Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Bermain Basket


__ADS_3

Keyrani menyandarkan punggungnya di kursi sembari memegang perutnya yang kenyang. Sementara Ray merapikan piring mereka.


"Aku selalu penasaran tentang satu hal tentangmu" Ujar Keyrani melihat ke arah Ray yang kini mencuci piring


"Apa?" Tanya Ray penasaran


"Mengapa kamu memilih menjadi dosen? Setahuku kamu merupakan lulusan terbaik, kamu bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan lebih menguntungkan ketimbang menjadi dosen"


"Kamu benar. Hanya saja dengan menjadi dosen bisa membuatku dekat dengan seseorang yang penting dihidupku" Jawab Ray sedikit melankolis


"Entah siapa yang begitu beruntung mendapatkan perhatianmu" Ujar Keyrani sedikit iri


"Itu kamu" Batin Ray


"Dan lagi, dosen bukan satu-satunya pekerjaanku" Sambung Ray


"Aku sadar sejak Stella mengatakan ayahnya bertemu denganmu di perusahaan kamu. H&J Group merupakan salah satu perusahaan ternama di kota X dan direkturnya datang langsung ke perusahaan mu. Hanya dengan ini, aku bisa menebak bahwa perusahaan kamu setara atau mungkin jauh lebih besar ketimbang H&J Group"


"Tebakanmu benar. Selain menjadi dosen, aku merupakan pemilik perusahaan JJ Group"


"JJ Group?" Ujar Keyrani kaget membuatnya berdiri dari duduknya


"Kenapa?" Tanya Ray menghampiri Keyrani setelah melap semua piring


"Mulai sekarang apapun yang kamu minta aku turutin deh. Bahkan jika kamu memintaku menikah denganmu" Ujar Keyrani antusias dengan mata berbinar-binar. Karena ternyata dosen yang saat ini merupakan temannya adalah pemilik dari salah satu perusahaan terbesar di Negara itu.


Ray menyentil kening Keyrani tak tahan dengan sikapnya "Aku tidak suka cewek bawel"  Ujar Ray meski pikiran dan hati tak sejalan kemudian berjalan ke lantai atas meninggalkan Keyrani


Keyrani mengusap keningnya sembari menghela nafasnya panjang melihat reaksi Ray yang menyebalkan kemudian berjalan mengejar Ray "Dasar menyebalkan" Gerutu Keyrani


Ray hanya tertawa kecil mendengar ocehan Keyrani, tanpa berniat untuk menyelanya. 


Keduanya masuk ke dalam kamar masing-masing saat tiba di lantai dua, dimana Keyrani sama sekali tidak menoleh ke arah Ray yang menyebalkan.


Keyrani masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya di kasur. Menatap langit-langit kamarnya. Hingga kemudian tanpa sadar tertidur.

__ADS_1


Sementara Ray yang berada di kamar sebelah, tengah duduk di meja kerjanya. Memainkan tangannya di atas keyboard  menyusun materi-materi kuliahnya. Karena meskipun ia pemilik perusahaan J&J Group, sejak Ia memutuskan menjadi dosen. Semua urusan perusahaan diurus oleh Jhon meskipun sesekali akan dialihkan kepadanya jika ada yang penting.


...***...


Keesokan paginya, tepat pukul 7 pagi Keyrani terbangun dari tidurnya. Ia pun bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi.


Setelah selesai, Keyrani keluar dari kamar kemudian mengetuk pintu kamar Ray.


"Tuan, tidak ada Non" Ujar salah satu pembantu menghampiri Keyrani


"Kemana Bi?"


"Biasanya kalau pagi begini, Tuan ada di belakang rumah sedang jogging"


"Kalau mau kesana lewat mana Bi?" Tanya Keyrani karena masih bingung dengan rumah Ray yang begitu besar


"Lewat dapur Non, disana ada pintu yang langsung menuju ke taman belakang"


"Oke. Makasih bi" Ujar Keyrani kemudian turun ke bawah


Keyrani melangkah keluar menuju ke taman yang ada di sebelah lapangan basket dengan pandangan memencar mencari keberadaan Ray.


Karena tak kunjung mendapatinya, Keyrani masuk ke dalam lapangan basket. Memungut bola yang ada di lapangan. Kemudian mendribblenya beberapa kali dengan tangan berganti sebelum akhirnya Keyrani melompat dan melakukan shoot. Berhasil. Bola masuk dengan sempurna di ring.


