Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Curhat


__ADS_3

You can call me monster 🎶


Ujar Keyrani menyanyikan lagu yang saat ini di dengarnya. Sembari mengendarai motor cross miliknya yang sudah lama tidak digunakannya. 


Keyrani menaikkan kaca helmnya, membiarkan angin menerpa wajahnya sembari menghirup udara segar di pagi hari yang masih segar karena pengendara di jalan masih begitu sepi.


Keyrani menghentikan motornya setelah mendapati lampu lalu lintas yang ada dihadapannya menunjukkan warna merah. Diikuti oleh beberapa pengendara lain yang berhenti di dekat Keyrani.


Tak berselang lama, lampu merah berganti menjadi hijau. Dengan segera Keyrani melajukan kembali motornya sebelum pengendara yang ada dibelakangnya menghujani nya dengan klakson.


Tidak seperti mobil, mengendarai motor sedikit lebih praktis dan tentunya cepat karena bisa dengan mudah menyalip pengendara lain bahkan dijalan kecil sekalipun.


Tanpa memakan banyak waktu, Keyrani tiba dengan cepat di kampus. Mengingat dulu sejak SMP Keyrani sering melakukan balap motor bersama dengan teman-temannya.


Keyrani berjalan menyusuri koridor kampus yang tampak sepi karena hanya ada beberapa mahasiswa saja. Ia kemudian berbelok menaiki tangga menuju kelas nya yang berada di lantai 4.


Sesampainya di kelas, Keyrani tidak mendapati satu pun mahasiswa karena memang Keyrani tiba 30 menit sebelum kuliah dimulai. Ia memutuskan untuk tidur sejenak sembari menunggu kedatangan mahasiswa lainnya.


Cahaya terik matahari perlahan menerpa wajah Keyrani yang berada tepat di dekat jendela. Membuat Keyrani perlahan membuka matanya.


"Kenapa belum ada yang datang?" Bingung Keyrani karena kelas masih kosong.


Pandangannya kemudian naik memperhatikan jam dinding yang  kini sudah menunjukkan pukul 9 yang artinya sudah 1 jam sejak kedatangannya. Ia pun meraih tasnya kemudian keluar dari kelas berniat menuju ke kantin sembari menunggu mahasiswa lain.


Sesampainya di kantin, Keyrani dihentikan oleh seorang mahasiswa yang tak asing baginya.


"Keyrani?" Panggil mahasiswa itu sedikit ragu


"Iya?" Jawab Keyrani menoleh ke arahnya


"Kamu ada perlu apa ke kampus? Bukankah kuliah dibatalkan hari ini?" Tanyanya heran melihat kehadiran Keyrani


"Dibatalkan?"


"Iya. Dibatalkan dan akan diganti di hari lain. Bukankah sudah di informasikan di group baru" Ujar mahasiswa tersebut kemudian memperlihatkan bukti chat pada group kelas


Setelah membacanya, Keyrani meraih ponselnya di saku dan mengecek pesannya. Namun sama sekali tidak ada yang megundangnya masuk ke dalam group.

__ADS_1


"Aku tidak masuk" Ujar Keyrani menscroll ponselnya


"Hah? Kamu tidak masuk?" Ujar mahasiswa tersebut kaget dan memeriksa kontak Keyrani di group tersebut namun ternyata nihil. Keyrani belum bergabung di group kelas.


"Bagaimana agar aku bisa masuk?" Tanya Keyrani kemudian


"Berikan kontakmu, biar aku memasukkanmu kebetulan aku juga admin group" Ujar mahasiswa tersebut


"Terima kasih.. " Ujar Keyrani setelah masuk di group namun terhenti karena Ia tidak bisa mengingat nama mahasiswa tersebut


"Kris" Sela mahasiswa tersebut mengerti bahwa Keyrani tidak mengetahui namanya


"Oh. Terima kasih Kris" Ulang Keyrani


Keduanya kemudian duduk di salah satu meja, setelah pesanan keduanya telah siap.


"Apa yang kamu lakukan di kampus?" Tanya Keyrani penasaran melihat Kris di kampus


"Aku ada latihan basket hari ini" Jawabnya sembari menyantap makanannya


"Ternyata kamu pemain basket?"


"Bukannya aku tidak mau, hanya saja Aku terlalu malas untuk berinteraksi dengan orang lain" Ujar Keyrani


"Aku pikir kamu seorang yang introvert dan dingin. Ternyata tidak seburuk yang dikatakan yang lain"


"Berhenti menilai seseorang dari pendapat orang lain sebelum kamu mengenal dirinya. Karena kamu tidak akan bisa memahami isi dari sebuah buku hanya dengan melihat sampul saja tapi kamu harus membaca isinya agar kamu bisa memahaminya" Ujar Keyrani sebelum akhirnya berdiri dan pergi meninggalkan Kris sebelum mendengar balasan dari Kris


"Seharusnya kata dingin diganti menjadi kata bodo amat untuknya" Gumam Kris kemudian berdiri dan beranjak pergi dari kantin menuju ke lapangan basket untuk latihan


...***...


