Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Negara K


__ADS_3

Rian duduk di sofa sembari menatap Jeri dan Rani secara bergantian. Tanpa perlu dijelaskan lagi, Rian dapat dengan mudah mengerti dan memahami situasi saat ini.


"Jadi sejak kapan..?" Tanya Rian tanpa basa-basi dengan raut wajah serius


"Tadi pagi" Jawab Rani lirih sembari memalingkan wajahnya ke samping karena malu


"Bukannya sejak semalam.. " Ujar Jeri menatap Rani


"Semalam?" Tanya Rian penasaran


Seketika Rani memegang erat paha Jeri membuatnya berhenti berbicara.


"Jangan dengarkan dia.." Ucap Rani gugup


"Ahhh.. Aku mengerti. Jadi karena ini kamu tidak ke kampus" Ujar Rian pelan namun masih dapat didengar oleh Rani dan Jeri yang hanya bisa menunjukkan smirk nya


"Lupakan tentang itu, apa yang membuatmu kemari?" Tanya Rani mengalihkan pembicaraan


"Oh.. Aku ingin bertemu Kak Jeri" Jawabnya


"Bertemu aku?" Tanya Jeri tidak mengerti


"Iya. Dari ekspresi Kak Jeri, aku bisa tau kalau Kak Jeri menentang perjalanan besok. Aku hanya penasaran, kenapa?" Tanya Rian kemudian


"Oh soal itu. Aku bukannya menentang, hanya saja aku tidak ingin terjadi sesuatu pada Keyrani jadi aku menyuruhnya untuk berhati-hati" Ujar Jeri menjelaskan


"Tidak perlu khawatir. Kalian kenal Keyrani kan. Dia bukanlah tipe orang yang mudah percaya begitu saja pada orang yang baru dikenalnya" Ujar Rani menenangkan


"Itu benar. Sepertinya aku yang terlalu berlebihan" Imbuh Jeri


"Ray sudah setuju kan Kak?" Tanya Rian kemudian


"Kata Key dia sudah setuju"


"Kalau begitu Kak Jeri tidak perlu khawatir lagi. Ada Ray. Dan lagi bukannya Kak Jeri juga ikut. Jadi tidak akan ada yang terjadi" Ujar Rian santai


"Hmm... "


"Kalau begitu aku balik ke kamar" Ujar Rian sembari bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke pintu

__ADS_1


Namun tepat sebelum Rian membuka pintu kamar, ia kembali berbalik menatap ke arah keduanya. Dengan Rani yang baru saja menghela nafasnya lega. Namun kembali memasang wajah kaget saat Rian tiba-tiba menoleh.


"Mungkin sebaiknya kalian katakan pada yang lainnya. Sebelum kejadian tadi terulang kembali" Ucap Rian dengan smirk di wajahnya lalu keluar dari kamar meninggalkan keduanya dengan Rani yang tak tahu harus bereaksi apa sementara Jeri justru terlihat santai karena dirinya memang berniat mengatakannya pada yang lain


...***...


Keesokan harinya, sesuai dengan kesepakatan,  Keyrani bersama yang lainnya berangkat ke Negara K dengan mengendarai Jet pribadi milik Ray.


"Tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat tiba" Ujar Ray menutupi tubuh Keyrani dengan selimut


"Bagaimana dengan mu?"


"Ada yang harus aku kerjakan" Ujar Ray mengeluarkan notebooknya


"Kalau begitu aku akan tidur sebentar" Ujar Keyrani menyandarkan kepalanya pada pundak Ray lalu menutup kedua matanya


Ray mengusap rambut Keyrani sebentar lalu memberinya sebuah kecupan sebelum akhirnya kembali fokus pada pekerjaannya.


Sementara di sisi lain Jet. Terdapat Lisa, Aaron, dan juga Dafa yang duduk mengelilingi Rani.


"Sejak kapan?" Tanya Lisa serius dengan pertanyaan yang sama yang juga diajukan oleh Rian semalam


Pagi tadi sebelum keberangkatan mereka, tepatnya di meja makan. Jeri mengungkap hubungannya dengan Rani tanpa persetujuan dari Rani. Karena menurutnya cepat atau lambat mereka pasti akan menyadarinya.


"Wahhh... " Dafa bangkit dari duduknya sembari memukul dadanya karena merasa dikhianati karena hanya dirinya yang jomblo


Sementara Lisa justru mengacungkan kedua jempolnya kagum dengan Rani. Begitu pun dengan Aaron hanya mengangguk kagum.


