Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Bingung?


__ADS_3

Tok tok tok


Pintu kemudian terbuka dari dalam, memperlihatkan Keyrani dengan lilitan handuk di kepalanya karena baru saja mandi setelah kepergian Rani dan Lisa.


"Rian?" Ucap Keyrani melihat Rian


"Kamu pulang.." Ujar Rian menatap Keyrani sembari mengatur nafasnya setelah berlari terburu-buru menemui Keyrani


"Hmm, bukankah sudah kukatakan. Aku hanya pergi sebentar bukan untuk selamanya" Balas Keyrani polos


"Iya. Tapi tetap saja, yang kamu blokir bukan cuma Ray tapi aku juga" Ujar Rian memperlihatkan layar ponselnya


"Ahh.. Maaf. Aku lupa membuka blokir nya. Masuklah" Ujar Keyrani masuk ke dalam kemudian berbalik mempersilahkan Rian masuk ke dalam kamarnya


Keyrani kemudian meraih ponselnya dan membuka semua blok nya termasuk pada Ray yang belum sempat ia lakukan sebelumnya.


"Sudah.. " Tutur Keyrani memperlihatkan ponselnya


"Jadi, kemana kamu selama ini?" Tanya Rian yang kini duduk di sofa Keyrani


"Negara K. Sebelum kedatangan Alana, aku memang berniat untuk pergi menonton konser. Awalnya aku ingin mengajak Ray, tapi siapa sangka aku justru terbawa emosi dan pergi begitu saja" Jawab Keyrani sembari melepas lilitan handuk di kepalanya membuat rambutnya jatuh ke berserakan kebawah


Rian terdiam, sorot pandangannya tertuju pada leher jenjang Keyrani begitu pun dengan rambutnya yang masih berantakan dan basah.


"Kamu tidak takut denganku?" Tanya Rian tiba-tiba


"Hmm?" Keyrani menoleh menatap ke arah Rian bingung


"Kamu tidak takut membawaku ke dalam kamar seperti ini?" Tanya Rian meluruskan


"Takut kenapa?" Tanya Keyrani kembali masih dengan pikiran polosnya dan tidak mengerti maksud tersirat dari perkataan Rian


"Kamu tidak lupa kan, jika aku menyukaimu. Bagaimana jika aku berbuat yang tidak-tidak kepadamu?" Ujar Rian


"Apa yang harus aku takutkan, kamu tidak akan melakukan apapun padaku" Balas Keyrani yakin sembari fokus kembali memperbaiki rambutnya


Rian menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya dari Keyrani. Apa yang dikatakan Keyrani memang benar, Ia tidak mungkin berbuat hal seperti itu pada Keyrani.


"Sebaiknya aku keluar, sebelum aku benar-benar berbuat yang tidak-tidak karena tidak bisa menahannya" Ujar Rian bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar


Keyrani hanya menoleh sejenak kemudian kembali fokus pada rambutnya.

__ADS_1


"Apa yang dia lakukan disini?" Tanya Ray tiba-tiba memasuki kamar Keyrani dan tanpa sengaja bertemu dengan Rian di pintu kamar Keyrani


"Tidak ada, kami hanya berbincang sejenak" Jawab Keyrani santai tanpa menoleh sedikit pun


"Berikan padaku" Pinta Ray meraih hairdrayer dari tangan Keyrani


"Apa sedari tadi kamu berpenampilan seperti ini?" Tanya Ray memperhatikan leher Keyrani


"Hmmm?" Gumam Keyrani menoleh ke atas menatap Ray


"Lain kali, jangan bertemu dengan pria lainnya dalam keadaan rambut basah seperti ini. Siapapun akan tertarik jika melihatmu seperti ini" Tegur Ray


Keyrani seketika tersadar "Oh.. Jadi ini maksud Rian" Gumam Keyrani mengerti maksud Rian yang tadi


"Apa?" Tanya Ray dengan alis terangkat


"Bukan apa-apa" Jawab Keyrani tidak berniat mengungkitnya


"Oh iya, soal yang tadi. Aku harap kamu.. " Ujar Ray namun segera terhenti karena Keyrani menyela nya


"Tidak masalah. Aku tidak terlalu memikirkannya" Sela Keyrani lirih


"Aku akan berusaha mengurangi kontak fisik dengan Alana jika kamu tidak menyukainya" Ujar Ray kemudian


"Terima kasih sudah mencoba mengerti" Ujar Ray membuat Keyrani mendongakkan kepalanya ke arahnya kemudian mengecup pelan kening Keyrani


"Ayo tidur, kamu pasti lelah" Ujar Ray yang kemudian diangguki oleh Keyrani yang kini bangkit dari tidurnya dan berjalan ke kasurnya


Ray ikut naik dan berbaring di samping Keyrani seperti yang selama ini dilakukannya. Dengan Keyrani tertidur di lengan Ray sembari menghadap ke dada bidang milik Ray.


