


Keyrani yang baru saja tiba, mengerutkan kening bingung dengan keduanya yang seolah tidak bersemangat.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Keyrani duduk di kursi diikuti oleh Rian


Bukannya menjawab, keduanya justru menghela nafas kasar membuat Keyrani semakin bingung dan ikut membaringkan kepalanya di meja.


"Ada apa denganmu? Kenapa malah ikutan?" Tanya Lisa


"Bukan cuma kalian yang punya masalah, aku juga" Jawab Keyrani


Ketiganya saling bertatapan sekilas, sebelum akhirnya kembali membaringkan kepalanya pusing dengan masalah percintaan mereka.


Setelah beberapa saat, Keyrani mengangkat kepalanya dan meraih ponselnya.


"Kalian ingin melepas stress?" Tanya Keyrani memperlihatkan layar ponselnya bergantian pada keduanya


Rani maupun Lisa beradu pandang, kemudian mengangkat kepalanya menatap ke arah Keyrani yang kini mengangkat kedua alisnya menunggu persetujuan keduanya.


"Hmm.. Aku mau" Ujar Lisa setuju kemudian menoleh ke arah Rani yang masih tampak ragu


Setelah berfikir sejenak, Rani akhirnya menganggukkan kepalanya menyetujui usulan Keyrani.


"Apa yang kalian rencanakan?" Tanya Rian yang sedari tadi memperhatikan ketiganya


"Bukan apa-apa" Jawab Keyrani tidak berniat memberitahu Rian akan rencananya


Tak ingin terlalu mencari tahu, Rian menghentikan pertanyaannya. Kemudian bangkit dari duduknya, berniat ke kelasnya.


"Kalau begitu aku duluan ke kelas" Ujar Rian pamit


"Iya" Balas ketiganya bersamaan


"Pulang nanti, aku kabari lagi" Ujar Rian sebelum pergi yang hanya di angguki oleh Keyrani


Setelah kepergian Rian, ketiganya kembali membicarakan rencana mereka yang tadinya merupakan ide dari Keyrani.


...***...

__ADS_1


Di sisi lain, Ray yang tadi menyetujui untuk mengosongkan waktunya untuk Alana kini berada di salah satu Mall di kota tersebut.


"Apa yang akan kita lakukan disini?" Tanya Ray dengan raut wajah datar


Alana memanyunkan bibirnya melihat tingkah Ray yang seolah tidak suka menemaninya keluar "Kamu tidak suka jalan sama aku?" Tanya Alana kemudian


Ray yang melihat perubahan raut wajah Alanan, menghela nafasnya singkat "Bukan begitu, aku hanya tidak terbiasa dengan tempat seperti ini" Imbuh Ray berusaha mencari alasan


Dengan cepat, ekspresi wajah Alana kembali berbinar. Ia kemudian memeluk lengan Ray, menariknya menuju ke salah satu store yang ada di Mall tersebut.


"Temani aku belanja pakaian" Pinta Alana


Keduanya kemudian mamasuki store tersebut yang kemudian disambut ramah oleh pegawai-pegawai yang ada disana.


"Pilihlah, aku akan menunggumu disini" Ujar Ray kemudian duduk di sebuah sofa sembari meraih ponselnya dari saku celana berniat menghubungi Keyrani


Ray:


Maaf, aku tidak mengantarmu tadi pagi.


Keyrani:


......


Ray mengirim pesan karena Keyrani sepertinya akan berada di kelas jadi ia tidak langsung menelponnya. Namun setelah beberapa menit setelah ia mengirim pesan, tak kunjung ada balasan dari Keyrani membuat Ray mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di saku celananya.


Dengan bantuan dari pegawai toko, Alana berkeliling dan mengambil beberapa pakaian yang disukainya kemudian kembali lagi ke tempat Ray berniat untuk mencobanya terlebih dahulu.


"Bagaimana? Cantik tidak? " Tanya Alana mengenakan salah satu pakaian yang dipilihnya


Ray menoleh ke arahnya "Cantik" Jawabnya singkat sembari mengangguk karena ia tidak ingin berlama-lama menghabiskan waktu hanya karena memilih pakaian yang menurutnya sama saja


"Kalau begitu aku akan mengambil yang ini dan beberapa yang aku pilih tadi" Ujar Alana pada pegawai store tersebut


Ray kemudian bangkit di ikuti oleh Alana menuju ke meja kasir untuk membayar pakaian Alana.


"Pakai ini" Pinta Ray menyodorkan sebuah blackcard kepada Alana


"Tapi.. " Ujar Alana berbuat menolak namun segera terpotong saat Ray sudah menyodorkannya pada kasir


"Selama kamu disini, biarkan aku yang mengurusmu" Ujar Ray merasa bertanggung jawab akan Alana meski Alana berasa dari keluarga yang kaya


Sebuah senyum merekah di wajah Alana saat mendengar penuturan Ray yang menurutnya begitu keren, yang mungkin karena hal inilah Ia bisa menyukai pria di hadapannya ini.

__ADS_1


Setelah berbelanja pakaian, Alana kembali menarik Ray mengunjungi toko sepatu dan tas. Membeli semua keperluannya selama berada di Negara X karena Alana datang hanya dengan membawa beberapa helai pakaian saja.


__ADS_2