
Keesokan paginya, Ray kembali ke kamar Keyrani untuk memeriksa apakah ia sudah bangun atau tidak.
Ray membuka pintu kamar Keyrani, namun tidak mendapati Keyrani. Ia kemudian masuk dan memeriksa di kamar mandi, namun ternyata kosong. Keyrani tidak ada di kamar.
Ray kemudian turun ke bawah, jika saja Keyrani sudah berada di meja makan.
"Bii.. Liat Keyrani?" Tanya Ray pada Bi Lastri yang kebetulan ada di dapur
"Tidak Tuan. Sejak tadi Non Keyrani belum turun juga" Jawab Bi Lastri
"Bibi yakin?" Tanya Ray memastikan kembali
"Iya Tuan" Jawab Bi Lastri yakin
"Kalau Rian bi?"
"Oh, kalau Den Rian tadi turun sebentar ambil minum setelah itu balik ke atas lagi" Jawab Bi Lastri kembali
Ray memiringkan kepalanya bingung, karena ia sudah mencari Keyrani di atas kamarnya. Dengan sigap, Ray kembali naik ke atas untuk bertanya pada Rian jika saja ia mengetahuinya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ray mengetuk pintu kamar Rian setibanya di lantai atas "Rian.. " Panggil nya kemudian
Tak berselang lama, pintu kamar terbuka dari arah dalam memperlihatkan Rian masih dengan wajah kantuk nya "Ada apa?" Tanya Rian mengucek matanya
"Kamu lihat Keyrani?" Tanya langsung
"Key? Di kamar mungkin" Jawab Rian menebak
Mendengar jawaban Rian, sontak Ray berbalik dan berjalan menuju ke kamar Keyrani untuk mengeceknya sekali lagi.
Setibanya di kamar, Ray langsung membuka lemari Keyrani dan Deg.. Seketika Ray tersentak kaget saat tahu bahwa beberapa pakaian Keyrani tidak ada di lemari beserta dengan kopernya.
"Kenapa Kak?" Tanya Rian menghampiri Ray dan ikut melihat ke arah lemari Keyrani yang terlihat kosong sebagian
Sama seperti Ray, Rian ikut tersentak kaget tidak percaya. Keyrani memang memberitahunya bahwa ia akan pergi, tapi ia tidak menyangka jika Keyrani akan pergi malam itu juga.
Dengan raut wajah cemas, Ray segera berjalan ke kamarnya. Meraih ponselnya pada meja, berniat menghubungi Keyrani.
Ray menggaruk gusar kepalanya. Berulang kali ia menghubungi Keyrani, namun ponsel Keyrani justru mati. Membuat Ray semakin gusar dan bingung harus bagaimana. Ia kemudian mengganti panggilannya dan menghubungi Jhon.
"Lacak keberadaan Keyrani sekarang" Perintah Ray to the point sesaat setelah Jhon mengangkat panggilannya
__ADS_1
"Baik Tuan" Balas Jhon sebelum Ray memutus panggilan teleponnya
Setelah menghubungi Jhon, Ray kembali mencoba menghubungi Keyrani dengan mengirim beberapa pesan dan menelponnya berulang kali. Namun percuma saja, masih dengan jawaban yang sama ponsel Keyrani mati.
Sementara itu, Rian kembali ke kamarnya dan segera bersiap untuk pergi ke kampus. Jika saja Keyrani datang ke kampus terlebih dahulu.
...***...
Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi saat Rian tiba di kampus. Dengan langkah di percepat, ia segera berjalan menuju ke kelas Keyrani.
"Siapa yang kamu cari?" Tanya salah seorang mahasiswa yang tanpa sengaja bertemu dengan Rian saat tiba di kelas Keyrani
"Aku mencari Keyrani" Jawab Rian masih mengedarkan pandangannya
"Bukannya dia cuti" Sahut mahasiswa tersebut yang tak lain adalah ketua kelas Keyrani
"Cuti?" Tanya Rian menautkan alisnya
"Iya. Bukan cuma Keyrani yang cuti, tapi Rani juga. Keduanya mengambil cuti bersamaan" Ujar Ketua Kelas tersebut dengan yakin
Rian menghela nafasnya panjang, sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan kelas Keyrani dan menuju ke kantin.
Rian duduk di kantin memperhatikan ponselnya. Setelah mengetahui kepergian Keyrani, Rian menghubungi Keyrani beberapa kali namun karena tidak ada jawaban. Rian menghubungi Jeri, jika saja Keyrani mengunjunginya, namun sayangnya ponsel Jeri juga tidak bisa dihubungi.
