
Sekitar pukul 4 sore Keyrani dan Ray meninggalkan hotel dan menuju ke suatu tempat.
"Kamu membawaku kemana?" Tanya Keyrani penasaran karena Ray hanya mengajaknya keluar tanpa memberitahu tujuannya
"Terakhir kali, kamu tidak pergi ke Namsan Tower karena aku. Untuk itu sebelum pulang, ayo kesana. Aku tahu kamu sangat ingin kesana" Jawab Ray kemudian
Karena ulahnya kemarin, Keyrani tidak bisa ikut bersama dengan Sean, Rani dan Lisa ke Namsan Tower dan malah menghabiskan waktu bersama dengannya di biang lala selama hampir beberapa jam tanpa melakukan apapun selain duduk.
Untuk itu, sebelum keduanya pulang. Ray berniat mengajak Keyrani ke Namsan Tower sekaligus untuk menghiburnya.
"Terima kasih... " Ujar Keyrani terharu sembari merangkul lengan Ray sembari menyandarkan kepalanya
Ray hanya tersenyum kemudian kembali fokus mengemudikan mobilnya.
...***...
Beberapa saat kemudian, mobil Ray berhenti di salah satu parkiran yang ada di sana. Keduanya kemudian turun kemudian berjalan masuk ke dalam dengan Keyrani masih menggandeng tangan Ray sama seperti pasangan-pasangan yang ada di sekitar mereka yang juga saling bergandengan tangan dengan pasangan masing-masing.
"Mau makan dulu?" Tanya Ray setelah melihat ke arah jamnya yang masih menunjukkan pukul 5 sore
"Baiklah" Ujar Keyrani setuju karena pemandangan di Namsan Tower terlihat lebih indah saat malam hari ketimbang siang hari
Setelah Keyrani menyetujuinya, Ray mengedarkan pandangannya mencari kafe terdekat. Hingga kemudian, pandangannya terhenti pada sebuah kafe yang tak jauh dari tempatnya berada.
"Ayo kesana" Ajak Ray menuntun Keyrani menuju ke kafe yang berada di seberang jalan
Ting..
Lonceng berbunyi tepat saat keduanya membuka pintu kafe yang kemudian disambut senyuman oleh pelayan yang ada di kafe tersebut.
Keyrani kemudian duduk di salah satu kursi yang kosong, sementara Ray pergi memesan makanan dan minuman untuk keduanya.
"Apa yang kamu lalukan?" Tanya Ray saat berbalik dan mendapati Keyrani tengah memotret nya diam-diam
"Mengabadikan moment" Ujar Keyrani memilah-milah foto yang jepretannya
Karena penasaran Ray mendekat ke arah Keyrani berniat untuk melihatnya, namun dengan cepat Keyrani menutupnya karena tidak ingin jika Ray melihatnya.
__ADS_1
"Maaf yah, ini khusus untuk aku. Jadi yang bisa melihatnya hanya aku seorang" Ujar Keyrani tidak ingin berbagi
"Aku punya hak, karena itu foto aku" Balas Ray masih berniat melihatnya
"Tidak.. Kamu tidak punya hak. Jadi sekarang kembali ke kursimu" Ujar Keyrani kekeh tidak ingin membaginya
Dengan wajah berenggut, Ray duduk kursi depan Keyrani. Diiringi datangnya salah seorang pelayan yang membawa pesanan keduanya.
"Dasar pelit" Gerutu yang hanya disambut tawa kecil oleh Keyrani sebelum akhirnya keduanya fokus pada makanan masing-masing
...***...
Selama hampir 1 jam keduanya berada di kafe sebelum akhirnya memutuskan pergi saat matahari mulai terbenam dan hari mulai gelap.
Seperti halnya Lisa dan Rani yang memasang gembok terakhir kali, Ray dan Keyrani juga ikut memasang gembok mereka disana. Karena hal ini merupakan tujuan utama Keyrani ingin ke Namsan Tower.
"Pasang disini" Ujar Keyrani memilih tempat untuk menggantung gembok keduanya
Dengan raut wajah antusias Keyrani memasang gemboknya, diikuti Ray yang juga mengaitkak gemboknya pada gembok Keyrani.
