Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Casino


__ADS_3

Berdasarkan informasi yang di dapatnya dari Sean, cukup mudah bagi Ray untuk melacak posisi Ibu Tirinya yang sudah berada di Negara  itu.


Dengan mengandalkan hubungan lamanya dengan seorang pemilik kasino, Ibu Tiri Ray mengorek banyak informasi tentang Sean yang sempat berhubungan dengan Keyrani.


Dia yang awalnya berfikir untuk mengendalikannya, tanpa sadar jika jalan yang diambilnya ini justru akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


1 bulan yang lalu.. Sean yang merasa terpukul karena cinta sepihak nya membuatnya menghabiskan waktunya di bar. Obsesinya pada Keyrani membuatnya mengencani semua wanita yang memiliki perawakan yang mirip dengan Keyrani.


Mengetahui perubahan sifat anaknya, Orang tua Sean tentunya tidak tinggal diam dan berusaha mencari solusi untuk masalah anaknya yang patah hati.


Untuk itu, orang tua Sean memutuskan mengenalkannya pada salah satu anak dari kolega bisnisnya. Semuanya berjalan lancar dan Sean perlahan berubah dan berusaha membuka hatinya untuk wanita tersebut.


Namun diluar dugaan, disaat dirinya berusaha membuka hatinya, Ibu Tiri Ray justru masuk dalam hidupnya dan mengancamnya akan menyakiti Keyrani. Hal ini membuatnya marah dan kesal, hingga ia dengan nekat menerima tawarannya dan menculik Keyrani dengan dalih berusaha melindunginya.


...***...


...T...


anpa membuang-buang waktunya, Ray yang sudah mengetahui semua cerita lengkapnya segera mengerahkan semua bawahannya menuju ke tempat Ibu Tirinya berada berdasarkan informasi yang didapatnya dari Sean.


Ray tiba di sebuah kafe yang terlihat sederhana namun tidak sesederhana itu. Terdapat dua macam pelanggan yang datang ke kafe tersebut. Pelanggan yang hanya datang ke kafe untuk menghabiskan waktunya dan beberapa di antaranya tertarik dengan kasino yang berada di lantai bawah kafe tersebut.


Dan Ray masuk dalam kategori kedua, dengan bantuan Sean dia bisa masuk ke dalam kasino hanya dengan memperlihatkan kartu VIP miliknya, yang merupakan syarat masuk ke dalam kasino.


"Jangan bertindak gegabah dan tunggu aba-aba  dari aku" Pinta Ray tegas pada bawahannya


"Baik Tuan" Balas bawahan tersebut dengan kepala menunduk


Setelah semua bawahannya ditempatkan di beberapa posisi, Ray dan Jhon segera masuk ke dalam kasino.

__ADS_1


"Ayo bermain sebentar, aku sudah lama tidak memainkan ini" Ujar Ray dengan seringai nya kemudian duduk di sebuah kursi berwarna merah berniat untuk bermain poker


Seorang perempuan yang sejak tadi melempar tatapan menggodanya perlahan membagikan kartu yang merupakan tugasnya sebagai seorang dealer. Sementara penantang termasuk Ray, juga menyerahkan sejumlah chip sebagai taruhannya.


Beberapa menit berlalu, namun tidak ada tanda-tanda khawatir dari raut wajah Ray yang sejak tadi hanya memasang wajah datar dan dinginnya dengan diselilingi seringai meremehkannya.


Berbeda dengan pihak lain yang kini mulai memperlihatkan raut wajah gelisah karena dengan berani mengambil taruhan All In. Karena terlalu awal meremehkan kemampuan Ray yang baru saja di jumpai nya.


Setelah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak, sang dealer lantas membuka kartu kelima yang merupakan kartu penentu pemenang dan berakhirnya permainan ini.


"Straight untuk Ray dan Three Of A Kind untuk Jihoon. Pemenangnya adalah Ray" Tutur dealer tersebut membuat Jihoon menatap kesal ke arah Ray yang kini memperlihatkan seringai nya


Bahkan setelah sekian lama, kemampuan prediksi Ray yang begitu tinggi dan tidak melesat. Jhon yang sejak dulu mengikutinya, masih tetap merasa kagum karena kemampuan nya itu.


