Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Kembali Ke Kampus


__ADS_3

Setelah hampir 3 bulan menjalani proses pengobatan dan pemulihan, Keyrani akhirnya bisa kembali berjalan secara normal seperti dirinya yang dulu. Bahkan dirinya sudah bisa berlari meski tidak secepat yang dulu.


Keyrani memutuskan kembali kuliah, setelah cuti yang diambilnya. Karena setelah kepulangannya, Keyrani tidak pernah memberitahu siapapun termasuk Lisa.


Mungkin kedatangannya akan menjadi kejutan bagi kelima sahabatnya itu. Khususnya setelah mereka mendengar kabar akan kecelakaan nya.


"Entah bagaimana kabar Rian dan Aaron sekarang" Gumam Keyrani merapikan rambutnya di depan cermin sembari mengingat kedua sahabatnya yang dulu bertengkar karena dirinya


"Sudah selesai?" Tanya Ray tiba-tiba membuka pintu kamar menampakkan dirinya yang sudah siap dengan setelan kemeja hitam dan dasi abu-abunya


Seperti halnya dengan Keyrani yang kembali ke kampus, Ray juga memutuskan kembali ke kampus sebagai dosen. Karena sedari awal, dirinya memang hanya mengajukan cuti bukan berhenti. Mempertimbangkan Keyrani yang jika sewaktu-waktu kembali pasti berniat untuk melanjutkan kuliahnya.


"Iya. Ayo berangkat sekarang" Ajak Keyrani sudah tidak sabar karena dirinya begitu merindukan kehidupan kampusnya terutama sahabat-sahabatnya


"Mengapa begitu terburu-buru, kita belum sarapan" Ujar Ray menjentik jidat Keyrani pelan


Keyrani menghela nafasnya singkat "Baiklah. Ayo buruan" Timpal Keyrani mendorong tubuh Ray keluar dari kamar


Keduanya kemudian tiba di meja makan, dengan terburu-buru Keyrani memakan makanannya.


"Hati-hati Key, nanti tersedak.. " Ujar Ray memperingati namun segera terhenti karena..


"Uhukk.. Uhukk... " Baru saja Ray mengatakannya, Keyrani sudah tersedak


Dengan cepat, Ray meraih air minum dan menyodorkannya pada Keyrani "Bukankah sudah kukatakan. Pelan-pelan.." Omel Ray sembari memberi penekanan pada kata pelan-pelan


Keyrani hanya cengengesan memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.


"Dasar... " Ujar Ray berenggut dan kembali memakan sarapannya begitu pun dengan Keyrani yang kini makan secara perlahan


Beberapa saat kemudian, keduanya telah selesai dan segera keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil.


...***...


Jam menunjukkan pukul 09 pagi saat keduanya tiba di kampus. Keyrani yang saat itu terburu-buru ingin keluar dari mobil segera di cegah oleh Ray yang kini memegang tangannya.


"Mengapa kamu begitu terburu-buru, apa mereka sepenting itu hingga kamu mengabaikanku?" Keluh Ray yang seolah dilupakan oleh Keyrani sejak pagi tadi

__ADS_1


Keyrani tertawa kecil melihat tingkah Ray yang merajuk kemudian maju dan mengecup pelan pipi kiri Ray "Berhenti merajuk seperti itu, kita bahkan bersama setiap hari di rumah" Tutur Keyrani tersenyum kemudian kembali berniat keluar dari mobil


Namun sekali lagi Ray menarik tangannya "Mana bisa cukup seperti itu" Ujar Ray menyatukan bibir keduanya dan ******* nya sebentar


"Ngghh.. " Keyrani mendorong tubuh Ray dan melepas ciuman keduanya "Sudah cukup, aku harus pergi sekarang" Ujarnya kemudian segera berlari keluar dari mobil sebelum Ray menghentikannya lagi


Sementara Ray hanya bisa berenggut kesal, karena dirinya masih belum puas mendapatkan apa yang diinginkannya.


...***...


Keyrani berjalan dengan santai, memperhatikan linkungan kampus yang sudah hampir 3 bulan ini tidak dilihatnya. Menghirup dalam-dalam udara segar kampus yang begitu dirindukan nya.


"Akhirnya aku bisa kembali kesini lagi.." Tutur Keyrani girang yang kini berjalan ke arah kantin


Setibanya di kantin, Keyrani segera memesan satu mangkuk bakso dan juga es teh. Seperti yang biasa di makannya.


