Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Hukuman


__ADS_3

"Huuuhhhhh... "


Aaron menghela nafasnya pasrah karena hari ini ia dihukum oleh dosen untuk datang ke perpustakaan membereskan buku-buku disana. Hal ini bermula saat dirinya tertidur di kelas dan tanpa saja menggebrak meja karena ulah dari Dafa yang mengagetkan nya. Alhasil dirinya menjadi pusat perhatian karena mengganggu perkuliahan.


"Huuuuhhhh... "


Sekali lagi Aaron menghela nafasnya pasrah sebelum akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang perpustakaan yang selama ini tidak pernah diinjak nya karena menurutnya ruangan keramat. Hanya dengan melihat buku saja sudah membuatnya mengantuk, bagaimana jika dirinya harus berurusan dengan setumpuk buku-buku di perpustakaan itu.


"Rani" Panggil Aaron saat dirinya mendapati Rani di ruang perpustakaan


"Aaron?" Sahut Rani menoleh ke arah Aaron yang kini menghampiri dirinya "kamu ngapain disini?" Tanyanya kemudian


"Aku dihukum untuk membereskan buku-buku di perpustakaan, kamu?" Jawabnya dan kembali bertanya


"Aku ini pengurus perpustakaan, jadi aku disini setiap hari jika tidak berhalangan" Jawab Rani


"Oh... Jadi apa yang harus kulakukan?" Tanya Aaron sembari meletakkan tasnya di meja


"Nih, kamu gantikan aku menyusun buku-buku ini" Jawab Rani menyerahkan buku-buku yang dipegangnya "Susun berdasarkan tahun" Sambungnya kembali sebelum akhirnya duduk di salah satu kursi


"Dan kamu?" Tanya Aaron bingung melihat Rani duduk di kursi bukannya membantunya


"Bukannya ini hukuman kamu, menggantikanku menyusun buku-buku ini" Ujar Rani santai


Aaron menghela nafasnya pasrah kemudian mulai menyusun buku-buku tersebut sesuai perintah dari Rani.


Rani yang awalnya berniat memperhatikan Aaron, tanpa sadar dirinya tertidur dari sejak ia menyandarkan kepalanya pada dinding perpustakaan.


"Dia tertidur..? " Gumam Aaron saat melihat ke arah Rani kemudian meletakkan buku yang dipegangnya dan melepas jaket yang digunakannya untuk menyelimuti Rani karena suhu ruangan yang cukup dingin ini. Kemudian kembali menyusun buku-buku itu kembali


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, jam di dinding kini menunjukkan pukul 4 sore dari sejak Aaron yang berada di perpustakaan dari jam 1 siang. Yang artinya butuh waktu 3 jam baginya untuk selesai membereskan buku-buku itu.


Setelah meletakkan buku terakhir, Aaron menoleh ke arah Rani yang masih tertidur dengan begitu pulasnya. Awalnya Aaron tidak tega membangunkannya dan memilih untuk duduk dihadapannya, tapi karena waktu semakin sore dengan berat hati Aaron membangunkan Rani.


"Rani.. " Panggilnya pelan sembari menggoyang pelan lengan Rani


"Rani.. " Panggilnya sekali lagi

__ADS_1


Setelah panggilan kedua, Rani perlahan membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat wajah Aaron yang begitu dengan wajahnya.


"A..aaron?" Ujarnya gugup sembari menarik kepalanya dari atas meja


"Maaf.. Aku membangunkanmu. Sekarang sudah jam 4 sore" Ujar Aaron merasa bersalah


"4 sore?" Ujar Rani kembali kaget karena dirinya tertidur selama 4 jam "Bagaimana dengan buku-bukunya?"


"Sudah selesai" Jawab Aaron menoleh ke arah rak buku yang sudah tersusun rapi


"Oh. Ini jaket kamu?" Tanya Rani sembari meraih jaket yang ada di punggungnya yang kemudian di angguki oleh Aaron


Keduanya kemudian keluar dari perpustakaan, dengan Rani yang kini mengunci pintu perpustakaan karena kunci perpustakaan selama ini memang dipegangnya.


"Kalau begitu aku duluan" Ujar Aaron pamit menuju ke parkiran motornya sementara Rani menuju ke parkiran mobilnya


Selama di perjalanan pulang, Rani tidak bisa berhenti tersenyum karena perilaku Aaron yang menyelimuti nya dengan jaketnya yang bahkan aroma dari jaket Aaron sepertinya masih tertinggal di bajunya.