"Katakan ada apa kamu mencariku? " Tanya Aaron yang baru saja tiba dan duduk di depan Rian
"Kamu belum mandi?" Tanya Rian memperhatikan penampilan Aaron yang menggunakan hoodie dan masker
"Belum. Aku bahkan belum bangun saat kamu menelpon ku" Ujar Aaron berterus terang
"Keyrani pergi dan sepertinya Rani dan Lisa ikut dengannya" Ujar Rian kemudian
"Pergi? Tunggu, Lisa?" Bingung Aaron
"Iya. Tadi aku ke kelasnya dan Keyrani maupun Rani mengambil cuti. Jika tebakanku benar, Lisa ikut dengannya juga" Ujar Rian menjelaskan
Dengan cepat, Aaron merogoh ponsel di sakunya berniat menghubungi Lisa.
"Aku sudah menghubungi Ketiganya tapi tidak ada satu pun yang mengangkatnya. Ponsel mereka mati" Ujar Rian sudah tidak tahu harus bagaimana
Mendengar hal tersebut, Aaron mematikan ponselnya setelah sekali menghubungi Lisa.
"Jadi bagaimana?" Tanya Aaron meminta solusi
__ADS_1
"Biarkan saja untuk saat ini, mereka pasti akan pulang dengan sendirinya" Ujar Rian pasrah dan mengikuti permintaan Keyrani kemarin untuk tidak mencarinya
Pikiran Aaron diikuti berbagai pertanyaan dan prasangka "Apa ini karena ciuman itu? Apa karena aku menghindarinya?" Batin Aaron menggaruk gusar kepalanya
"Kamu kenapa?" Tanya Rian heran melihat tingkah Aaron yang tidak seperti biasa
"Tidak apa-apa" Jawab Aaron
"Jujur sama aku, kamu ada masalah kan sama Lisa" Ujar Rian menebak masalahnya karena beberapa hari terakhir kedua nya saling menghindari
Aaron menatap Rian ragu sebelum akhirnya mengatakan yang sebenarnya "Aku menciumnya" Ujar Aaron yang sontak membuat Rian kaget
"Hah?"
"Aku benar-benar bingung saat itu, makanya selama beberapa hari ini aku selalu menghindarinya" Tutur Aaron
"Sebaiknya kamu bicarakan dengannya, tidak mungkin bagi kalian untuk terus menghindar seperti ini" Ujar Rian memberi saran kepada Aaron
"Aku tahu itu" Balas Aaron mengerti sebelum akhirnya bangkit dan beranjak pergi meninggalkan Rian
...***...
Di sisi lain, Keyrani, Lisa dan Rani kini berada di bandara dengan masing-masing koper yang dimilikinya.
"Ini beneran ponsel kita di nonaktifkan?" Tanya Rani sedikit ragu
"Iya. Bukannya kita sudah setuju, selama di perjalanan ini kita tidak akan menyalakan ponsel kita atau menghubungi siapa pun" Ujar Keyrani yang pertama kali mengusulkan
Hal itu karena ia tidak ingin jika Ray melacak keberadaannya, untuk itu Keyrani sudah mematikan ponselnya dari sejak ia melangkah keluar dari rumah Ray.
"Itu benar, karena tujuan dari perjalanan ini untuk melepas beban pikiran kita. Jadi kamu hanya perlu menikmatinya saja, tanpa mengingat masalah-masalah kita" Imbuh Lisa setuju dengan perkataan Keyrani
"Baiklah" Ujar Rani pasrah dan mengikuti keduanya
Tepat setelah percakapan tadi, ketiganya kemudian bangkit dari duduknya sembari menarik koper masing-masing untuk segera berangkat ke negara tujuan.
Setelah 3 jam perjalanan, ketiganya pada akhirnya tiba di Negara K. Lisa merenggangkan tangannya keatas, berusaha meluruskan punggungnya. Sembari menunggu taxi yang sudah di pesan Keyrani.
Tak berselang lama kemudian taxi ketiganya tiba, dengan bantuan supir taxi ketiganya memasukkan koper ke bagasi. Setelah itu ketiganya masuk ke dalam mobil diikuti supir taxi.
"Crown Hotel?" Tanya supir taxi tersebut kembali mengkonfirmasi tujuan ketiganya
"Yes Sir" Jawab Keyrani berbahasa Inggris
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban Keyrani, supir taxi itu segera melajukan mobilnya menuju ke Crown hotel. Yang mana Keyrani juga sudah memesan kamar untuk ketiganya menginap selama berada di negara asing itu.