Tak ingin merusak harga dirinya, Jihoon memilih pergi meninggalkan tempat itu setelah kalah karena taruhan All In yang dibuatnya tadi membuat semua hasil yang baru saja di dapatkannya malam ini habis hanya dalam satu kali permainan dengan seseorang yang baru saja dijumpainya malam ini.


Kemenangannya malam ini tentunya tak membuat Ray puas sama sekali, karena tujuan utamanya malam ini adalah membalas dendam pada ibu tirinya.


"Tunggu hingga ia keluar, aku tidak ingin membuat kekacauan di tempat ini" Ujar Ray tidak ingin menarik perhatian dan memilih mengawasinya untuk sementara waktu hingga ia keluar dari kasino ini


"Biarkan dia menikmati sisa nafas terakhirnya itu.. " Sambung Ray penuh niat membunuh


Spertinya Tuhan benar-benar berpihak kepadanya. Tak lama setelah Ray mengucapkan hal itu, Ibu Tiri Ray benar-benar keluar dari kasino. Membuat Ray bisa dengan cepat melancarkan serangannya.


"Dia keluar. Lakukan dengan cepat dan hati-hati. Jangan sampai menimbulkan kekacauan" Perintah Jhon kepada bawahan lainnya yang sudah bersiap diluar


Sementara Ray meneguk habis bir di gelasnya, sebelum akhirnya bangkit keluar dari kasino dengan seringai di wajahnya.


...***...

__ADS_1


Di sisi lain, Ibu Tiri Ray yang baru saja keluar dari kasino sontak kaget saat seseorang tiba-tiba membekap dirinya dari arah belakang tepat saat ia berniat masuk ke dalam mobilnya.


"Emghhhh... A..pa ya...bgh kali.ahn laku..khan.. " Ujarnya mencoba memberontak namun percuma saja karena sapu tangan tersebut mengandung obat bius yang cukup kuat


Semuanya berjalan lancar sesuai keinginan Ray. Meski tanpa arahan dari Ray, bawahannya dengan cepat bertindak dan membawa Ibu Tirinya ke sebuah tempat yang sudah dipersiapkan oleh Ray.


Sementara itu, Ray bersama dengan Jhon mengubah arah mobilnya setelah menyadari beberapa orang yang sedari tadi mengikuti keduanya dari sejak meninggalkan kafe.


"Tuan didalam saja, biar aku yang membereskan mereka" Ujar Jhon segera turun dari mobil. Meski tidak sebanding dengan Ray, namun kekuatan Jhon tak bisa diremehkan begitu saja.


"Kalau aku tidak salah tebak, kalian pasti suruhan dari orang yang tidak bisa menerima kekalahan itu" Ujar Jhon menebak


"Percuma saja kamu mengetahuinya, karena mulai hari ini hidupmu berada di tanganku" Ketus pria tersebut dengan tangan naik berniat memukul Jhon


Namun dengan cepat, Jhon menangkis serangan tersebut dan dalam sekejap membuatnya berlutut di depannya.


"Lain kali, jika kalian menerima perintah seperti ini. Utamakan mencari tahu siapa lawan kalian" Ujar Jhon memperingati dengan tangan menarik rambut pria tersebut membuatnya menatap wajahnya dari bawah


Sementara dua orang lainnya yang berniat maju menolong pria tersebut, tertegun kaget saat Jhon tiba-tiba menatap keduanya dengan sorot mata membunuh.


"Apa yang kalian berdua lakukan?" Teriak pria tersebut melihat kedua rekannya yang ragu untuk melawan


Meski masih ragu, keduanya memilih maju dan menyerang Jhon bersamaan.


"Dasar tidak tahu diri" Umpat Jhon menghenpaskan kepala pria tersebut dan menendang salah satunya sementara yang lainnya ditahannya dengan satu tangannya


Sebuah pukulan dengan cepat dilancarkannya membuat pria itu terlempar ke tanah.


"Sudah cukup. Tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mereka" Sela Ray membuka kaca jendela mobil

__ADS_1


"Baik tuan" Balas Jhon menoleh "Anggap saja kalian beruntung hari ini" Ujar Jhon tajam menatao ketiganya tajam kemudian dengan cepat masuk ke dalam mobil


Sementara ketiga pria itu, dengan geram menendang ban mobilnya karena ternyata telah salah mencari gara-gara.


__ADS_2