Setelah dari Kantin, Keyrani berjalan menuju ke parkiran tempat motornya berada.


Keyrani menghela nafasnya kemudian meraih Helm dan memakainya di kepala. Kemudian naik ke motornya "Benar-benar membuang waktu" Gumam Keyrani sedikit kesal dengan kelas yang dibatalkan tanpa sepengetahuannya


Seperti ucapannya kemarin, Keyrani kembali ke bengkel Jeri untuk mengembalikan jaket sekaligus mengecek motornya yang sudah lama tidak digunakannya.

__ADS_1


Tak berselang lama, motor yang dikendarai Keyrani perlahan memasuki bengkel. Dan berhenti tepat di depan Jeri yang tengah sibuk mengutak-atik mesin mobil.


"Bukankah aku sudah mengatakan datang jam 5 sore, ini baru jam 10 pagi" Ujar Jeri tanpa menoleh ke arah Keyrani dan masih fokus ke mobil di hadapannya


Keyrani melepas helmnya dan turun dari motor "Kuliahku di batalkan pagi ini" Keluh Keyrani menghampiri Jeri "Aku menunggu 1 jam lebih di kelas dan ternyata mereka lupa memasukkanku di group"


"Hah? Hahahhahahaha" Kaget Jeri kemudian berbalik ke arah Keyrani sembari menertawai nya "Bukankah sudah kukatakan, rubah sikap bodoh amatmu itu. Bagaimana pun kamu tidak mungkin tidak mempunyai teman bukan?"


"Aku punya teman"


"Siapa? Jangan bilang itu Aku"


"Pede sekali anda. Akhir-akhir ini aku berteman dengan dosen di kampusku"


"Dosen?"


"Iya. Dia dosen baru di kampusku"


"Aku menyuruhmu mencari teman mahasiswa yang seumuran denganmu bukan malah berteman dengan dosen"


"Kamu pasti kaget jika bertemu dengannya, umurnya baru menginjak 23 tahun jadi wajar bagi kami jika ingin berteman"


"Sepertinya tidak sesederhana yang Kamu pikirkan, bagaimana bisa dia mau berteman dengan Mahasiswa nya sendiri" Ujar Jeri kemudian berbalik menatap ke arah Keyrani "Kenapa wajahmu tersipu seperti itu?" Tanya Jeri saat melihat wajah merah Keyrani "Apa mungkin kamu menyukainya?" Tanyanya penasaran sembari menghampiri dan duduk di sebelah Keyrani


Dengan sigap kedua tangan Keyrani naik memegang kedua pipinya "Sejelas itu, padahal aku hanya membicarakannya dan aku sudah merona seperti ini" Ujar Keyrani mengakui perasaannya


"Kamu beneran suka?" Kaget Jeri


Keyrani mengangguk mengiyakan pertanyaan Jeri "Awalnya Aku hanya menganggapnya seorang teman. Tapi entah sejak kapan, jantungku berdetak lebih cepat saat memikirkannya" Tambah Keyrani sembari memegang dadanya


Jeri menghela nafasnya panjang "Aku tidak perduli dengan siapa Kami berhubungan, tapi jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali" Ujar Jeri mengingatkan Keyrani akan kenangan masa lalu nya bersama mantan pacarnya


"Tapi aku tidak yakin apa dia menyukai ku juga" Lirih Keyrani kurang percaya diri


"Tidak perlu terlalu memikirkannya jika suka katakan saja, jangan memendamnya karena masa depan tidak ada yang bisa memprediksi. Semangatlah, Keyrani yang aku kenal tidak seperti ini" Ujar Jeri menyemangati sembari menepuk punggung Keyrani memberi semangat


"Tapi jika kamu ingin bersaing dengan status jomblo akutku, Kamu tidak perlu mengatakannya padanya" Ujar Jeri iseng menaikkan alisnya sebelah menggoda Keyrani kemudian tertawa memikirkan kejombloannya begitu pun dengan Keyrani yang juga ikut tertawa melihat tingkah Jeri

__ADS_1


Ini bukanlah pertama kalinya Keyrani jatuh cinta. Jadi karena itu, Ia bisa dengan cepat menebak bahwa dirinya memang menyukai Dosennya Ray. Namun tentu saja, untuk lebih memperjelasnya lagi, Keyrani berniat untuk bertemu dengan Ray dan melihat reaksi dirinya kembali.


__ADS_2