
Selama perkuliahan berlangsung Keyrani tidak bisa fokus karena perutnya yang sakit. Ia pun segera mengacungkan tangan kirinya sebagai tanda meminta izin keluar kelas.
"Maaf Pak, perut saya sakit. Izin keluar kelas" Ujar Keyrani memegangi perutnya sembari menatap ke arah dosen yang saat ini berada di depan yang tak lain adalah Ray
"Silahkan" Balas Ray mengizinkan
Setelah mendapat persetujuan dari Ray, Keyrani segera bergegas keluar dari kelas menuju ke toilet sembari memegangi perutnya.
Keyrani berdiam di toilet. Wajahnya perlahan semakin pucat dan berkeringat sementara tangannya masih menekan perutnya yang terasa sakit.
"Sepertinya tidak ada yang salah dengan makananku tadi pagi" Gumam Keyrani mengingat kembali makanan yang dimakannya di kantin
Setelah beberapa saat, Keyrani mencoba keluar dari toilet dengan tangan kanan bersandar pada dinding toilet dan tangan kiri masih menekan perutnya yang sakit.
Hingga kemudian tubuh Keyrani jatuh tersungkur di lantai, pandangannya perlahan mengabu. Samar-samar Keyrani mendengar sebuah suara memanggil namanya sembari menggoyangkan dirinya. Hingga kemudian Keyrani pingsan tak sadarkan diri.
"Key.. " Panggil seseorang sembari menggoyankan tubuh Keyrani dengan panik
Namun karena tidak mendapat respon apapun dari Keyrani, Ia segera menarik tubuh Keyrani berusaha membuatnya berdiri agar bisa memudahkannya membawanya ke UKS.
Dengan susah payah, mahasiswa tersebut membawanya ke UKS. Karena tidak ada mahasiswa lain yang dijumpainya mengingat saat ini bukan jam istirahat. Ia segera berlari ko lemari obat mencari apapun yang bisa digunakannya. Hingga kemudian ia hanya berhasil membawa minyak kayu putih. Dan mengusapkannya pada kening Keyrani dan sesekali mendekatkan nya pada hidung Keyrani untuk memancing indra penciumannya.
"Bangun Key" Pinta mahasiswa tersebut yang tak lain adalah Lisa, yang dulu pernah sangat dekat dengan Keyrani. Tangannya naik mengusap-usap tangan Keyrani berusaha membuatnya tersadar
20 menit berlalu dan Keyrani masih belum sadarkan diri. Hingga tiba-tiba dari arah pintu UKS, datang seorang pria dengan wajah yang pucat karena khawatir.
"Apa yang terjadi?" Tanyanya segera menghampiri Keyrani dan meraih tangannya
"Pak Ray?" Bingung Lisa melihat dosen baru itu datang menjenguk Keyrani dengan wajah khawatirnya
"Apa yang terjadi dengannya?" Tanyanya kembali
"Aku tidak tahu. Tadi aku menemukannya di wc tidak sadarkan diri jadi aku membawanya ke UKS" Jawab Lisa sedikit gugup
"Key.... Bangun Key" Pinta Ray sembari menepuk beberapa kali wajah Keyrani pelan
"Apa ini? Mengapa dia sekhawatir itu" Batin Lisa penasaran melihat sikap Ray
"Sepertinya Bapak kenal dengan Keyrani. Bagaimana jika saya pergi saja?" Tanya Lisa sedikit memahami keadaan disana
__ADS_1
"Iya. Saya yang akan menjaganya" Tutur sembari menggenggam tangan Keyrani erat
Sementara Lisa yang mendapat persetujuan dari Ray memilih keluar dari UKS. Dirinya yakin ada hubungan di antara keduanya hanya dengan melihat ekspresi khawatir Dosen baru itu. Dosen dingin dan kaku yang sering dibicarakan mahasiswa lainnya.
Tak berselang lama setelah kepergian Lisa dari ruangan, kesadaran Keyrani perlahan kembali.