"Apa yang kamu tulis disana?" Tanya Keyrani penasaran dengan isi tulisan pada gembok Ray
"Hmm.. Dasar pelit" Imbuh Keyrani memalingkan wajahnya dari Ray
"Sebenarnya siapa yang pelit.. Hmm.." Gerutu Ray mengalungkan tangannya di leher Keyrani dengan tangan kiri naik mencubit hidung Keyrani
"Jadi sekarang main balas-balasan gitu.. " Ujar Keyrani sengau dan mengungkit masalah di kafe saat dirinya tidak memperlihatkannya pada Ray
Ray hanya tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Keyrani dan berbisik disana "Aku berharap agar Keyrani bisa bersama denganku hingga tua nanti" Bisik Ray tepat di telinga Keyrani
Keyrani yang mendengarnya sontak memerah karena malu. Meski dirinya juga menulis hal yang sama, tapi tetap saja ia merasa begitu terharu.
Setelah membisikkan hal tersebut, Keyrani sontak memeluk Ray dan mengecup pelan bibir Ray sebagai tanda rasa sayangnya pada kekasihnya itu.
Ray tersenyum kemudian balik memegang tengkuk Keyrani dan menciumnya kembali. Keduanya sama-sama larut dalam dunia masing-masing tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekitar yang juga sibuk dengan pasangan masing-masing.
...***...
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kemudian terbuka dari dalam, memperlihatkan Rian dengan raut wajah datarnya.
Alisnya sontak bertaut dengan dahi mengkerut, tepat saat ia membuka pintu kamar dan mendapati Alana berdiri di depan pintu kamarnya.
"Maaf, sepertinya aku mengganggumu. Tidak ada siapapun di rumah ini selain kamu, jadi aku ingin meminta bantuanmu jika kamu berkenan" Ujar Alana terbata-bata karena sedikit segan dengan Rian yang selalu memasang wajah tembok di depannya
"Apa?" Tanya Rian dengan suara beratnya karena ia baru saja terbangun saat pintu kamarnya diketuk dari luar
"Lampu di kamarku mati, jadi aku ingin meminta bantuanmu untuk membantuku menggantinya" Ujar Alana pelan
Rian menatapnya sejenak, hingga kemudian ia tiba-tiba menutup pintu kamarnya.
Alana menghela nafasnta tepat setelah Rian menutup pintu kamarnya "Dasar dingin" Gerutu Alana sembari berjalan kembali ke kamarnya
"Bagaimana ini, aku tidak mungkin seperti ini sepanjang malam" Keluh Alana saat tiba di kamarnya yang hanya di terangi oleh lampu hpnya saja
Hingga kemudian, Rian tiba-tiba masuk ke dalam kamar menghampiri Alana dengan sebuah lampu di tangannya. Membuatnya sedikit kaget karena datang secara tiba-tiba.
"Hahhh... " Alana menghela nafasnya pelan sembari mengusap dadanya karena kaget
Rian masih dengan raut wajah datarnya, kemudian mengambil salah satu kursi untuk dinaikinya memasang lampu tersebut.
"Pegang sebentar" Pinta Rian menyerahkan lampu itu pada Alana kemudian beralih melepas lampu yang terpasang
Dengan cepat, Alana segera meraih lampu tersebut sebelum Rian merasa kesal. Alana hanya diam memperhatikan Rian dan mengikuti jika saja ia masih memiliki permintaan.
Tak butuh waktu lama, Rian telah selesai memasang lampu Alana. Ia kemudian mengembalikan kursinya ke tempat semula kemudian menekan tombol on off untuk menyalakan lampunya.
"Terima kasih.. " Ujar Alana terpotong karena Rian langsung beranjak pergi meninggalkan kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pada Alana
"Padahal aku hanya ingin berterima kasih, tapi dia sudah pergi begitu saja" Gerutu Alana
"Apa dia akan terus memasang wajah seperti itu padaku? Mengapa aku melihat wajah yang berbeda saat ia bersama Keyrani" Lanjut Alana masih dengan semua gerutuannya mengenai Rian hingga ia ikut mempraktikkan wajah datar yang selalu di tunjukkan Rian padanya
"Haahhhh... " Alana merebahkan tubuhnya di kasur sembari meraih ponselnya untuk mengecek jika saja Ray mengiriminya pesan
__ADS_1
Namun sama seperti sebelumnya, Ray tidak pernah mengiriminya pesan jika bukan hal penting. Ada pun jika iya, itu karena Alana yang menghubunginya terlebih dahulu.