Bukannya tertidur, perhatian Keyrani justru teralihkan pada aroma tubuh Ray yang beraroma mintz.


"Mengapa kamu begitu wangi" Gumam Keyrani semakin mendekatkan kepalanya pada dada Ray


"Kamu juga" Balas Ray ikut mencium aroma rambut Keyrani yang juga disukainya


Keduanya saling menggoda satu sama lain, hingga tanpa sadar keduanya tertidur dengan Keyrani berada di dalam dekapan Ray.


...***...


Setelah berfikir lama, Lisa akhirnya tiba di kosnya setelah bergulat dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


Lisa menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya masuk ke dalam kosnya.


"Apa dia mencariku selama aku pergi?" Batin Lisa memperhatikan pintu kamar Aaron


"Akhh.. Bodoh amat" Gumam Lisa menggelengkan kepalanya kemudian kembali berjalan menuju ke kamarnya untuk beristirahat setelah perjalanan seharian yang begitu melelahkan


Namun sebelum Rani sempat memasukkan kopernya ke dalam kamar. Langkahnya tiba-tiba terhenti saat sebuah suara yang tak asing tiba-tiba memanggilnya.


"Rani..!" Panggil Aaron yang juga baru saja tiba sehabis dari Minimarket membeli minuman


Mendengar suara Aaron, Lisa segera menarik kopernya masuk ke dalam kamar. Namun dengan cepat, tangan Aaron menahan pintu kamar Lisa agar tidak tertutup.


"Lepas" Pinta Lisa berusaha mendorong pintu kamarnya


"Tidak" Ujar Aaron dengan nada tegas nya


"Lepas. Aku capek mau istirahat" Ujar Lisa mencari alasan yang mana dirinya memang merasa lelah


"Ayo bicara denganku" Pinta Aaron


"Tidak ada yang ingin ku bicarakan denganmu" Ujar Lisa menolak


"Tidak. Kamu harus berbicara denganku" Ujar Aaron memaksa


Lisa kemudian melepas tangannya dari pintu kemudian menatap ke arah Aaron yang ternyata sedari tadi menatapnya.


"Besok. Aku benar-benar lelah sekarang, aku ingin istirahat" Ujar Lisa dengan suara memelas


Aaron berfikir sejenak. Alasan Lisa memang masuk di akal karena ia baru saja tiba.


"Baiklah. Aku akan menunggumu, kita berangkat bareng ke kampus. Awas aja kalau kamu lari" Ujar Aaron dengan sedikit mengancam


"Iya-iya" Jawab Lisa pasrah


"Kalau begitu masuklah, aku tidak akan menganggumu lagi" Ujar Aaron sebelum akhirnya berbalik kembali ke kamarnya


Meninggalkan Lisa yang kini mengerutkan dahi bingung dengan sikap Aaron. Karena ia pikir, Aaron masih dengan sikap yang sama yakni menjauhinya seperti yang dilakukannya sebelum ia pergi.


Namun karena tak ingin terlalu memikirkannya Lisa segera menutup pintu kamarnya "Entah siapa sebenarnya yang lari" Gerutu Lisa mendengar penuturan Aaron yang seolah membicarakan dirinya sendiri


Lisa kemudian merebahkan tubuhnya di kasur sembari menghela nafasnya panjang sembari merenggangkan tubuhnya yang sedikit kaku.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang ingin ia katakan? Apa ia akan meminta maaf? Atau memintaku melupakannya begitu saja?" Ujar Lisa masih bertanya-tanya dengan apa yang akan dikatakan Aaron padanya. Hingga beberapa saat kemudian, ia tertidur tanpa mengganti pakaian yang dikenakannya.


__ADS_2