"Mengapa hanya aku yang merasa kesal disini" Protes Dafa tidak terima kemudian menghampiri Rian yang sedari tadi diam tidak perduli "kamu tahu?" Tanya Dafa yang hanya dibalas anggukan oleh Rian


"Tunggu.. Jangan bilang kamu juga punya pacar?" Tanya Dafa kembali membuat yang lainnya sontak menoleh ke arah keduanya termasuk Alana yang juga sedari tadi diam ikut penasaran


"Seharusnya aku tidak bertanya. Sudah pasti jawabannya tidak. Karena kamu masih belum melupakannya bukan?" Ujar Dafa sengaja mengurangi volume suaranya di akhir ucapannya sembari menatap ke arah Keyrani dan Ray


Rian hanya terdiam mengikuti arah pandangan Dafa. Dan sepersekian detik kemudian, ia kembali mengalihkan perhatiannya dan menjitak jidat Dafa karena menggodanya.


"Aackk.. " Ringis Dafa mengusap jidatnya dan segera kembali ke tempatnya setelah diberi tatapan tajam oleh Rian


"Apa yang kamu katakan? Kenapa ekspresinya berubah seperti itu?" Tanya Aaron tidak mendengar ucapan terakhir Dafa

__ADS_1


"Jangan membahasnya lagi" Ujar Dafa tidak ingin membahasnya "Tapi... " Sambung Dafa dengan pandangan masih tertuju pada Keyrani


"Apa?" Tanya Lisa penasaran kelanjutan kata-katanya


"Bagaimana jika seandainya, aku juga menaruh rasa pada Keyrani" Ujar Dafa membayangkan


Dan tepat setelah ia mengatakan hal tersebut. Baik Rani maupun Lisa sontak memukul Dafa reflek.


"Aackk... Ada apa dengan kalian berdua?" Protes Dafa kesal karena sudah mendapat tiga pukulan dari orang yang berbeda


"Sudah cukup. Sebelum kamu mendapat pukul yang ke empat" Ujar Aaron memperingati karena sejak tadi terdapat Jeri dan juga Ray yang meski keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing namun keduanya masih tetap bisa mendengar pembicaraan mereka


...***...


Beberapa jam kemudian, Keyrani dan yang lainnya tiba di Negara K. Dan segera menuju ke hotel yang sudah diatur oleh Jeri sebelumnya. Termasuk kamar yang akan ditempati mereka.


"Aku sekamar dengan Alana?" Tanya Rian begitu mendengar pembagian kamarnya


"Iya. Keyrani sudah pasti bersama Ray. Lisa akan sekamar dengan Aaron karena permintaan keduanya. Sementara Rani akan sekamar denganku. Jadi aku sengaja mengatur agar Alana sekamar dengan kalian berdua" Jawab Jeri menunjuk Dafa dan Rian bergantian


"Jadi mengapa harus denganku?" Tanya Rian masih tidak setuju


"Karena aku yakin, kamu tidak akan berbuat yang melewati batas" Jawab Jeri


"Tunggu kak. Aku sendiri juga tidak apa-apa kak" Sela Alana


"Tidak. Kamu harus sekamar dengan Rian dan Dafa. Dengan begitu aku tidak perlu khawatir lagi" Ujar Jeri memutuskan


"Selain itu, kamar yang aku siapkan untuk kalian berbeda dari kamar yang lainnya. Karena meskipun kalian sekamar, Alana akan memiliki ruangan sendiri di kamar tersebut yang hanya bisa dibuka dari arah dalam ruangan. Jadi kamu tidak perlu khawatir" Sambung Jeri menjelaskan


"Karena sudah diputuskan, sekarang ayo masuk. Semua barang-barang kalian sudah ada di kamar masing-masing" Sela Keyrani tanpa menunggu persetujuan mereka


"Bagaimana denganmu?" Tanya Jeri setelah memperhatikan pakaian Keyrani yang sudah berganti hanya dalam waktu sebentar itu


"Aku akan bertemu dengan Sean" Jawab Keyrani berterus terang


"Sendiri? Kalau begitu aku ikut" Ujar Jeri tanpa basa-basi tidak ingin membiarkan Keyrani sendiri


"Jer.. Aku hanya akan bertemu dengannya di kafe seberang. Ray juga akan menyusulku sebentar. Jadi sekarang kamu masuk dengan yang lainnya" Ujar Keyrani sembari mendorong tubuh Jeri

__ADS_1


"Baiklah. Tapi kabari aku jika terjadi sesuatu" Pinta Jeri pasrah


"Iya.. " Teriak Keyrani sebelum akhirnya berjalan pergi menuju ke kafe yang tak jauh dari hotel tersebut setelah mengirim lokasinya pada Sean setibanya di hotel tadi


__ADS_2