Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Tersipu Malu


__ADS_3

Selama kelas berlangsung, pandangan Keyrani terfokus pada Ray yang tengah menjelaskan materi kuliahnya. Memikirkan kembali komentar Ray pada postingan ig-nya membuatnya dengan cepat tersipu malu.


"Aku tahu bahwa dia tampan, tapi mengapa hari ini dia jauh terlihat lebih tampan?" Batin Keyrani memperhatikan setiap inci wajah Ray


Hingga tiba-tiba sorot mata keduanya bertemu,  membuat Keyrani segera memalingkan wajahnya yang kini mulai merona.


"Ada apa denganku, mengapa setiap kali memikirkannya membuat wajahku merona seperti ini " Batin Keyrani sembari memegang kedua sisi pipinya


Tanpa sadar pembelajaran berakhir tanpa sedikitpun yang masuk di otak Keyrani karena sibuk memperhatikan Ray di depan.


Ray merapikan buku-bukunya kemudian beranjak pergi meninggalkan kelas di susul oleh mahasiswa lainnya.


Begitu pun dengan Keyrani yang kini keluar dari kelas sembari menenteng tas di tangannya  kemudian beranjak pergi menuju ke wc kampus.


Sesampainya di wc Keyrani membasuh wajahnya dan menatap dirinya di cermin. Menepuk kedua pipinya yang sedari tadi merona karena malu.


"Mengapa detak jantungku begitu cepat saat memikirkan Ray" Gumam Keyrani menyentuh dadanya merasakan detak jantungnya yang berdetak begitu cepat "Apa aku menyukainya?" Sambungnya sembari menatap wajahnya


Keyrani menggeleng wajahnya "Sadar Key.. Tidak mungkin baginya menyukaimu" Ujarnya kembali membasuh wajahnya mencoba menerima kenyataan


Setelah itu, Keyrani meraih kembali tasnya kemudian keluar dari wc dan berjalan menuju ke kantin untuk mengisi perutnya.


Sesampainya di kantin Keyrani segera memesan makanan pada pelayan. Kali ini bukan bakso melainkan nasi goreng karena sedari pagi perutnya belum pernah terisi.


Tak berselang lama pesanan Keyrani telah jadi. Tanpa menunggu lama, Keyrani meraih nampan tersebut dan berbalik mengedarkan pandangannya mencari meja yang kosong.


Namun tidak ada satupun meja yang kosong membuatnya menghela nafas panjang karena mau tak mau ia harus bergabung dengan mahasiswa lainnya.


Hingga kemudian pandangan Keyrani teralihkan saat sebuah suara yang tak asing baginya memanggil namanya.


"Keyrani.." Panggil Aaron melambaikan tangannya kepada Keyrani yang tengah sibuk mencari meja yang kosong


Keyrani menatap ke arah Aaron yang bersama dengan dua temannya dan terdapat 1 kursi kosong di mejanya. Dengan langkah terpaksa Keyrani menuju ke meja tersebut.

__ADS_1


"Key.." Sapa Aaron kembali saat Keyrani tiba di meja mereka


"Maaf, meja lain penuh. Kalian tidak keberatan jika aku duduk disini" Ujar Keyrani sebelum duduk


"Tidak-tidak. Kamu sangat diterima disini" Jawab Aaron bersemangat membuat kedua temannya menatap bingung ke arahnya


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi" Ujar Keyrani kemudian meletakkan pesanannya dan duduk di dekat salah satu teman Aaron dan tepat berhadapan dengan Aaron 


"Oh iya, mengapa kalian tidak berkenalan?" Tanya Aaron melihat ke arah ketiganya yang sibuk mengunyah makanan masing-masing membuat ketiganya sontak bersamaan menatap ke arah Aaron


"Dafa" Ujar Dafa yang duduk di dekat Aaron sembari mengulurkan tangannya mengikuti keinginan Aaron


"Keyrani" Sambut Keyrani menerima uluran tangan Dafa


Setelah itu, Keyrani menoleh ke arah pria yang ada di sampingnya "Keyrani" Ujar Keyrani mengulurkan tangannya lebih dahulu


Dengan ragu-ragu pria tersebut menyambut uluran tangan Keyrani "Rian" Ujarnya kemudian menatap wajah Keyrani dengan wajah datarnya


"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya, mereka sama sekali tidak asik. Bahkan cara berkenalan nya begitu formal haha" Selah Aaron sembari tertawa karena tingkah kedua temannya


Mendengar perkataan Aaron, sontak membuat keduanya menatap tajam ke arah Aaron. Dengan sigap tangan Dafa naik memelintir kepala Aaron tidak Terima dengan ucapannya.