Setelah pesanannya selesai, Keyrani kemudian duduk di meja yang biasa ia gunakan bersama teman-temannya.


Suasana kantin masih terlihat sepi, mengingat saat ini merupakan jam kuliah dan mahasiswa yang lain masih berada didalam kelas.


Keyrani memutuskan menunggu kelimanya di kantin, karena dirinya masih belum memberitahu kelimanya akan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Key?" Ujar Dafa kaget saat melihat Keyrani yang kini memperlihatkan senyumnya


"Key..." Ulang Dafa sembari memeluk Keyrani seolah tidak percaya akan penglihatannya


Sementara Rian dan Aaron yang baru saja tiba, heran dengan sikap Dafa yang kini memeluk seorang gadis sembari menangis.


"Ada apa?" Tanya Aaron saat mendekat dan..


Prang...


Makanan yang dibawahnya terjatuh di lantai begitu pun dengan Rian sangking terkejutnya melihat Keyrani yang datang tiba-tiba.


"Key.. Ini kamu kan? Ini bukan mimpi kan?" Tanya Aaron menggoyang tubuh Keyrani karena ragu dengan penglihatannya


"Aku tidak salah lihat kan?" Tanyanya kepada Dafa yang kini terisak sementara Rian yang masih tertegun kaget karena gadis yang dicarinya selama ini tiba-tiba ada di hadapannya

__ADS_1


"Ini Aku" Jawab Keyrani ikut terisak karena merasa terharu sembari menganggukkan kepalanya


"Kamu kembali... Maafkan akuu.. " Ujar Aaron kembali ingin memeluk Keyrani namun segera tertahan karena kini Rian maju dan memeluk erat Keyrani


"Kamu kembali" Gumam Rian yang mungkin hanya bisa didengar oleh Keyrani


"Iya. Aku disini" Jawab Keyrani mengusap punggung Keyrani


Sementara Aaron yang merasa tidak terima, segera memeluk keduanya.


"Ini kalian pasti modus kan? Mau peluk Keyrani" Tutur Dafa yang sedari tadi memperhatikan ketiganya


"Apaan sih, iri bilang" Timpal Aaron tidak perduli


Hingga kemudian, Lisa dan juga Rani menghampiri ketiganya dan heran melihat Rian maupun Aaron berpelukan sambil terisak.


"Ini kenapa berpelukan begini?" Tanya Lisa heran


"Key.. " Jawab Dafa menunjuk ke arah gadis yang dipeluk Rian dan juga Aaron


"Hah..?" Lisa tertegun kaget. Tubuhnya seketika bergetar saat mendengar kata Keyrani dari mulut sahabatnya itu begitu pun dengan Rani yang kini menutup mulutnya seolah tidak percaya


Sementara Keyrani yang mendengar kedatangan keduanya, memperlihatkan wajahnya yang sedari tadi terhalang karena ulah dari Rian dan Aaron yang tidak mau melepas pelukannya.


Dengan cepat, Lisa bergabung bersama keduanya memeluk Keyrani meski sudah bukan Keyrani karena terhalang oleh keduanya. Hingga sepersekian detik kemudian, Rani juga ikut bergabung bersama ketiganya.


"Ini kenapa jadi edisi pelukan sih.. " Heran Dafa kemudian ikut memeluk membuat beberapa mahasiswa yang ada di kantin ikut merasa heran karena kelakuan mereka


Keyrani yang sudah kehabisan nafas mencoba melepaskan diri dan mendorong kelimanya..


"Kalian ingin membunuhku? Aku ini P-a-s-i-e-n " Tutur Keyrani sebel dengan memberikan penekanan pada kata Pasien membuat kelimanya sontak melepas pelukan mereka


"Haaahhhh" Keyrani membuang nafasnya sembari memegang dadanya karena merasa sesak


"Kamu nggak papa?" Tanya Rian karena merasa khawatir


"Aku tidak papa" Jawab Keyrani kembali membetulkan posisinya begitu pun dengan kelimanya yang kini segera duduk di kursi

__ADS_1


"Biarkan aku menghabiskan makanan ku dulu" Ujar Keyrani kembali memakan baksonya yang tadi tertunda karena kedatangan mereka yang kini memasang wajah penasaran akan apa yang terjadi kepadanya


__ADS_2