"Hngg.. " Keyrani perlahan membuka matanya dengan kening di kerutkan
"Key.. Kamu bangun" Ujar Ray senang
"Aku dimana?" Tanya Keyrani sembari memijit pelipisnya
"Kamu di UKS. Tadi ada mahasiswa yang membawamu kesini" Jawab Ray karena dirinya tidak mengenal Lisa
"Terus kamu kenapa disini? Bukankah kamu sedang mengajar" Ujar Keyrani panik dan berniat bangun namun terhenti karena rasa nyeri pada perutnya yang masih terasa
"Kamu kenapa? Bagaimana kalau kita ke dokter" Ujar Ray lebih panik
"Nggak. Ini cuman sakit perut biasa. Istirahat sebentar juga sembuh" Ucap Keyrani berusaha menenangkan Ray
"Jadi kenapa kamu disini?" Tanya Keyrani sekali lagi mengingat status Ray yang merupakan dosen di kampus tersebut
"Aku khawatir denganmu. Sudah hampir 20 menit sejak kepergianmu dari kelas dan kamu belum kembali. Dan lagi tadi aku melihat kamu memegang perutmu saat keluar" Jawab Ray nurut
"Iya. Aku hanya memberi mahasiswa lain tugas kemudian keluar dari kelas"
"Ray.. " Tegur Keyrani "Lain kali aku tidak mau kamu lalai dari tugas hanya karena masalah sepele seperti ini" Ujar Keyrani menasehati Ray
"Bagaimana bisa ini disebut hal sepele, kamu bahkan pingsan di kamar mandi" Balas Ray sedikit emosi "Bagaimana jika seandainya tidak ada yang melihatmu? Aku hanya khawatir denganmu" Lanjutnya lagi
"Maafkan aku" Tutur Keyrani tidak tega melihat pria dihadapannya ini memasang wajah khawatir seperti itu sembari meraih tangannya dan menggenggamnya berusaha menenangkannya
"Oh iya, mahasiswa yang memabawaku kesini dimana. Aku harus berterima kasih padanya" Ujar Keyrani sengaja mengalihkan pembahasan
"Dia baru saja pergi tepat sebelum kamu bangun. Dan aku tidak mengetahui namanya, aku lupa menanyakannya karena terlalu khawatir padamu"
Keyrani tersenyum ke arah Ray. Dirinya yang dulu pasti sangat iri dengan dirinya saat ini. Dia yang dulu tidak pernah dikhawatirkan oleh orang lain kini begitu dikhawatirkan oleh pria dihadapannya ini.
"Apa mungkin dia benar-benar Lisa" Batin Keyrani yang mendengar suara Lisa meski sedikit samar
__ADS_1
"Key.. " Panggil Ray menggoyangkan lengan Keyrani yang saat ini melamun
"Ya" Jawab Keyrani tersadar
"Kamu kenapa melamun?" Tanya Ray
"Oh tidak apa-apa"
"Kamun tunggu disini, bair aku urus izin kamu dulu" Tutur Ray segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Keyrani tanpa meminta persetujuannya
Sementara Keyrani hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Ray. Ia kembali memperbaiki posisinya sembari menunggu kedatangan Ray.
Keyrani meraih minyak kayu putih yang ada di meja sebelah kasur, kemudian menuangkannya sedikit pada tangannya untuk diusapkan pada perutnya yang masih terasa nyeri.
Tak berselang lama kemudian, Ray kembali masuk kedalam ruangan sembari membawa tas dipundaknya yang merupakan tas Keyrani.
"Tas aku kenapa di kamu?" Tanya Keyrani bingung
"Kamu tidak perlu khawatir, bukan aku yang mengambilnya"
"Jadi siapa?" Tanya Keyrani penasaran
"Aku yang mengambilnya Key" Ujar Rani yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan
"Rani?" Heran Keyrani
"Tadi aku datang ke ruangan Pak Ray untuk mengumpulkan tugas, jadi dia meminta bantuan ku mengambil tasmu" Tutur Rani menjelaskan
"Berhenti bertanya. Biar aku mengantarmu pulang" Sela Ray membantu Keyrani bangun
Keyrani mengerutkan dahinya bingung ke arah Ray "Kamu tidak perlu khawatir, Rani yang akan membantumu ke parkiran" Sambung Ray saat melihat wajah bingung Keyrani
"Ayo" Ajak Rani kemudian membantu Keyrani berjalan
"Aku akan menunggu kalian dibparkiran" Ujar Ray kemudian beranjak pergi meninggalkan keduanya
Sementara Rani meraih tas Keyrani sembari membantu Keyrani berjalan "Sepertinya kamu berhutang satu penjelasan padaku" Ujar Rani sedikit menggoda Keyrani
"Aku akan menjelaskannya lain kali" Jawab Keyrani mengerti dengan maksud ucapan Rani
__ADS_1
"Secepatnya haha" Ucap Rani sembari tertawa sekaligus tidak menyangka akan hubungan keduanya
Tak berselang berapa lama, keduanya tiba diparkiran. Dan Keyrani segera masuk ke dalam mobil Ray dengan bantuan dari Rani. Setelah itu, Ray melakukan mobilnya meninggalkan kampus. Sementara Keyrani melihat ke arah Rani melalui jendela yang kini menampilkan senyumnya sembari melambaikan tangannya kearahnya.