"Plak.. Sadarlah Rani, kamu bukan siapa-siapa dan hanya teman baginya" Rani memukul wajahnya agar tersadar dari lamunannya


...***...


Sementara itu di sisi lain, Aaron yang sudah tiba di kosnya yang terbilang cukup dekat dari kampus yang juga merupakan kos dari Lisa, tiba-tiba dikagetkan oleh kedatangan Lisa yang sudah berada di kamarnya.


"Oh, kamu pulang" Sambut Lisa menoleh ke arah Aaron kemudian kembali melanjutkan memasaknya


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Aaron mengeryitkan dahinya bingung sembari membuka sepatunya


"Memasak, kamu tidak lihat" Jawab Lisa


"Maksudku, kamu nggak takut apa masuk di kamar cowok seperti ini" Ujar Aaron bingung dengan tingkah gadis ini


"Takut? Sama lo?" Ujar Lisa kemudian memutar bola matanya dan kembali melanjutkan masaknya


"Apa itu? Kamu mengejekku? Dan lagi bagaimana caranya kamu bisa masuk kesini? Aku bahkan tidak pernah memberitahumu kata sandi ku" Tanya Aaron dengan berbagai pertanyaannya


"Dasar bodoh" Gumam Lisa karena saat Aaron membuat kata sandinya dirinya berdiri tepat di belakang Aaron jadi wajar ia mengetahuinya "kamu mau makan?" Tanyanya mengalihkan pembahasan

__ADS_1


"Kamu belum menjawab pertanyaanku"


"Yaudah kalau nggak mau makan, aku balik. Makasih dapurnya" Ujar Lisa lagi-lagi tidak menggubris pertanyaan Aaron dan bersiap keluar dari kamar


Namun segera tertahan oleh Aaron, yang kini memegang lengannya "Kenapa lagi, bukannya kamu ngga mau" Ujar Lisa menoleh ke arah Aaron yang kini menatap mie buatannya


"Yang bilang nggak mau siapa?" Ujar Aaron meraih panci yang dipegang Lisa dan..


Prangg...


Panci tersebut terjatuh di lantai bersama dengan mie yang dimasak Lisa karena ternyata panci tersebut masih panas dan Aaron menyentuhnya dengan tangan telanjang.


"Akcchh.. Panas.. " Ringis Aaron meniup-niup tangannya yang kini memerah


"Makan malamku huuu..huu.. " Keluh Lisa memperhatikan mienya yang kini berhamburan di lantai


"Hehh.. Tangan aku melepuh dan yang kamu khawatirkan cuma mie kamu" Protes Aaron tidak terima


"Iya.. " Jawab Lisa geram ke arah Aaron


Namun pada akhirnya, Lisa menarik tangan Aaron dan membilasnya dengan air di wastafel.


"Duduk" Pinta Lisa kemudian beranjak ke luar dari kamar, meninggalkan Aaron yang kini duduk di kasur masih meniup-niup tangannya


Tak berselang lama kemudian, Lisa kembali dengan sebuah salep di tangannya "Mari sini" Ujarnya kemudian mengoleskan salep tersebut sembari meniupnya pelan


Tanpa sadar pandangan Aaron berhenti pada wajah Lisa, kedua sudut bibirnya naik memperlihatkan sebuah senyuman di wajahnya. Selama ini, ia memang jarang memperhatikan Lisa yang ternyata begitu cantik.


Namun, sepersekian detik kemudian Aaron menggelengkan kepalanya, membuyarkan lamunannya "Bagaimana bisa aku memujinya.. " Batin Aaron merinding karena selama ini dirinya selalu di buat kesal dengan sikap Lisa yang selalu seenaknya dan pastinya tidak pernah ingin mengalah kepadanya


"Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus ganti rugi. Traktir aku makan malam" Ujar Lisa tanpa menoleh ke arah Aaron


"Kan.. Baru aku bilang.. " Batin Aaron pasrah sembari menghela nafasnya


"Baiklah" Ujar Aaron menyetujuinya karena kini dirinya juga lapar setelah melihat mie buatan Lisa tadi yang terlihat begitu enak


Setelah mengoleskan salep, Lisa membersihkan mie yang ada di lantai kemudian kembali ke kamar untuk berganti baju karena keduanya memutuskan makan malam di luar karena terlalu lelah untuk memasak lagi.

__ADS_1


__ADS_2