Keyrani kembali mengambil bola dan mendribblenya lagi beberapa kali. Dan kembali melakukan shoot. Namun kali ini tanpa lompatan dan langsung melemparnya dari luar garis three point.


Prokk.. Prokk.. Prokk


Ray menghampiri Keyrani sembari bertepuk tangan setelah bola yang di lemparnya tadi kembali masuk dengan sempurna di ring basket.


"Ternyata kamu mahir bermain basket" Ujar Ray sembari mengambil bola tersebut dan memantulkannya beberapa kali


"Mau main?" Tanya Keyrani


"Oke" Ujar Ray setuju kemudian melempar bolanya ke arah Keyrani dan berhenti tepat di telapak tangan Keyrani

__ADS_1


Dengan sigap, Keyrani kembali mendribble bola basket. Berbeda dengan yang tadi, kali akan sulit baginya karena Ray kini menghadangnya berusaha merebut bola dari tangannya.


Meski begitu, Keyrani masih dengan lincah memantulkan bola bergantian depan belakang berusaha mengecoh perhatian Ray. Dengan langkah berani, Keyrani memantulkan bola ke belakang Ray dan dengan lincah melewati dan meraih kembali bola kemudian melakukan shoot sebelum Ray menghentikannya.


Bola berputar di atas ring karena ujung jari Ray yang sempat menyentuhnya tadi saat Keyrani melakukan shoot. Namun pada akhirnya bola tetap masuk ke ring basket.


Kali ini giliran Ray yang mendribble bola. Hampir mirip dengan Keyrani tadi, Ray juga memantulkan bola secara bergiliran dari kiri ke kanan. Kemudian dengan cepat berniat melewati Keyrani, namun tiba-tiba Ray memundurkan kembali tubuhnya dan melakukan shoot yang pastinya berhasil karena Keyrani terkecoh dengan tipuan Ray.


Setelah shoot yang dilakukan Ray, keduanya memutuskan untuk berhenti dan duduk di tengah lapangan basket.


"Mengapa kamu begitu hebat bermain basket? Aku akan percaya jika kamu mengatakan kamu anggota klub basket" Ujar Ray sembari menyeka keringatnya


"Aku memang anggota klub basket, tapi itu dulu waktu aku SMA. Semenjak kuliah aku sudah tidak pernah memainkannya lagi"


"Kamu lumayan hebat untuk seseorang yang sudah lama tidak bermain" Puji Ray


"Tentu saja. Aku ini mantan kapten tim basket putri" Ujar Keyrani sedikit menyombongkan diri


Ray menghela nafasnya panjang "Aku tidak menyangka akan ada hari dimana aku seri melawan seorang wanita dalam basket" Keluh Ray yang hanya disambut tawa oleh Keyrani yang kini memutar-mutar bola basket di jari telunjuknya


"Ayo bermain basket lebih sering" Ajak Keyrani antusias


"Oke" Jawab Ray menerima ajakan Keyrani "Bagaimana dengan hari minggu?" Ujar Ray mengusulkan waktu


"Tidak masalah, lagi pula aku tidak punya kegiatan di hari minggu" Ujar Keyrani sepakat dengan usulan Ray


"Rasanya aku melupakan identitas kamu sebagai dosen dan menganggapmu sebagai teman haha.." Ujar Keyrani bercanda mengingat hubungan keduanya yang tidak terlihat seperti dosen dan mahasiswa


"Meskipun aku dosen kamu, tapi jangan lupa umur aku hanya berbeda 3 tahun saja denganmu. Jadi tidak ada masalah jika kita berteman atau pun lebih" Ujar Ray dengan maksud tersembunyi dari kata-kata nya


"Lebih?" Gumam Keyrani tidak mengerti dan menatap ke arah Ray namun tidak digubris karena Ray dengan cepat menghentikan pembahasan


"Berhenti memikirkannya, sekarang ayo masuk biar aku mengantarmu pulang sebelum ayah kamu mencarimu" Sambung Ray mengingat kembali bahwa Keyrani harus pulang


Tanpa berlama-lama, Keduanya pun bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke rumah menuju ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri karena berkeringat setelah bermain basket.

__ADS_1


__ADS_2