"Katakan sekali lagi hm.." Geram Dafa


"Akhh.. Aku salah" Ujar Ray memukul lengan Dafa memintanya melepasnya


Setelah dirasa puas, Dafa pun melepas lengannya "Jangan dengarkan dia, Aku tidak seburuk yang dikatakannya. Perkataan itu khusus untuknya" Ujar Dafa meluruskan kembali sembari menunjuk Rian yang sedari tadi hanya diam


Rian hanya menatap Dafa tajam tanpa berniat membalas kemudian kembali menyantap makanannya "kan aku bilang apa? Nggak bakal di respon kalau bicara sama dia" Ujar Dafa setelah tebakannya menjadi kenyataan


"Yang satunya polos, yang satu lagi sedikit bawel, dan yang terakhir dingin. Bagaimana bisa mereka berakhir bersama dengan kepribadian yang berbeda ini" Batin Keyrani memperhatikan tingkah ketiganya yang saling bertolak belakang


Tak ingin terlalu memikirkannya, Keyrani kembali mempercepat makannya yang tinggal beberapa suap lagi. Tak berselang lama Keyrani pun selesai dan berniat pergi.

__ADS_1


"Aku duluan" Ujar Keyrani berdiri dari duduknya


"Tunggu Key" Cegah Aaron kemudian mencari ponselnya di saku "Berikan aku kontakmu" Pintanya menyerahkan ponselnya


Keyrani berfikir sejenak sebelum akhirnya meraih ponsel Aaron dan mengetik id-line nya. Meski terkadang masih risih, namun Keyrani tetap bersyukur karena ada Aaron yang terkadang menemaninya di kampus.


"Nih" Ujar Keyrani mengembalikan ponsel Aaron kemudian pergi meninggalkan ketiganya


Setelah kepergian Keyrani, Aaron tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena mendapat kontak Keyrani. Yang selama ini hanya bisa menjadi pengamat di instagram Keyrani kini tapi naik menjadi teman kontak Keyrani.


"Berhenti memandangi nya cepat selesaikan makanmu sebelum kita terlambat masuk kelas"  Ujar Dafa membuyarkan khayalan Aaron sembari mengusap wajah Aaron


"Iri bilang bos" Ujar Aaron mengejek Dafa


"Aku selesai. Silahkan lanjutkan perdebatan kalian, aku duluan ke kelas" Ujar Rian menyela keduanya kemudian bangkit dari duduknya meninggalkan keduanya


"Eecchh.. " Aaron segera bangkit dan berlari mengejar Rian diikuti oleh Dafa dari belakang


Ketiganya merupakan jurusan ilmu komputer. Mereka tanpa sengaja bertemu saat melakukan registrasi ulang saat masih menjadi mahasiswa baru. Karena berada dalam satu jurusan yang sama membuat ketiganya sering menghabiskan waktu bersama meski dengan kepribadian yang berbeda.


...***...


Sementara itu Keyrani yang baru saja tiba di kelas sekali lagi mengedarkan pandangannya keluar kelas. Perhatiannya kembali tertuju pada gadis yang duduk di taman kampus yang tak lain adalah Lisa.


Sejak pagi tadi Keyrani telah melihat nya di taman. Bukan hanya hari ini tapi sejak beberapa hari yang lalu Keyrani telah memperhatikannya membuatnya semakin penasaran alasan yang membuatnya berdiam diri seperti itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Gumam Keyrani penasaran sembari memperhatikan Lisa


Meski hubungan pertemanan mereka telah berakhir dari sejak Lisa mencampakkannya dan lebih memilih Devi. Namun dari lubuk hatinya, Keyrani masih menganggapnya sahabat mengingat hubungan pertemanan mereka tidaklah singkat untuk bisa dilepas begitu saja.


Keyrani menghela nafasnya panjang kemudian duduk memperhatikan Lisa dengan tangan dibuat menopang dagunya.


"Bukankah seharusnya kamu tertawa saat ini? Mengapa aku hanya melihat kesedihan di wajahmu, bukankah kamu yang mencampakkanku?" Gumam Keyrani dengan nada sedih karena tidak melihat sedikitpun kebahagiaan dari wajah Lisa

__ADS_1


__ADS_2